
"Lain kali ganti panggilanmu. Panggil kakak ipar. Ayo, kita pulang". Ucap Lu Jin menggandeng tangan she na melangkah pergi.
"Akh...Ibu sakit, sakit, sakit". Pekik Lu zheng ibunya menjewer telinganya.
"Jika tahu sakit, kenapa masih mempermalukan diri di sini?. Aku tidak melarangmu main benda seperti ini di hari biasa. Namun, Kenapa kamu membawanya ke acara seperti ini?. Jika tahu seperti ini, aku tidak akan memaksamu datang. Ikut aku pergi bertemu dengan ayahmu". Omel ibunya dengan kesal. Lu zheng mengikuti ibunya dengan patuh.
Di dalam mobil Lu Jin melihat she na sambil tersenyum di sampingnya.
"Tak kusangka Lu zheng adalah adikmu". Ucap she na membuat senyum Lu Jin memudar. "Aku lumayan berjodoh dengannya. Sebelumnya, ketika kakek sakit, rumah sakit tidak ada kamar lagi. Ayah Lu zheng yang bantu atur kan kamarnya. Jika dikatakan seperti ini, ayah Lu Zheng adalah ayahmu juga, kan?". Tanya she na dengan polos.
"Iya..". Jawab Lu Jim sekenanya.
"Namun, adikmu sangat baik. Penggerak 4 rodanya itu benar-benar sangat menyenangkan. Aku belum puas memainkannya malam ini. Dia adalah adikmu. Seharusnya kamu punya WeChatnya, kan?. Bagaimana jika kamu kirim untukku?". Ujar she na membuat Lu Jin memejamkan mata menahan kesal. "Sebelumnya dia aja aku pergi ke pabrik mobilnya. Dia bilang di pabrik mobilnya ada banyak penggerak 4 roda. Begitu banyak penggerak 4 roda......". Cerocos she na terpotong.
"Nana...". sela Lu Jin tidak mau mendengar she na memuji pria lain, walau pun itu adalah adiknya sendiri. "Sekarang kamu adalah tunanganku. Perhatikan identitasmu, bolehkah?". Ucap Lu Jin dengan lembut.
"Baik..". Sahut she na tersenyum.
"Terima kasih. Aku lelah, bisakah aku istirahat sebentar?". Ujar Lu Jin menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi sambil melihat wajah she na.
"Apakah tidak ingin istirahat?". Tanya she na melihat Lu Jin sedang menatapnya. Lu Jin langsung memejamkan matanya. "Jika begitu, kirimkan Wechatnya padaku". Goda she na. Lu Jin diam tidak menjawab.
Setelah sampai di rumah she na mengganti baju dan membuat teh di dapur. Sedangkan Lu Jin duduk di sofa sambil membaca buku.
"Aku seduh secangkir teh Wolf Berry kurma merah. Cobalah". Ujar she na membawa segelas teh ke depan mulut Lu Jin.
"Aku tidak ingin minum, terima kasih". Sahut Lu Jin dengan cuek, dia masih kesal dengan she na.
"Untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh". Bujuk she na.
"Letakkan di sana saja, aku tidak butuh". Ucap Lu Jin datar sambil membaca buku. She na meletakkan gelas teh di meja dan menyandarkan kepalanya di bahu Lu Jin, mengganggu Lu Jin, namun Lu Jin tetap cuek.
__ADS_1
"Paman, lihatlah. Satu botol, menyegarkan otak. Dua botol, tidak lelah selamanya. 3 botol, selalu tampak mudah. 4 botol, setelah minum, sangat energik". She na meniru gaya yang di lihat di TV untuk merayu Lu Jin agar tidak merajuk lagi.
"Diam..". Desis Lu Jin datar. She na cemberut, memanyunkan bibirnya. Dia berdiri dan duduk di depan Lu Jin.
"Bosku... Kamu tidak ingin pergi ke toilet?".Tanya she na asal.
"Tidak..".
"Aku malas berbicara denganmu". Desis she na berdiri. "Paman, paman, 1 botol, menyegarkan otak. 2 botol, tidak lelah selamanya". Ledek she na sambil menari melangkah ke kamar. Lu Jin menggelengkan kepala melihat tingkah she na. Memejamkan mata menyandarkan kepalanya di belakang sofa. Tak lama she na keluar lagi. "Aku pergi mandi dulu. Apakah nanti kamu ingin mandi?". Tanya she na.
"Kamu tanya, apakah aku ingin mandi di sini?". Tanya Lu Jin balik dengan mata melotot.
"Kenapa?". Ujar she na dengan wajah lugu.
