
"Mengira setelah ganti bos baru bisa berbeda dengan yang sebelumnya, tak disangka lebih kacau". Timpal koki Yu mencibir. " Tampaknya Hotel XX, benar-benar semakin tidak bisa tinggal lebih lama lagi". Ucapnya melihat ke Daguo.
" Makanya, pikirkanlah diri sendiri". Sahut koki zhang.
" Sudah, kerjalah...". Seru koki Yu pada semuanya.
Setelah sampai di hotel, She na mengganti pakaian koki dan berjalan menuju dapur, berpas-pasan bertemu dengan Daguo yang kebetulan juga keluar.
"Guru Gu...". Panggil Daguo.
"Kenapa?". Tanya she na, namun Daguo tidak menjawab karena melihat ada pelayan yang lewat. "Ada apa?". Tanyanya kesal.
" Aku kasih tahu, kamu sungguh tidak setia kawan. Membuat masalah Romansa kantor yang begitu besar, kamu masih menyembunyikannya dariku". Omel Daguo.
" Bukan, pagi-pagi begini Kenapa kamu bicara sembarangan". Ucap she na sewot mau pergi.
" Masalah Manager menyetir mobil antar kamu ke kantor, telah tersebar luas di dapur. Diperkirakan dengan kecepatan penyebaran ini, sekarang sampai ke Departemen House Keeping". Ucap Daguo melapor.
" Secepat itu?". Daguo mengangguk. " Bukan kamu yang lakukan, kan?".Tanyanya.
" Aku juga demi kebaikan kamu. Coba kamu pikir, kalau semua orang di hotel tahu kamu koki utama Gu punya hubungan dengan orang hebat. Manager Cheng saja langsung mengantar kamu pergi kerja, kelak siapa yang berani menganiaya kamu?".
"Hah, Toa Besar.. Sebenarnya aku dan Cheng ziqian tidak ada hubungan apa-apa. Kamu melakukan ini, seluruh bagian di hotel ini akan menggosipkanku. Kamu sungguh menyebalkan. sana, sana...". Usir she na marah melangkah pergi.
" Jika ingin memakai mahkota harus menanggung bebannya. Teori yang begitu sederhana masa tidak tau.". Gumam Daguo menyusul she na ke dapur.
"Presdir Zheng, besok akan makan di sini, kalian semua tahu, kan?. Satu orang satu hidangan kita semua latihan dulu hari ini, pastikan besok tidak ada kesalahan apapun". Ucap she na setelah memasuki dapur. Namun tidak ada yang menanggapinya. "Koki Wang mana?". tanyanya.
" Tadi masih ada, mungkin ke toilet". Sahut Daguo.
" Baik. Kalau begitu aku bantu kalian buat pembagian. Koki Yuz anda buat Steak Wellington.Ini...Phok..." Ucap she na terhenti karena koki Yu menancap pisau daging ke talenan dengan keras dan melangkah pergi. Daguo menyenggolnya, she na hanya tersenyum. "Itu, koki zhang, anda tetap buat sup saus tiram abalone seperti waktu itu. Anda lebih handal di bagian ini". Ucap she na namun koki zhang melempar pisau dan pergi. "Koki Liu, Chestnut Mont...". Ucapan she na tidak di pedulikan sama sekali.
" Siang ini aku tunjukkan pada kalian, Mie tomat saus bumbu kita". Ucap koki Liu.
"Aku suka makan ini". Sahut koki Zhang.
"Bukan ini...Ini kenapa?. Ada masalah apa?. Ada masalah bisa kasih tahu". Tanya she na pada semuanya.
" Ini semua menu yang telah kamu ubah. Kami mana bisa?".Ujar koki Yu kembali membawa panci kecil.
"Koki Yu.. menu dan bahan ini, Bukankah sudah pernah kirim kepada anda?".
__ADS_1
" Kami juga bukan koki utama, tidak sampai 10 hari atau setengah bulan, kami mana bisa mempelajarinya". Ucap koki Yu nyinyir.
" Lapor koki utama. Aku sudah menghafalkan semuanya". Ucap Daguo dengan semangat.
" Itu karena kamu masih muda, ingatan bagus".
"Koki utama Gu, kalau tidak, kamu ajari kami". Ngejek koki zhang sengaja melawan she na.
" Ya. kamu ajari kami". Timpal koki Liu. Koki Yu tersenyum tipis mendengarnya.
She na menghela nafas dalam sebelum bicara.
"Baik. Toa Besar, kamu sudah menghafalkannya, bukan?" Tanya she na dan di angguki Daguo. " siapkan bahan..". Teriak she na memukul meja menatap tajam pada koki Yu.
"Siap". Jawab Daguo melangkah pergi.
"Eh, eh, eh...Gu she na.. Siapkan bahan, Ya siapkan saja. Kamu memukul meja, melotot, dan teriak apa?. Aku dari kejauhan sudah dengar kamu teriak. Kenapa kamu ini?". Sentak manager shen begitu masuk dapur. " Masak saja seperti perang. Ini... sedang tunggu hidangan, Kalian sedang apa?". Ucapnya melihat para koki tidak memasak..
" Belajar masak...". Seru koki mengejek. Muka she na sudah kesal menahan emosinya yang ingin meledak.
"Belajar...Bukan, di saat seperti ini, belajar masak apa?". Tanya manager shen bingung.
