CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
Oke


__ADS_3

"Apa yang tidak berhubungan?. Di kehidupan sehari-hari, kalian memang tidak begitu berhubungan. Tapi, di lingkungan kerja kalian tidak jarang bertemu. Dasar Zheng Hong ini, kantor juga harus terlibat dengannya". Sungut istrinya yang cemburu dengan ibu Lu Jin.


"Kalau begitu, jangan mengungkitnya. Hatiku lelah mengungkitnya. Xiao zheng mana?. Dia ada datang menjengukku tidak?". Tanya Li Ming Ting tidak melihat putranya.


"Dia hari ini menghadiri rapat perusahaan, sekarang seharusnya sedang membuat tugasnya di rumah".


"Baguslah Jika dia ingin maju". Ucapnya.Yang sebenarnya dikerjakan Lu zheng di rumah adalah mengotak-atik mesin mobil mainannya.


Kembali ke vila liburan she na cs..


"Teng..Teng..Teng... Ini adalah Villa yang kita tinggali. Jenis kamarnya sama, dibagi dua sisi". Seru M X J membawa 6 kartu kunci kamar di tangannya. " Sisi pertama adalah kamar dengan pemandangan Danau, Sisi Lainnya dekat dengan pinggir jalan. Aku sarankan, para cowok tinggal di sisi yang dekat pinggir jalan. Karena orang lalu lalang, akan sedikit berisik. Para gadis tinggal di kamar dengan pemandangan Danau. Tentu saja, bos, kamu boleh tinggal di kamar dengan pemandangan Danau. Karena kamar dengan pemandangan Danau sangat sepi, lalu peredam Suaranya sangat bagus". Ucap M X J menggoda bosnya yang sedang saling tatap dengan she na sambil tersenyum sipu.


"Tidak benar. Kamu pikir, cowok-cowok begitu banyak, tidak akan cukup bagi". Timpal Daguo.


"Aku yang bagi, atau kamu?. Aku sudah membaginya, oke?. Kamu tinggal sekamar dengan koki wong. Lalu....".


"Eh, kenapa buru-buru?". Seru Daguo melihat koki wong langsung mengambil kartu kamar dari tangan M X J berlalu masuk.


"Aku terpaksa tahan-tahan sebentar, aku tinggal dengan Xu Zhao Di..". Ucapnya dengan senyum mesum.


"Jangan bermimpi, aku takut berisik". Sela Celine mengambil kartu melangkah pergi.


"Bagaimana kalau kamu pikirkan lagi?. Zhao Di....". Seru M X J di abaikan Celine.


"Qian...Ayo, tinggal dengan paman". Ujar paman tua.


"Ha..".


"Untuk apa malu. Aku sudah memandikanmu sejak kamu masih kecil. Cepat". Paman tua mengajak ziqian masuk.


"Lalu, Guru Gu...".


"Aku sekamar dengan Gu she na. Jalan, jalan, jalan". Sela pelayan narsis membawa she na masuk. Lu Jin menatap nanar pada pelayan itu.

__ADS_1


"Kakak, kakak, kakak. Bukan seperti itu aku membaginya, aku...". Seru M X J dengan wajah cemberut. Sekarang tinggal dia dan bosnya berdua dengan 2 kartu di tangannya. "Rencana awalku bukan seperti ini. Aku merencanakan kamu dengan Gu she na...". Jelasnya.


"Rencana selalu tidak dapat mengejar perubahan(realita)". Ucap Lu Jin mengambil kartu kamarnya berlalu pergi dengan kesal.


"Maaf..".Lirih M X J.


Sampai di kamar she na berbaring di ranjang dengan lesuh. Ting...


'Sudah tidur?'. Pesan dari Lu Jin.


"Belum..". Balas she na.


'Mau kemari tidak?. 72511'. Lu Jin memberitahu nomor Kamarnya.


"Ok👌". Balas she na dengan senang.


Saat mau pergi, pelayan narsisnya membawa banyak camilan dan di lempar ke ranjang.


"She na, sini, tangkap". Panggilnya melempar sekaleng bir pada she na dengan muka merah kebanyakan minum. "Hari ini kita saling mencurahkan Isi hati. Sini, duduk kemari". Ucapnya manarik tangan she na duduk kembali ke ranjang.


" hubungan kita berdua sekarang seperti Apa?. Hubungan kita berdua sekarang adalah hubungan tinggal di kamar yang sama. Lagi pula, bersalah ini aku hanya bisa berbagi denganmu. Karena, hanya kita berdua yang diakui oleh orang yang sama". Ucapnya dengan pede.