Lu Jin menutup buku dan mengusap wajahnya kasar, lalu berdiri berjalan perlahan mendekati she na. "Nana.....". Lu Jin langsung menggendongnya ala bridal style.
"Akh...". Pekik she na reflek langsung mengalungkan tanganya ke leher Lu Jin. Lu Jin membawanya masuk ke kamar dan melemparnya pelan ke ranjang, lalu dia membuka kemejanya dan membuangnya asal.
"Apa yang kamu lakukan?". Tanya she na dengam gugup saat Lu Jin naik ke atas ranjang.
"Jika kamu tidak ingin mandi, Ayku akan pergi mematikan pemanas airnya, agar tidak boros listrik". Ucap she na dengan gugup mendorong dada Lu Jin, namun, Lu Jin tidak bergerak sama sekali. "Aku salah, aku salah. Ke depannya.....Aku.....Jangan mengingat kesalahan anak kecil. Aku salah, aku ingin pergi ke toilet". Lirih she na dengan wajah gugup.
"Apakah salahmu?. Katakan dengan jelas". Tanya Lu Jin masih mengukungnya.
"Tidak sembarangan bercanda..". Cicitnya.
"Apa lagi..?".
"Tidak menambahkan WeChat Lu zheng".
"Jaga jarak yang sewajarnya. Bisakah?". Tanya Lu Jin menatap tajam. She na mengangguk dengan patuh. "Jika ada lain kali lagi.....". Bisik Lu Jin di telinga she na sambil menatap dengan senyum nyeringai. She na langsung menciut dan merayap lepas dari kungkungan Lu Jin berlari ke dalam toilet.
__ADS_1
"Kamu masih ingin lain kali?. Kamu benar-benar bukan manusia". Cicit she na langsung menutup pintu dengan kencang.
"Dasar bocah..". Gumam Lu Jin tersenyum nyengir dengan tingkah absurd she na.
Keesokan harinya di kantor Celine bekerja.
"Eih.. Apakah kalian melihat di bawah ada orang yang sedang melakukan ritual. Buat sebuah formasi Baqua yang sangat besar". Ujar seorang rekan kerja Celine yang baru datang. " Menurut kalian Feng Shui perusahaan kita bermasalah?". Gosipnya.
"Bagaimana jika kita pergi lihat juga?. Belakangan ini aku sangat sial. Kita pergi lihat bagaimana ritual Master, sekaligus minta beberapa jimat". Timpal Celine dengan jiwa penasarannya.
"Benar, aku juga ingin minta jimat". Rekan kerja yang pria juga ikut gosip.
"Iya, ayo pergi..". Ajak Celine.
"Ayo, ayo, cepat..". Celine dan teman-temannya keluar bersama.
Setelah sampai di depan kantor sudah banyak orang yang berkerumun di sana.
"Ini apa-apaan?". Tanya Celine melihat banyak bunga mawar putih dan merah dalam bentuk lingkaran di bawah.
"Ini bukan formasi Baqua. Tengah-tengah nya kurang dua titik. Ini bukan ritual". Ujar rekan kerja pria Celine. "Aku rasa ini adalah bumbu hot pot, sup merah dan sup putih".Guraunya.
"Mawar merah dan mawar putih". Ujar rekan kerja wanita Celine.
Tak lama M X J berjalan masuk ke dalam lingkaran bunga dengan sebuket daging gulung beserta sayurannya sangat mirip buket bunga mawar.
"Siapa orang ini?". Tanya seorang pria di sana.
"Celine, bukankah dia adalah pria yang menjemputmu dengan Maserati?". Tanya rekan kerja wanita Celine yang pernah melihat M X J menjemput Celine.
Celine tercengang diam menatap M X J yang berdiri diam sambil menatapnya.
__ADS_1
"Xu Zhao Di... Hari itu aku dengar kamu menceritakan kisah hot pot. Kamu bilang waktu kecil, keluarga miskin, tidak sanggup makan hot pot. Maka menaburkan sedikit garam ke air untuk dijadikan sebagai bumbu dasar, memasukkan kol, sawi putih, kubis, dan yang lainnya". Ucap M X J dengan wajah serius. " Jadi, hari ini aku khusus membuat seikat bunga dengan daging sapi gulung. Hanya untuk diberikan kepada kamu yang paling imut. Menikahlah denganku...".M X J langsung berlutut dengan tangan kanan memegang cincin berlian melamar Celine di depan banyak orang.
Semua orang yang ada disana bersorak dan bertepuk tangan. "Bersama..Bersama...Bersama...". Namun reaksi muka Celine berbeda dengan yang lain. Celine terlihat kesal dan mau marah dengan tindakan M X J.