" Siapa yang tahu?. Sudah menjadi koki selama beberapa tahun, dalam satu malam semua kehilangan kemampuan memasak. Aneh tidak?". Sahut she na melotot pada semuanya.
"Koki Zhang... Sup saus tiram Abalone, kalau ingatan aku bagus, Anda baru membuatnya 2 hari yang lalu kan?. Kenapa?. Tiba-tiba tidak bisa membuatnya?. Hilang ingatan?". Cibir she na.
" Karena kemarin tidak bisa tidur dengan baik, sedikit hilang ingatan". Jawab koki Zhang nyenyes.
"Manager shen... Kalau tidak begini saja. Karena semuanya mengaku ingatan tidak bagus, Maka jangan menyusahkan mereka. Dapur juga harus ganti generasi, rekrut lah beberapa orang baru". Ucap she na sengaja ingin membuat mereka marah.
"Yoo... Kami sudah beberapa tahun di hotel XX?. Kamu gadis kecil yang baru datang, baru beranjak beberapa hari, sudah ingin pecat kami?. Apakah kamu benar-benar menganggap dirimu hebat?". Ucap koki Yu dengan mata menantang.
" Aku sungguh anggap diriku....."Ucap she na emosi mau mendekati koki Yu, namun di halang oleh Daguo, she na dengan kesal membanting bahan yang di bawa Daguo ke meja. Pang.....
"Yu... Coba kamu pikir, kamu juga koki lama di hotel XX. Iya kan?. Waktu aku belum datang kerja di sini, Kamu sudah kerja di sini. Kenapa?. Sekarang bahkan hal kecil saja kamu tidak bisa memikirkannya. Situasi apa sekarang ini?. Hanya ribut pada saat seperti ini. Aku tahu, dalam hatimu ada amarah. Kita bisa tidak bicarakan lagi setelah masalah ini lewat?". Tegur manager shen dengan lembut dan menasehatinya. " Dan kalian beberapa, besok yang akan disambut itu tamu Apa?. Itu adalah pemimpin Zheng. Seharusnya aku tidak perlu perkenalkan lagi pada kalian. Jika karena perselisihan internal mempengaruhi pekerjaan, siapapun tidak bisa membelah kalian. Dengarkan kataku. Hari ini masalah ini, sampai di sini saja. Lakukan yang harus dilakukan". Decak manager shen menatap koki zhang dan koki Liu.
" Maaf, hari ini aku tidak enak badan. Minta izin!". Ucap koki Yu melangkah pergi.
"Bukan Yu, yu, yu...". Panggil manager shen di abaikan koki Yu.
"Ini.....". Gumam koki zhang si biang kerok.
__ADS_1
"Ini, ini, ini apa?. Cepat kerja!. Semua sedang tunggu hidangan, ini...". Kesal manager shen pergi.
"Segera, segera. Sampai jumpa!". Ucap koki zhang.
Setelah manager Shen pergi, Daguo menghampiri she na dengan canggung dan hati-hati melihat raut muka kesal she na.
"Kerjalah!". Ucap she na memaksakan senyumnya.
"Baik..".
Di gudang penyimpanan bahan, koki Yu lepas apronnya dan membuangnya dengan kesal. Menghela nafas panjang dan membuka box berisi 'Truffle Hitam' mengangkat sudut bibirnya memikirkan sesuatu.
**
Di sebuah kafe Celine sedang belajar bahasa jerman lewat ponselnya sambil menunggu kliennya. Tak lama datanglah seorang pria bule yang tampan ke hadapannya. Celine mendongak melihatnya dari bawah sampai atas.
"Lukas..?". Tanyanya, dan sang bule mengangguk. Celine berdiri dan menyapanya."Hallo ... Ich komme von der Firma F A. Ich bin Ihr zuständiger Vorgesetzter. Und... (Hai...Aku dari perusahaan F A. Aku supervisor penanggung jawabmu. Dan...)". Ucap Celine terbata dan gugup.
"Celine Xu..". Tanya Lukas.
"Iya..". Jawab Celine. Lukas langsung memeluk dan cipika cipiki.
" Kamu bisa panggil aku Lu Jinyi". Ucap Lukas dalam bahasa mandarin.
"Ah, Kamu bisa bahasa Tiongkok?". Tanya Celine membelalak.
" bisa. Aku juga setengah keturunan Tiongkok". Jawab Lukas tersenyum.
"Betul, betul, betul. Aku benar-benar tidak pandai bahasa Jerman. Bahkan beberapa kata tadi juga baru belajar". Aku Celine sedikit malu.
" Aku bisa mendengarnya". Ucap Lukas santai.
" Bisa mendengarnya juga tidak mengungkapkannya. Benar-benar Gentlemen. Silakan duduk". Ucap Celine dengan suara lembut.
" Kita bicara pakai bahasa Mandarin". Ucap Lukas setelah duduk.
Baik..". Sahut Celine dengan lega.
*
Presdir Lu dan M X J datang ke rumah she na dengan membawa bahan masakan.
__ADS_1
"Bos... Kalau tidak ada hal lain aku pergi dulu, anda tunggu Guru Gu pulang kerja saja". Ucap M X J meletakkan bahan masakan di depan pintu.
" Kenapa buru-buru?". Tanya sang presdir.