
Mata Jingga masih menatap tajam sosok Lucas ya g sedang duduk di ranjang sambil bermain denan ponselnya.
Jingga melirik dengan tatapan tajam penuh kesal, dia tidak bisa menyerah begitu saja, ia harus mendapat ijin untuk membawa bikini itu. ia tidak mau mundur sebelum mendapatkan apa yang dia mau.
" Lucas udah malam, ayo tidur." Ucap Jingga sembari bergerak mendekat kearah suaminya itu.
" Ya kamu tidur aja dulu, aku belum ngantuk." Ucap Lucas santai.
" Ok." Jingga sudah merasa kesal sendiri dengan sikap Lucas, entah kenapa Lucas terlihat sangat menyebalkan hari ini.
Jingga dengan fokus melirik kearah Lucas, dia harus mencari cara jitu sekarang juga.
" Gak usah lirik-lirik, jangan harap kamu bisa membawa bikini itu !" Ucap Lucas menegaskan lagi. Sama halnya dengan Jingga, pria itu juga keras kepala dengan prinsipnya.
Jingga memejamkan mata mencoba memikirkan cara apa lagi yang harus dia gunakan ? Setelah konsentrasi penuh, mata Jingga kembali terbuka dan dengan cepat beraksi, mendekat dan bermanja di pundak suaminya itu.
" Kamu beneran nggak ngijinin ?" Tanya Jingga dengan manjanya.
Lucas mengangkat alis, kepalanya langsung menggeleng.
" Nggak ! Kalau kamu mau, kamu pakai sekarang itu bikini."
Jingga bertambah kesal mendengar ucapan Lucas.
Terus ngapain, aku pakai sekarang ?
Lucas mengamati Jingga yang terdiam, sepertinya, wanita itu sudah mulai menyerah dan menerima kekalahannya. Lucas sudah akan bersiap tidur, di letakkannya ponsel di atas nakas, tetapi tiba-tiba Jingga bergerak maju dan memeluk erat, tubuh Lucas langsung menegang kala Jingga menyerukan wajahnya di dadanya.
Tunggu, mau apa Jingga sekarang ? Tenang . Percuma aku tidak akan goyah !
" Aku beneran mau renang di pantai, please ?" Jingga memandang Lucas melalui matanya yang penuh harap. Bisa dilihatnya wajah Lucas sudah berubah kaku.
__ADS_1
" Lucas."
Mata Lucas langsung turun saat jemari Jingga bermain-main di dadanya yang terbalut kaus dengan begitu lembut. Satu tangan milik Jingga yang lain pun sudah menyentuh pipinya pelan, Lucas langsung menelan ludah.
" Aku nggak bisa, pokoknya nggak boleh. titik !" Lucas masih bersikeras diantara gempuran godaan yang Jingga lancarkan. Padahal, Jingga sudah bisa merasakan nafas pria itu mulai berat.
" Kamu nggak sayang sama aku ?" Jingga makin merapatkan tubuhnya pada Lucas, membuat pungguh Lucas menyetuh dinding tepat di belakang ranjang.
Demi tuhan, Lucas sudah tidak bisa menahannya, ingin rasanya segara melahap istrinya itu, apalagi Jingga memasang wajah melas, yang malah terlihat mengemaskan bagi Lucas.
" Kamu beneran nggak sayang sama aku ?" Tanya Jingga sekali lagi.
Lucas mendesah lemah, " Bukan hanya sayang, aku cinta mati sama kamu."
" Ya terus kenapa, kamu nggak ijinin aku." Jingga semakin nakal dengan jarinya, menarik kaus yang dipakai Lucas ke atas hingga terlihat kotak-kotak di perutnya itu.
" Aku nggak mau kamu di lihatin pria lain di tempat umum, tubuh kamu itu cuma aku yang boleh lihat."
Ya tuhan kuatkan aku.
Lucas menelan ludahnya dengan berat, rasanya cobaan yang dia hadapi saat ini sungguh sangat berat. Ini adalah kelemahannya.
" Kan tubuh aku sudah jadi milik kamu, apalagi yang kamu khawaritkan ?"
Demi segala yang ada di bumi, saat ini Lucas sudah tidak tahan, kenapa Jingga bisa sangat menggoda ? Kan Lucas jadi lemah seketika.
" Lucas ?" Jingga menengadah menatap Lucas, Jemari wanita itu menyentuh lembut are dia bawah mata Lucas.
" Apa sayang ?"
" Boleh, ya ?"
__ADS_1
" Jingga, please."
Saat itu juga Jingga mempertemukan bibir mereka berdua, Ok fiks ! Lucas menyerah seketika, Jingga memundurkan sedikit jarak bibir mereka berdua, membuat Jingga masih bisa merasakan embusan nafas yang menggoda dari bibir wanita itu. Lucas sudah sangat sesak di buatnya.
" Apa kamu mencintaiku ?" Satu kecupan mendarat di bibir Lucas lagi.
" Ya, aku sangat mencintaimu." Balas Lucas pelan, detak jantungnay seakan berpacu tak beraturan.
" Kamu mau aku bahagiakan ?" Kecupan lain bersarang di leher Lucas.
Oh **** !
Lucas memejamkan matanya, Jingga saat sangat nakal !
" Tentu aku mau bahagia."
Jingga menyentuh kedua sisi wajah Lucas, dan menariknya kembali mendekat, bibirnya sudah menyentih halus bibir Lucas, Hanya saja Jingga belum bermain nakal di sana. Karena dia belum selesai bicara.
" Jadi aku boleh pakai itu di pantaikan ? please ?" Jingga memajukan bibirnya dan bermain nakal di sana. Lucas sudah tidak tahan lagi.
" Boleh, ya sayang ?"
" Ah... Aku nyerah, terserah kamu !"
Dengan cepat, bibir Lucas meraup lembut bibir istrinya itu yang sedari tadi menggodanya, Oh tuhan ! ini benar surga !
Bagi Lucas persetan dengan harga diri, iya dia memang semurah itu jika dihadapkan dengan pesona Jingga, Istrinya inj benar-benar bisa membuatnya tergila-gila hanya karena sentuhannya saja dan suara manjanya yang begitu nakal menurutnya.
Sementara itu Jingga tersenyum puas, akhirnya Lucas, menyerah padanya, Sebenarnya sedari tadi, Jingga juga sudah tidak tahan untuk mencium Lucas. Dan ekspresi Lucas benar-benar lucu. Sebagai bayarannya, untuk malam ini Jingga hanya bisa pasrah. Mau berapa ronde dan berapa lama itu terserah Lucas. Yang penting ia sudah mendapat ijin membawa bikini itu.
Bali, im coming !!!
__ADS_1