CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur

CEO Dingin Di Taklukkan Cinderella Dapur
2.000-AN YUAN


__ADS_3

"Bayar". Seru Meng xin jie pada pelayan setelah selesai makan.


"Totalnya adalah 1.300 yuan. Aku akan scan". Kata pelayan dalam bahasa mandarin dengan kurang lancar memberi scan kode di ponsel Meng xin jie.


"Tunggu sebentar. Bayar masing-masing. Saat pembayaran, mandarinmu lumayan lancar. Ini". Cerca Celine melihatkan ponselnya.


"Ternyata kalian berdua hanya duduk semeja saja". Ujar pelayan sambil menscan ponsel Celine dan Meng xin jie, setelah itu berlalu pergi.


"Awalnya aku ingin mentraktirmu makan". Ucap Meng xin jie.


"Kita sudah selesai makan, juga sudah bicara. Perjodohan kita berakhir disini. Mulai saat ini, tolong jangan mengajakku keluar dengan alasan apa pun lagi. Kamu seorang supir, tidak gampang mencari uang. Jangan terlalu boros". Cibir Celine menyindir sambil berdiri dan berlalu pergi.


"Seperti ini saja, aku traktir kamu ke pemandian Finlandia". Seru Meng xin jie melihat Celine pergi, namun Celine tidak menanggapinya. Meng xin jie menghela nafas menerima nasib.


**


"Silakan anda bayar dulu". Ucap she na tersenyum sambil memberikan nota makanan pada presdir Lu.


"Total transaksi anda hari ini adalah 2.600 yuan". Ujarnya membuat sang presdir kaget.


"2.000-an??. Kenapa mahal sekali". Tanya presdir Lu menautkan alis.


"Presdir Lu, biar aku hitungkan secara detail. Makanan kita hari ini senilai 500 yuan. Biaya layanan sesuai dengan harga pasar adalah 20%. Aku hitung 600 yuan. Harganya mahal karena..Wine anda yang mahal". Ujar she na menjelaskan dengan suara lembut.


"Aku bawa winenya sendiri". Kata presdir Lu.


"Biaya pembukaan wine 20%, harga pasar . Jadi total transaksi anda hari ini adalah 2.600 yuan". Sahut she na nyengir. "Karena kita dapat berkomunikasi secara rukun, Aku hapuskan satu nol. Hitung 2.000 yuan saja ,oke?". Ucapnya dengan senyum licik.


"2.600 yuan saja". Ujar presdir Lu menolak potongan harga dan langsung tanda tangan. She na tersenyum senang melihatnya.


"Selamat datang kembali. Terima kasih". Ucap she na membungkuk saat sang presdir berjalan mengambil long coatnya.

__ADS_1


"Selamat jalan, hati-hati di jalan. Sampai jumpa". Cicit she na dengan nada mengejek. Presdir Lu menatap kesal dan langsung membuka pintu, namun tidak bisa.


"Putar ke kiri". Kata she na dengan tangan memutar ke kiri tersenyum nyengir.


"Tutup pintunya, terima kasih". Sambungnya saat presdir Lu sudah membuka pintu dan menutupnya dengan kasar. PONG...


She na tertawa senang melihat nota pembayaran itu, dan menempelnya pada papan dengan hati-hati.


"Bersulang....." Seru tiga sekawan beda usia malam harinya.


"Paman tua, ngomong-ngomong trik kamu ini sangat kejam". Ujar she na pada pamannya yang memberinya ide tadi pagi.


"Benar. Sekali makan 2000-an yuan. Jika masak beberapa kali, bukankah hutangnya akan segera lunas?. Bisnis ini bisa di kerjakan selamanya". Timpal Celine dengan semangat, Di jawab anggukan kepala she na tersenyum bahagia.


"Sangat bagus, na na. Menurutku, kamu tidak perlu menjadi koki lagi. Buka restoran saja". Ucap paman tua memberi ide tak kalah semangat.


"Benar, benar, benar, aku kerja denganmu. Kamu masak, aku jadi pelayannya". Ucap Celine mendukung ide paman tua.


"Boleh. Minum...". Sahut she na tertawa senang mengangkat botol bir, ketiganya minum dengan senang.


