
"Hentikan semuanya, kuberitahukan kepada kalian. Tamu yang ada di kamar vip 1123, kalian tidak akan sanggup menyinggungnya". Kata manager shen.
"Tidak sanggup menyinggung?. Aku tetap harus bertemu dengannya. Aku ingin lihat apa latar belakangnya. Ada orang yang tidak sanggup di singgung hotel xx?". Emosi seorang koki senior.
"Hotel xx apaan?. Dia datang untuk mengakuisis hotel xx". Jelas manager shen membuat mereka semua seketika diam tak berkutik.
"Akuisisi?. Manager shen, lihatlah, semua hidangan andalan koki sudah di pulangkan. Sudah tidak ada hidangan lagi". Kata koki senior.
"Iya...". Seru semua koki membenarkan.
"Para koki....". Ucap Daguo ragu-ragu. "Aku punya satu hidangan". Sambungnya membuat semua koki dan manager shen melihat ke arahnya.
Sekarang Daguo mengikuti manager shen menuju kamar vip 1123 sambil mendorong troli makanan. Sampai di depan kamar manager shen mengetuk pintu dan asisten presdir membuka pintu. Daguo mendorong troli makanan ke samping meja makan dan berdiri diam dengan rasa cemas.
"Presdur Lu". Sapa manager shen.
"Tidak perlu coba lagi, tidak ada nafsu makan. Bawa pergi saja". Ucap presdir Lu melihat manager shen membawa makanan lagi.
"Tingkat keterampilan koki hotel kalian sudah dipahami oleh presdir Lu, jangan menyakiti mulutnya lagi, oke!". Sambung asisten presdir.
__ADS_1
"Jangan begini presdir Lu, ini adalah hidangan terakhir. Aku sudah membawanya kemari, silakan anda coba". Ucap manager shen dengan panik meletakkan hidangan di atas meja.
"Bawalah kembali seperti tadi membawanya kemari. Anggap hal ini tidak pernah terjadi, bisakah?". Kata asisten presdir sinis.
Mendengar ucapan asisten presdir, manager shen baru mau mengambil hidangan dari meja, tapi...
"Tunggu sebentar". potong presdir Lu menghentikan manager shen. Lalu dia berjalan ke arah meja makan, melihat sebentar hidangan itu lalu duduk. Mengambil garpu menyolek sedikit telur setengah matangnya, keluarlah lava kuning telur yang cantik. Lalu dia mengambil sendok mencoba hidangan tersebut, saat suapan pertama sudah masuk ke mulut, presdir Lu memejamkan mata meresapi rasa makanan tersebut.
Presdir Lu, memakan hidangan tersebut sampai habis tak tersisa dengan puas. Manager shen dan Daguo melihat piring hidangan sudah bersih tersenyum dengan senang.
"Presdir Lu, apakah anda suka dengan hidangan ini?". Tanya manager shen saat sang presdir sudah selesai makan.
"Hotel kalian beroperasi hingga seperti, seharusnya sudah bangkrut sejak awal. Tapi tak di sangka, di bagian dapur bersembunyi seorang koki sehebat ini. Apa nama hidangan ini?". Tanya sang presdir membuat Daguo senang.
Minyak merah yang dimasak dari kepala udang dapat mempertahankan rasa manis dari udang. Dan nasi keras sisa kemarin segera menyerap aroma tersebut. Menambah telur kedalam nasi, agar setiap bulir nasi di bungkus dengan telur, dan menjadi nasi goreng emas. Kuning telur asin adalah jiwa yang menghubungkan mereka. Memadukan irisan daging ham yang sudah di goreng dengan telur setengah matang yang direbus dengan suhu 68 derajat, itu adalah perpaduan terbaik. Setiap bahan memiliki karakteristiknya sendiri. Memahami setiap bahan dan masak dengan cara yang tepat. Bahan sesederhana apa pun juga dapat menghasilkan kelezatan yang berbeda.
"Sungguh istimewa namanya". Puji sang presdir. "Jika begitu, bisakah aku bertemu koki yang memasak nasi goreng tamparan ini!". Tanya sang presdir.
"Tidak bisa". Jawab Daguo cepat dan sengaja.
__ADS_1
"Bukan begitu, presdir Lu, se..seperti ini, sebenarnya sangat kebetulan. Itu,, koki kami ini, barusan ambil cuti tahunan". Ucap manager shen terbata gugup mencari alasan, karena sudah memecat orang yang membuat nasi goreng tamparan ini. Dari belakang Daguo menatap dengan kesal.
"Langsung ambil cuti tahunan setelah masak nasi goreng?. Sangat kebetulan ya". Sindir presdir Lu.
"Iya, sangat kebetulan". Jawab manager shen panik.
"Sayang sekali...sayang sekali..!". Ucap sang presdir berdiri melangkah pergi.
"Kenapa sayang sekali?". Tanya manager shen tidak mengerti maksud sang presdir.
"Sayang sekali, harga akuisisi hotel kalian menurun lagi". Timpal asisten presdir menegaskan.
"Bu..bukan, presdir Lu, tidak sayang sekali. Sekarang aku suruh dia batalkan cuti tahunannya". Kata manager shen cepat dan panik. Daguo sangat senang mendengar ucapan manager shen.
Setelah keluar dari kamar vip 1123, manager shen dan Daguo kembali ke dapur hotel dan meletakkan piring kosong di depan semua koki.
"Heh,,sudah lihat bukan, pasti sudah langsung di buang". Nyindir seorang koki senior dengan yakin.
"Heh-heh, memang sudah di buang, semua sudah dibuang ke dalam perut". Balas manager shen, semua koki saling menatap gak percaya. Daguo tersenyum bangga melihat ekspresi para koki.
__ADS_1
**
Suara ponsel berdering dikamar. "Halo...Apa??. Ada hal seperti itu?. Baik, kamu tunggu, aku segera pergi kesana". Ucap she na berteriak kaget saat menerima panggilan telpon tersebut.