CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
MENGGODA


__ADS_3

"Jika begitu, kalian juga perlu jar untuk menuangkan wine, kan?". Ucap she na masih berusaha.


"Maaf, sudah mengecewakan anda. Tidak perlu". Ujar Meng xin jie tersenyum meledek, lalu menuangkan wine langsung dari botolnya.


"Tidak beredar di pasaran, mungkin karena tidak mendapatkan izin higienis. Hati-hati keracunan. Muntah gelembung...Huuk...huuk..." Sindir she na dengan muka jutek berlalu pergi.


"Musik...". Seru presdir Lu.


"Dj sudah pulang kerja. Kamu makan sendiri dengan tenang disini". Sahut she na dengan muka cemberut berlalu ke dapur.


"Benar-benar tidak perlu di tuangkan ke jar?". Tanya asisten Meng dengan berbisik dan mendapat tatapan dingin dari sang presdir.


"Apakah kamu adalah sapi?. Kamu harus dengar musik saat makan". Gerutu she na dengan kesal.


**


"Eh, kenapa hari ini kamu ada waktu untuk datang ke tempatku?. Apakah hutangmu sudah lunas". Tanya paman tua saat she na berkunjung ke tempatnya.


"Si marga Lu itu tertipu lagi?". Tanya paman tua.


"Hidupku sangat sulit". Sahut she na lirih.


"Kenapa?".


"Semakin sulit untuk membohonginya. Bawa wine, tapi mereknya di robek. Bilang bawa wine buatan sendiri tidak di tetapkan harganya. Wine tidak perlu dituangkan ke jar, langsung di minum". Adu she na memasang wajah cemberut.


"Jika orang kaya di paksa panik, mereka juga akan menjadi pelit. Hari ini aku datang untuk bertanya padamu, apakah masih ada trik untuk menipu?". Ucap she na meminta ide lagi pada paman tua untuk menipu presdir Lu.


"Bagaimana kamu berbicara?". Cebik paman tua.


"Eh, salah. Seharusnya adalah pendapat yang bermanfaat". Ujar she na salah bicara.


"Kemarilah". Ucap paman tua, dan she na menurut langsung menghampirinya.


"Berdiri, jangan bergerak". Paman tua melihat penampilan she na dari atas sampai bawah sambil berdecak dan menggelengkan kepala melihatnya.

__ADS_1


"Eh, apa yang sedang kamu lakukan?. Sentak she na saat paman tua mau melepas jaketnya. "Kuberitahukan padamu, aku jual seni, tidak jual tubuh". Marah she na memakai kembali jaketnya.


"Apa yang kamu pikirkan?. Berdiri dengan baik. Turunkan tangannya, aku ingin mengukur badanmu". Ucap paman tua dengan santai mulai mengukur badan she na.


*


Esok harinya, presdir Lu sudah selasai makan hidangan pembuka, dan mau melanjutkan dengan makan hidangan penutup. Prrff.....Presdir Lu memuntahkan air yang baru diminumnya saat melihat she na berjalan keluar dari kamar dengan penampilan yang berbeda dengan mata membelalak dan mulut menganga. She na memakai dress selutut warna biru langit, poni sealis, rambutnya terurai dengan indah terlihat sangat cantik. Berjalan dengan anggun menujuk ke meja presdir Lu.


"Presdir Lu. Total biaya anda hari ini adalah terhitung 3.880 yuan". Ucap she na dengan nada lembut sambil menatap mata presdir Lu dengan mata indahnya. Sang presdir masih menatap she na dan menutup mulutnya yang terbuka.


"Baco gulung melon 80 yuan. Salmon goreng 200 yuan. Lobster Australia 600 yuan. Di tambah biaya pelayanan totalnya 1.000 yuan. Kalau 2.000 yuan yang berlebih itu, karena dessert Souffle ini. Ini aku buat dengan tanganku sendiri, oleh tanganku sendiri, kocok telurnya dengan tanganku sendiri". Ucap she na menjelaskan dengan lembut sambil mengangkat tangannya.


UHUK...UHUK.....Presdir Lu tersedak ludahnya sendiri mendengar ucapan she na.


"Sebenarnya bahannya tidak begitu mahal, tapi yang sangat berharga adalah...Niat seorang gadis muda". Ujarnya dengan nada di buat selembut mungkin.


