
"Si anak buah". Sahut M X J.
"Apakah dia tidak bisa berdiri di tengah?". Decak sang presdir kesal sendiri melihat foto-foto itu.
"Nanti aku marahi dia" Ucap M X J mau mengambil ponselnya. Namun... "Jangan, jangan jangan...Prak...". Ponselnya sudah di banting oleh Bosnya sebelum tangannya menyentuh. M X J menatap sedih ponselnya hancur tak berbentuk di lantai.
Malamnya, Ziqian mengajak she na makan malam di restoran Pribadi. Saat membaca buku menu, she na tidak mengerti tulisan di dalam buku menu. Ziqian melihatnya langsung mengerti.
"Hidangan pembuka, Irisan Simping Pasifik panggang, di padukan dengan asinan jamur Paris. Saus mentega Truffle hitam. Hidangan utamanya, Bistik sapi sirloin. Makanan penutupnya Frosted Lemon Tart. Wine diracik khusus". Ucap Ziqian menjelaskan membuat she na tersenyum.
"Demi meningkatkan standar makanan dan minuman di Hotel XX, Manager Cheng benar-benar sangat berupaya keras. Khusus mengundangku datang ke restoran Pribadi sebagus ini. Tapi...Apakah biaya makanan kali ini bisa kita klaim?". Seloroh she na.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal ini. Kamu cukup bertanggung jawab untuk mencicipinya dan belajar dengan sepenuh hati. Kamu jangan pergi meminta faktur". Goda ziqian.
"Hari ini aku berpakaian sangat elegan. Mana mungkin melakukan hal yang tidak berwawasan seperti itu?". Ucap she na melihatkan pakaian yang di pakainya tersenyum nyengir.
"Aku hanya mengingatkanmu saja. Biaya makannya tidak penting. Nikmati makanannya dengan baik".
"Aku paham. Aku pasti akan mengendalikan emosiku dengan baik. Belajar dengan giat dan rendah hati. Meskipun tidak enak, aku juga akan memakannya sambil tersenyum". Ucapnya berbisik di kalimat terakhir.
"Tidak sampai tidak enak. Koki di restoran ini, Mason, pernah bekerja di kapal Pesiar Royal Karabia. Selama belasan tahun, dia hanya melayani tamu Presidential Suite. Restoran tempat dia menjadi koki dikenal sebagai Michelin di laut. Tahun lalu dia baru kembali ke Suhai untuk membuka Restoran Pribadi ini. Kurang dari dua tahun, sudah menjadi yang pertama di Suhai. Banyak tamu dan Bos besar waktu itu terbang dari jauh untuk mencicipinya". Ucap ziqian panjang lebar menjelaskan.
"Wow..Begitu hebat?". Puji she na. "Jika begitu, hari ini aku adalah Bos Gu, oke, xiao cheng". Ujar she na bercanda.
"Hahaha...Aku bersedia melayani anda". Balas ziqian dengan senang hati.
Beberapa menit kemudian, pelayan mengantar minuman untuk mereka.
"Tuan, ini adalah racikan terbatas dari restoran kami hari ini". Ucap pelayan meletakkan minuman di meja.
"Terima kasih". Ucap Ziqian.
__ADS_1
"Thank you". Ujar she na.
"Ayo, cobalah". Ucap ziqian mengangkat gelas minumannya di ikuti she na melakukan hal yang sama dengan senyum senang.
"Hm...Xiao Cheng. Benar-benar harus menyuruh rekan di departemen minuman untuk datang belajar disini". Ucap she na setelah mencicipi minumannya. "Sebenarnya Hotel XX juga bisa buat beberapa racikan khusus untuk dicoba oleh para tamu". She na memberikan saran.
"Hotel bintang 5 berbeda dengan restoran Pribadi. Hotel bintang 5 memperhatikan standar. Tapi restoran Pribadi tidak ada standar, hanya memperhatikan karakteristik. Tidak hanya hidangannya yang harus unik, tapi piringnya juga harus di pilih secara khusus. Bahkan tinggi meja, kelembutan kursi, kecerahan cahaya, hingga gaya dekorasi seluruh restoran, harus di satukan dalam estetika tertentu". Ucap ziqian.
