CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Paris 2


__ADS_3

Licas dan Tsania duduk saling berhadapan, duduk dalam diam, suasana terasa sunyi, mereka berdua seakan fokus pada wine di dalam gelas yang mereka pegang, melakukan Swirling atau putaran yang bertujuan untuk mengaduk dan mencampur rasa wine.Dan tak lupa mencium aroma wine sebelum meminumnya.


Tsania diam-diam mencuri pandang pada sosok pria yang duduk di depannya itu, melihat Lucas menghabisakan minuman itu dalan satu tegukan, membuatnya tersenyum penuh misteri.


Dan Untuk Lucas, entah kenapa badannya merasa panas, matanya seakan buram, melihat sosok Tsania seakan berbayang banyak sekali. Lucas mengosok matanya, mencoba menyadarkan matanya agar fokus, tapi semua seakan percuma, terlihat dari matanya Tsania seakan berputar-putar.


" Apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Tsania khawatir.


" Ya , hanya sedikit pusing."


" Pusing ?" Tsania berjalan mendekati Lucas.


" Berhenti di situ, lebih baik kamu segera pergi, aku butuh istirahat." Suruh Lucas, pria itu berusaha keras mencoba mempertahankan kesadarannya.


" Tapi, aku hanya ingin memastikan, apakah kamu baik-baik saja ?" Tsania bersikukuh mencoba.


" Tidak, aku baik-baik saja, sekarang pergilah."


" Lucas..."


" Keluar !" Teriak Lucas. Ia berusaha bangkit dari duduknya, berusaha sekuat tenaga menjaga keseimbangan tubuhnya, yang entah kenapa semakin terasa berat.


Lucas berusaha mendorong Tsania keluar, Tapi sekuat tenaga juga Tsania berusaha untuk tetap tinggal. Untuk sesaat terjadi aksi saling dorong antara mereka berdua.


" Lucas, kamu sedang tidak enak badan, biar aku membuatkanmu minuman hangat untukmu."


" Tidak perlu, sekarang kamu keluar !"


" Lucas, di sini tidak ada yang menjagamu."


" Tsania, aku bilang keluar !" Teriak Lucas, emosinya sudah tidak bisa di bendung lagi, setelah lama ia menahan itu. Rasanya dia harus mengusir segera wanita itu dari kamarnya. Tapi semakin dia mengeluarkan tenaganya, semakin berat pula tubuhnya untuk mempertahankan kesadarannya. kepalanya semakin terasa pusing, matanya semakin buram untuk melihat. Hingga akhirnya kesadarannya pun hilang, Lucas tidak sadarkan diri tepat di pelukan Tsania.


****


Pagi


Matahari pagi memaksa masuk kedalam ruangan, menyinari seluruh ruangan, hingga membangunkan Lucas yang masih tidur.


Dengam berat, Lucas mencoba membuka matanya, melihat kearah jendela. Untuk sesaat dia tidak sadar dengan dirinya, ia mencoba mengingat-ngingat lagi apa yang semalam telah terjadi, terakhir yang dia ingat hanya, ia minum dengan Tsania.

__ADS_1


Setelah itu entah apa yang terjadi, dia tidak tahu, yang dia tahu hanya dia berbaring di ranjang saat ini.


Lucas berusaha duduk, di ambilnya ponsel di nakas, dekat dengan ranjangnya, ada pesan dari Jingga. melihat itu sontak senyum bahagia tercipta dari bibirnya.


Tapi tiba-tiba senyuman itu hilang, saat ia merasa ada yang aneh, ia mendengar suara germicik air di kamar mandi.


Siapa yang mandi ?


Dan untuk saat ini dia mulai nyadari, ada yang tidak beres dengam dirinya. di lihatnya tubuhnya di balik selimut yang menutupi tubuhnya saat ini. Polos tanpa sehelai pakaian.


Sontak wajahnya terlihat pucat pasi.


Tidak mungkin, ini pasti cuma mimpi !


Lucas melihat keadaan di ruangan itu, baju yang tadi malam di pakainya sudah berserakan di lantai, dan juga ia melihat dengan jelas baju wanita di sana, baju yang tidak asing baginya. Baju Tsania !


Lucas mengacak-ngacak rambutnya dengan kesal, mencoba mengingat kembali apa yang tadi malam sudah terjadi. Tapi sayangnya otaknya seakan tidak berfungsi, tidak ada yang dia ingat. Sama sekali tidak ada yang dia ingat, yang dia ingat hanya saat dia marah menyuruh Tsnaia keluar, setelah itu entahlah.