"Baiklah, kalau begitu aku makan dulu". Ucap presdir Lu mau makan dessert di depannya.


"Apakah benar-benar tidak berharga?". Ucap she na membungkuk dan melipat tangan di meja, wajahnya sangat dekat dengan wajah presdir Lu. Sang presdir membeku sesaat ketika wajah she na mendadak ada di depannya.


"Maksudku dessert ini, apakah tidak sebanding dengan harga 2.000 yuan". Tanya she na mendekatkan lagi wajahnya.


Sang presdir menelan salivanya dengan susah payah melihat mata dan bibir indah she na begitu dekat dengannya.


"Ber..harga. Berharga". Ujar sang predir dengan susah.


"Kalau begitu, kamu mau coba mencicipinya lagi?". Ucap she na dengan senyum menggoda.


"Baik..". Sahut presdir. Lalu she na segera berdiri dan memberikan nota pembayaran untuk di tanda tangani presdir Lu. Sang presdir langsung tanda tangan tanpa berkata apa pun.


"Terima kasih Bos, total harganya adalah 5.000 yuan. Selamat menikmati!". Seru she na tersenyum senang dengan cepat ketika sudah mendapat tanda tangan tidak ada nada lembut lagi.


"Kenapa jadi 5.000 yuan?. Bukankah 4.000 yuan?". Tanya presdir Lu terkejut.


"Baju tidak perlu uang?. Poni ini tidak perlu uang?. Semua pakaian tingkat lanjut musim semi dan musim panas sudah di kenakan untuk kamu. Apakah tidak bagus.Hmm?". Tanya she na dengan senyum manja.

__ADS_1


"Tidak". Jawab sang presdir dengan enteng.


"Kalau begitu, kamu cepat makan, selesai makan pulanglah". Ucap she na dengan ketus mendengar jawaban presdir Lu.


"Oh, baik". Kata presdir Lu, baru mau lanjut makan dessertnya, namun...


"Ini sudah dingin sepertinya, juga tidak enak di makan. Selamat datang kembali!". Ucap she na mengambil piring dessert dan membawanya ke dapur dengan cuek. Sang presdir mematung melihatnya dan hanya minum air putih dan berlalu pergi dari rumah she na.


"Trik...Ini pasti trik". Decak Meng xin jie setelah mendengar cerita bosnya.


"Gadis kecil ini pasti ingin menggoda kamu dengan kecantikannya, kemudian menipu seluruh uangmu". Ujar Meng xin jie dengan kesal.


"Tidak mungkin, aku, aku tidak mungkin tergoda". Ujar presdir Lu mengelak.


"Tidak..Dia tidak mungkin bisa menggodaku. Itu, aku tidak mungkin. Aku tidak.....". Sang presdir coba menjelaskan dia tidak mungkin tergoda oleh she na.


"Sudah...Mengerti, mengerti Bos. Sudah menjadi sifat manusia untuk menyukai yang indah, tidak akan meremehkan kekuatan cinta". Timpal asisten Meng memotong ucapan bosnya.


"Tidak, kamu tidak mengerti maksud aku".


"Aku mengerti, aku mengerti. Aku kasih tau kamu, terutama perpaduan gadia imut dan seorang paman tua. Paman itu biasanya akan di tekan habis-habisan oleh gadis imut. Sangat menakutkan". Ucap asisten Meng mengartikan presdir Lu sebagai seorang paman.


"Apa maksud kamu?". Tanya presdi Lu dengan muka datar.


"Maksudku adalah kamu sekarang sangat pasif. Kamu harus menjadi aktif dari pasif". Ucap asisten memberi masukan.


"Bagaimana caranya?". Tanya sang presdir penasaran.


"Kamu kemari..". Sang asisten minta bosnya mendekat, lalu membisikkan rencananya.


Mata sang presdir membulat mendengar ide asistennya.


"Ini sangat berbahaya".


"Tidak bahaya. Aku kasih tau kamu, Bos. Hal lain kamu malihat aku Meng xin jie tidak bisa, tidak apa-apa. Tapi mengenai wanita, coba kamu tanya seluruh kota, gadis mana yang tidak kenal aku, Meng xin jie". Ucapnya dengan bangga.

__ADS_1


__ADS_2