"Artinya adalah jika aku ingin membuka restoran, aku harus belajar dekorasi interior dulu?". Ujar she na.
"Kamu ingin membuka restoran?". Tanya ziqian dengan tatapan serius.
"Tentu saja". Jawab she na dengan mantap. "Koki mana yang tidak ingin memiliki restoran sendiri?. Jika tidak, Mason di.....".
"Kapal Pesiar Royal Karabia".
"Di kapal Pesiar Royal Karabia sudah di juluki sebagai Michelin laut, untuk apa dia pulang dan buka restoran Pribadi?". Tanya she na.
"Sepertinya kedepannya, aku benar-benar harus memanggilmu Bos Gu". Ucap ziqian dengan senyum menggoda.
"Kamu yang mengatakannya, ya!".
"Aku yang mengatakannya".
"Ayo minum". Ucap ziqian mengangkat gelasnya.
Sedangkan di rumahnya, presdir Lu duduk dengan gelisah membolak-balikan ponselnya. Lalu berdiri lagi menelpon asistennya.
"Pesankan sebuah kamar untukku di Hotel Sakura. Besok, tidak, tidak,tidak. Sekarang. Kamu ikut denganku, seperti ini saja. Eh, ganti pakaian biasa". Ucap sang presdir setelah berpikir panjang.
Keesokan paginya di tempat pemanahan.
__ADS_1
"Wow...Hebat...". Puji she na melihat ziqian memanah tepat sasaran. "Ajari aku, ajari aku, biarkan aku mencobanya, biarkan aku mencobanya". Ucap she na dengan antusias.
"Ayo, ayo, pegang ini. Iya kanan kiri pegang bagian ini. Regangkan tangan kananmu kesini". Ucap ziqian mengajar she na pegang busur panah.
Presdir Lu dan M X J duduk di sudut yang tak terlihat, lagi memantau gerakan she na dan ziqian seperti orang jahat, memakai kacamata hitam dan bersembunyi.
"Bukankah katanya pergi ikut pelatihan?". Ucap presdir Lu menatap she na.
"Aku dengar Toa Besar bilang hari ini tidak perlu ikut pelatihan. Hari ini adalah kegiatan bebas". Sahut M X J.
"Kegiatan bebas. Kegiatan...Kegiatan bebas jadi datang main panahan". Ucap sang presdir jealous sambil memperhatikan she na.
"Panahan sangat bagus, menguatkan dan menyehatkan badan". Ujar M X J mendapatkan pukulan di dadanya. "Akh...tidak bagus, tidak bagus, tidak bagus. Tidak bagus sama sekali, maaf". Ucap M X J sadar sudah salah bicara.
Mata sang presdir langsung membesar dan membuka kacamatanya melihat pose ziqian dan she na yang sangat dekat. Ziqian mengajari she na dari belakang sambil memegang tangan she na, seperti memeluk she na dari belakang.
"Apa...apa yang sedang dia lakukan?. Apakah ada pelatih seperti itu?. Lihat tangannya. Apa yang sedang dilakukannya?". Geram presdir Lu.
"Iya, mana ada pelatih seperti itu?. Jadi pelatih harua memegang tangan orang?. Berpura-pura menjadi pelatih untuk mengambil keuntungan sendiri. Sangat jahat, astaga". Ucap M X J mengompori, membuat presdir Lu semakin memanas hatinya.
"Beli satu set perangkat baru yang ada disini dan antar ke rumahku". Perintah sang presdir. Dia cemburu melihat ziqian dan she na begitu dekat.
*
Setelah keluar dari tempat memanah, ziqian membawa she na membeli gula kapas.
"Aku ingat sewaktu kecil, kamu sangat suka makan ini". Ucap ziqian.
"Bukan sangat, tapi amat sangat, super". Sahut she na makan gula kapasnya sambil jalan.
"Lihatlah, nempel di mulutmu, lap dulu". Ucap ziqian membersihkan sudut mulut she na dengan tangannya.
__ADS_1
"Lihat lidahku". She na menjulurkan lidahnya membuat ziqian terkekeh melihatnya.
Presdir Lu dan M X J keluar dari tempat persembunyian mereka setelah she na dan ziqian pergi. Hati sang presdir mencelos saat melihat ziqian mengelap mulut she na dengan tangannya.