**


"Yes I know. Yeah don't worry. I have the ability to make good decisions. Yes. So?. (Iya, aku tau. Iya jangan khawatir. aku memiliki kemampuan mengambil keputusan yang baik. Iya. jadi?)". Ucap presdir Lu berbicara di telpon sambil menuangkan minum untuk presdir Fang.


"Fine, I'll definitely go there. All right, next week. Oke, see you. (Baik, aku pasti akan pergi kesana. Baik, minggu depan. Oke, sampai jumpa)". Ucap presdir Lu menutup telpon.


"Maaf aku terlalu sibuk". Ucapnya pada presdir Fang.


"Tidak masalah".


"Ingin dimulai". Ucap presdir Lu meletakkan dokumen pengakuisisian hotel XX.

__ADS_1


"Presdir Lu, seperti ini. Belakangan ini ada banyak perusahaan yang berniat untuk mengakuisisi hotel kami. Dan harganya sedikit lebih tinggi dari harga presdir Lu". Ucap presdir Fang mengembalikan dokumen pada presdir Lu.


"Jadi, kenapa kamu berada di tempatku?. Seharusnya kamu pergi berdiskusi dengan mereka. Bukankah begitu?". Tanya presdir Lu dengan datar.


"Karena aku merasa presdir Lu berjodoh dengan hotel kami. Grup Zheng hong adalah perusahaan pertama yang membicarakan soal akuisisi dengan kami. Baik dari segi hubungan atau peraturan, secara umum maupun pribadi, aku tetap harus datang memberitahu anda. Jika bukan karena harga yang anda berikan terlalu rendah, mungkin sekarang kita sudah berada di pesta perjamuan penanda tanganan". Ucap presdir Fang berharap bisa menaikkan harga akuisisi hotel.


"Presdir Fang, katakan secara langsung saja. Jika kamu ingin bertanya padaku, apakah harga ini masih bisa berubah, aku akan memberitahumu dengan penuh tanggung jawab, bisa". Ucap presdir tegas langsung pada intinya, presdir Fang mengangguk sambil senyum.


"Setiap hari pengakuisisian hotel ini di tunda olehmu, hargaku akan terus berkurang sedikit. Aku juga sangat sibuk. Kamu pikirkan lagi baik-baik, lalu balas aku. Tidak perlu buru-buru". Ujarnya sambil minum, senyum presdir Lu langsung menghilang di akhir kata.


**


Esok paginya presdir Lu dqn asistennya kembali ke rumah she na.


"Silakan dinikmati". Ucap she na meletakkan hidangan di meja.


"Terima kasih". Ucap presdir Lu.


"Bistik sirloin Australia suhu rendah". She na mengenalkan nama masakannya.


"Preadir Lu, hari ini anda ingin minum apa?. Aku tebak, anda pasti bawa wine sendiri". Ujar she na penasaran.


"Benar. Wine Bebianchi". Sahut sang presdir, lalu asisten Meng mengeluarkan wine yang di bawanya.


"Ini pasti sangat mahal, kan?. Aku bantu kamu untuk membukanya?". Ucap she na dengan senang mau mengambil wine dari tangan Meng xin jie. Namun sang presdir langsung mengangkat tangan menolaknya.


"Tidak perlu". Ucap presdir Lu langsung.


"Kamu saja yang membukanya". Pintanya pada sang asisten.


"Presdir Lu, anda tidak mungkin tidak tau bahwa, biaya buka wine bukan berarti biaya biaya buka botol wine, tapi adalah layanan terhadap arak dan minuman yang dibawa, kan?" Tanya she na berharap bisa membuka botol wine yang keliatan mahal itu.

__ADS_1


"Kami tau soal ini, guru Gu". Jawab Meng xin jie. "Tapi sayangnya, wine jenis ini tidak beredar di pasaran. Meskipun harganya lumayan mahal, tapi ini termasuk koleksi gudang arak pribadi, jadi harganya nol". Ucap Meng xin jie menjelaskan, lalu membuka botol wine. Dan sang presdir tersenyum melihat muka kecutnya she na.


"Jika begitu, kalian juga perlu jar untuk menuangkan wine, kan?". Ucap she na masih berusaha untuk mendapatkan bayaran lebih.


__ADS_2