"Ck, apa yang kamu katakan?".


"Aku ini... akan menyakiti hati seseorang".


"Siapa?". Tanya she na.


"Presdie Lu..". Jawabnya.


"Presdir Lu?".


"Hari ini, ada hubungan yang terjalin di antara aku dan presdir Lu". Ucapnya membuat she na langsung kesal.

__ADS_1


"Ini kejadian kapan?. Kenapa aku tidak tahu?". Tanya she na cemburu.


"Presdir Lu, biasanya tidak sembarangan memakan masakan orang lain. Ini kamu tahu kan?". Ucapnya. She na mengangguk. "Tapi, hari ini dia makan masakanku".


"Itu jelas-jelas dimasak oleh koki wong. Kamu hanya sekalian menghidangkannya".


"Tidak. Di atasnya aku meneteskan setetes lemon. Ini bukanlah setetes lemon yang sederhana, ini akan menjadi setetes air mata yang kutinggalkan di hatinya". Ujarnya dengan nyeleneh. She na sudah tidak tahan dengan sikapnya, dia menjambak rambutnya sendiri saking kesalnya. "Tetapi, ini bukan intinya. Apa intinya?. Intinya adalah sikap presdir Lu terhadapku, terlalu jelas. Aku tahu, dia ingin mengisyaratkan apa padaku. Tapi, aku tidak bisa menanggapi perasaan ini, karena aku sama sekali belum siap untuk menerimanya". Ucapnya dengan muka merah mabuknya.


"Bukankah ada dua orang yang menyukaimu?". Tanya she na tidak mau menanggapi ucapannya tadi. Pelayan itu mengerutkan alisnya tidak mengerti. "Koki wong, Toa besar". Sambung she na.


" Siapa? Mereka berdua juga datang hari ini?". Ucapnya sudah ngelantur, jelas-jelas sudah seharian mereka bersama-sama.


"Mereka datang. Mereka hampir berkelahi demi kamu". Ucap she na sengaja mengalihkannya.


"Ckck.. Aku sangat bingung. Mereka bertiga, koki wong terlalu jelek. Toa besar, terlalu mudah. Presdir Lu, sedikit tua".


"Siapa bilang Lu Jin tua?". Ucap she na tidak terima. " Lu Jin hanya agak... sedikit berumur saja. Tapi, dia masih sangat tampan, lihat kumis kecilnya itu. Hehehe..". Bela she na membayangkan wajah Lu Jin.


"Haha.. Aku tidak menyangkal nya, dia memang cukup tampan. Hah.. Tapi, aku dan dia tidak di takdirkan bersama". Sahutnya.


Ting...' Kenapa kamu belum datang?'. Pesan dari Lu Jin Lagi.


" siapa itu?. Tengah malam begini. Kamu masih mau keluar lagi?". Tanyanya melotot.


"Bagaimana mungkin. Tentu saja aku harus menemanimu, kamu begitu kasihan. Bukankah hari ini harus minum sampai mabuk?". Ucap she na sengaja mau membuatnya teler lalu menyelinap keluar.


"Hm... Minum sampai mabuk. Kakak beradik yang baik".Ucapnya dengan semangat.


"Minum sampai mabuk". Ucap she na membuatnya minum sampai habis. Dan membuka sekaleng bir lagi padanya. "Minum sampai mabuk. Mabuk dapat menyelesaikan segala masalah. Kakak beradik yang baik. ini namanya 'kakak beradik', ini namanya 'sahabat karib'. Minum sampai habis". She na bermonolog sendiri sambil mencegok pelayan itu minum. "Pelan sedikit, pelan sedikit". Gak lama pelayan itu sudah teler. She na keluar dari kamar dengam pelan, setelah menutup pintu, she na lupa dengan nomor kamar Lu Jin. "Kamar yang mana?". Gumamnya merabah sakunya mencari ponsel, namun tidak ada, dia lupa membawa keluar. Ketika mau membuka pintu lagi, juga gak bisa, dia lupa membawa kuncinya. She na menepuk jidatnya sendir. Terpaksa dia harus mengetuk kamar satu persatu mencarinya. Tok..Tok..Tok..


"Cari mati ya?. Ada masalah apa, kita bicarakan besok. Aku mau tidur cantik". Sembur Celine begitu membuka pintu, karena sudah menggangu tidurnya. Setelah berkata Celine menutup kembali pintu kamarnya.


"Tok...Tok...Tok...

__ADS_1


"Ada masalah apa mencariku?


__ADS_2