Lucas segera bangun, di ambil dan di pakainya pakaian yang tergeletak di lantai itu.


Ingin rasanya dia memastikan, siapa wanita di dalam kamar mandi itu, tapi entah kenapa dia seakan tidak mampu, tidak ada keberania disana.rasa takut dan khawatir mengusik hati dan pikirannya.


Lucas berjalan keluar, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat terdengar pintu kamar mandi terbuka, tubuhnya seakan mematung, jatungnya berdetak sangat cepat. Ia tidak berani menoleh kebelakang, melihat sosok yang keluar dari kamar mandi itu.


Ia ingin sekali mengutuk kebodohannya saat ini.


" Kamu mau pergi ?"


Suara yang sangat familiar di telinga Lucas. Itu suara Tsania.


Benar itu Tsania !


Kini Sudah terpampang jelas dan nyata jawaban dari sebuah kejadian yang tidak dia ingat. Lucas tidak bodoh dia tahu betul dengan arti semua ini, bangun tidur dengan tubuh polos tanpa sehelai kain yang terpakai, baju-baju yang tadi malam ia pakai sudah berserakan di atas lantai, begitu pula dengan baju Tsania yang juga berada di sana, dan sekarang. Tsania keluar dari kamar mandi. Tadi malam sudah terjadi sesuatu diantar mereka berdua.


Lucas sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. Seluruh otak ya seakan berpikir ini semua tidak mungkin terjadi. Ini semua ini tidak benar, ia tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti ini. Tapi lagi-lagi ia tidak bisa mengelak lagi, bukti sudah terlihat jelas di depan matanya, terlepas dari apa yang ia tidak ingat tentang semalam.


Lucas bergegas pergi, meninggalkan Tsania. Tanpa menoleh kaearah wanita yang masih berdiri mematung, yang hanya mengunakan handuk untuk menutupi sebagain tubuhnya.


Tsania melepas kepergian Lucas dengan senyuman.

__ADS_1


Jingga, setelah ini Kamu sudah tidak bisa sombong lagi !!!


****


Lucas keluar dari kamar itu, dengan langkah cepat dia bergegas menuju kamar Jimmy, mengetuk pintu kamar Jimmy dengan kerasnya, seakan dia melampiaskan kemarahannya di pintu itu.


Tak lama Jimmy membuka pintu.


" Tuan....."


Bughh... !!


Satu pukulan keras mendarat di wajah Jimmy sebelum ia menyelesaikan ucapannya, tepat di sudut bibirnya berdarah, Jimmy yang merasa kaget dengan pukulan itu hanya bisa pasrah, dia tidak tahu apa yang terjadi. Apa alasan tuannya memukulnya, apa salahnya ? Entahlah.


Tapi dari sorot mata tuannya, Jimmy dapat melihat jelas amarah di sana.


" Kenapa kamu membiarkan Tsania masuk kedalam kamarku ?" Teriak Lucas.


Tsania ? wanita itu di sini ?


" Maaf tuan tapi....."


Brugh ...!!


Satu pukulan keras lagi mendarat di wajahnya, kini di pelipis matanya. Jimmy sekaan pasrah tidak melawan, dia tahu betul,saat ini dia sedang di jadikan pelampiasan amarah oleh tuannya.


" Wanita sialan itu... Dia bener-bener brengsek !" Teriak Lucas lagi.


Jimmy semakin bingung dan tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi, hanya karena Tsania masuk kedalam kamarnya, kenapa dia harus marah seperti ini ?


" Maaf, tuan sebenarnya apa yang sudah nona Tsania lakukan ? Tanya Jimmy, ia sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.


Terlepas dia di jadikan samsak tinju oleh tuannya, dia tidak peduli, setidaknya dia harus tahu apa masalahnya.


" Dia... Ah sudah lupakan, sekarang pesankan tiket. Aku mau pulang sekarang !!"


Lucas benar-benar sudah tidak bisa menahan amarahnya, rasanya semua berkecamuk di dalam hatinya, takut, marah, sedih dan juga kecewa. Setelah ia keluar dari kamar itu, yang ada di dalam pikirannya hanya Jingga. Istrinya yang sedang menunggunya. Istri yang sangat ia cintai. Sebuah kesalahan besar telah ia lakukan. Rasa bersalah berkecamuk di dalam hatinya.


Jingga, maafkan aku !!!

__ADS_1


__ADS_2