CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
Di pecat


__ADS_3

Tamu vip tadi sudah sampai ke tempat tujuannya. Tidak ada yang tau kedatangan tamu vip ini, dia menyusuri lorong hotel yang sepi, melewati gudang yang sedang berapi, dia berhenti. Melihat kanan kiri tidak ada orang, dengan santai tanpa rasa panik, dia mengambil sebuah kursi dan naik ke atasnya. Mengambil cerutu dan menyalakannya dengan korek api.


She na kembali ke gudang dengan dua ember air di tangan kanan kirinya, sampai di pintu gudang dia berhenti. Melihat ada seorang pria di atas kursi dengan korek api menyala ke cerutu, dia bersembunyi di depan pintu gudang berpikir. ' Apa yang sedang di lakukan orang itu?. Apa dia yang menyalakan api di gudang?'. Tidak mirip orang yang bekerja di dapur juga?. Katanya dalam hati.


"Aku akan celaka, jika dia alarm berbunyi. Jangan-jangan dia yang membuat kebakaran ini?". Gumam she na. Melihat pria itu akan mengarahkan cerutu yang sudah dibakar ke Pendeteksi Asap (Smoke Detector), She na dengan panik mengangkat seember air dan menyiramkan ke arah cerutu di atas hingga cerutu itu mati.


BYUURR...


Pria itu diam mematung karena siraman air dan cerutunya mati, melihat ke arah she na dengan tatapan datar. She na panik ditatap terus dan berkata. " Ap..apakah api disini berasal dari rokokmu?". Tuduh she na terbata.

__ADS_1


Sang pria menunjuk she na untuk mendekat kearahnya tanpa bicara. She na dengan nurut mendekati pria itu dengan kepala menunduk. Pria itu mengambil ember dari tangan she na dan menutupi kepalanya, lalu menyalakan korek api ke Sprinkler. Air langsung menyala dan alarm berbunyi, bip...bip...bip...Pria itu turun dari kursi melepaskan ember di kepalanya, dan meletakkan di atas kepala she na yang masih menunduk tanpa berkata sepatah katapun berlalu pergi meninggalkan she na yang sudah basah karena hujan di gudang.


"Padamkan api,, cepat, cepat padam api". Teriakan dari luar mengagetkan she na. Para koki berlari menuju gudang, karena mendengar suara alarm kebakaran berbunyi. Daguo juga ikut masuk, saat dia melihat she na yang sudah basah kuyup, dia merasa bersalah karena pergi dari gudang. Melihatnya she na langsung memukul lengan Daguo dengan kesal, Daguo hanya diam di pukul.


Di dalam kantor manager departemen makanan dan minuman she na sedang di sidang. " Jadi ini adalah maha karyamu, kamu hebat sekali, Gu she na. Kemampuanmu besar juga, wajan yang baik-baik saja, sudah di bakar hingga menjadi porselen". Cecar manager shen pada she na yang menundukkan kepala. " Katakan, siapa teman sekongkolanmu?". Sambung manager shen.


"Maaf, maaf, kak she na. Aku mohon, jangan bilang aku ikutan, aku mohon kak she na". Ucap Daguo memohon agar tidak menyebut namanya pada she na sebelum pergi ke kantor manager.


"Bagus, Gu she na, kerjaan yang bagus". Sindir manager shen mengangkat jempol pada she na. "Bertanggung jawab atas perbuatan sendiri ya' kan!. Aku akan penuhi keinginanmu. Potong gajimu selama setengah tahun". Lanjut manager shen.

__ADS_1


"Ga...gaji setengah tahun?". She na kaget. "Manager shen, gaji setengah tahun terlalu banyak. Lagipula juga tidak ada kerugian apa pun. Bukankah hanya merusak beberapa taplak meja kumuh saja, aku akan ganti rugi. Aku bisa ganti rugi, aku akan ganti dengan yang baru". Protes she na tidak terima gajinya di potong setengah tahun, karena yang rusak dari kebakaran tersebut hanya beberapa taplak meja yang sudah kumuh. Telepon di kantor manager shen berdering.


"Halo..."


"Apakah kamu tau, orang yang akuisisi ada dihotel?. Harga akuisisi hotel langsung turun, karena kejadian tadi. Kamu harus memberikan penjelasan kepada perusahaan. Berikan hukukman yang berat kepada pelakunya. Jika, tidak ditangani, kamu juga dipecat". Bentak atasan manager shen di telepon membuatnya takut di pecat.


"Gu she na,, kamu di PECAT". Ucapan manager shen bagai petir menyambar.


PIAK...

__ADS_1


"Ha.....". Ucap she na kaget tidak percaya.


__ADS_2