CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Cemburu 2


__ADS_3

Jingga masih sibuk dengan pikirannya sendiri, ia tidak menghiraukan sosok Lucas yang duduk di sampingnya. Pikirannya masih tertuju pada sosok Tsania, Jingga tidak pernah menyangka akan di buat sekesal ini dibuatnya. Wanita itu begitu licik ingin mencari perhatian Lucas. Walaupun dulu mereka berdua teman lama, tapi menurutnya tidak pantas teman lama masih mengganggu teman yang sudah berumah tangga.


Jingga benar-benar tidak menyukai cara wanita itu memperlakukan Lucas.


Di luar isi kepalanya, yang sedang memikirkan Tsania, Jingga merasa suhu di ruangan tiba-tiba memanas. Udara di sekitarnya seperti tidak berputar dengan semestinya. Belum lagi masalah pertukaran udara yang sedikit terasa aneh. Jingga merasakan ada yang bergerilya di pinggangnya. Rasa geli itu menjalar mulai dari bahu, lengan, dan berhenti di sekitar pinggulnya, Ah, Jingga lupa, Masih ada orang mesum di sampingnya.


" Tangan, Lucas, Tolong di jaga."


Bukannya menjauh, Jingga merasakan tubuhnya makin diimpit setahu Jingga, ia tidak sedang duduk di tengah sofa, dan entah kenapa kini ia sudah bergeser semakin jauhnya, hingga mentok sampai di lengan sofa, Ternyata ada yang mepet-mepet sedari tadi.


Jingga sendiri bertambah kesal, kenapa Lucas tidak bicara apa-apa tentang pesan itu.


Apa Lucas, berniat menyembunyikannya ? Sebenarnya apa yang telah terjadi antara Lucas dan Tsania ?


" Lucas, denger gak, sih ? Ini ngapain duduk mepet-mepet segala ? Geser !"


" Ya elah, sayang, mepet sama istri juga, masa nggak boleh ?"


" Tunggu, ada sesuatu yang pengen kamu ceritaiin ke aku nggak ?"


" Cerita ? Apa ?"


" Ya cerita, sesuatu yang terjadi ke kamu selama aku di Bali ?"


Lucas berpikir, mencoba mengingat, ada hal apa yang harus ia ceritakan pada istrinya. Tapi sepertinya tidak ada.


" Udahlah, kalau memang kamu nggak mau cerita, ya udah, gak penting juga ?"


Ucap Jingga kesal.


" Tunggu-tunggu, sebenarnya ada apa sih ini, sumpah aku nggak ngerti!"


" Pikir aja sendiri." Lucas yang bingung, dan meaa terponkk, mengacak-ngacak rambutnya dengan kesal.


" Sebenarnya kamu marah kenapa sih ? Kalau ada msalah itu cerita, jangan ngambek nggak jelas kayak.gini ?"


" Ya kamu pikit aja sendiri, di ingat-ingat kamu punya salah apa, kamu nyembunyiin apa dari aku ?"


Lucas semakin tidak mengerti, sebenarnya apa yang terjadi, dia salah apa ? dia sembunyiin apa ? Nggak ada ?


" Sayang please, kamu jangan kayak gini, ngomong yang jelas, kenapa kamu tiba-tiba marah kayak gini ? Aku buat salah ya ?"


" Nggak tahu."


" Ah, terserah lah, kayaknya aku nggak pernah bener deh."

__ADS_1


" Sebenarnya apa yanh sudah terjadi antara kamu sama Tsania ?"


" Tsania ? Nggak ada !"


" Nggaka ada apa ? Tadi malam dia kirim pesan ke kamu ?"


" Kamu nggak priksa pesan di ponselmu ?


" Nggak, aku nggak pernah buka pesan yang masuk, karena aku biasa menlfon dan menerima telfon ketika ada sesuatu yang penting ."


Ya jelas sih, waktu aku di Bali, kamu nelfon aku setiap dua jam sekali !


" Ya udah , lihat aja pesannya apa ?" Ucap Jingga degan sinis, karena saat ini dia benar -benar kesal, dia butuh penjelasan dari suaminya itu saat ini juga.


" Pesan ? Pesan apa ?" Lucas semakin bingung, di periksanya pesan di ponselnya.


Oh, gara-gara ini.


Seketika Lucas tertawa menyadari alasan kemarahan Jingga saat ini.


" Kenapa kamu tertawa ?"


" Ya lucu aja."


" Nggak sayang, bukan gitu, kamu itu marahnya nggak mendasar, lagian cuma gara-gara pesan kayak gini kamu marah ?"


" Terus sapu tangan itu ?"


" Oh itu, aku minjemin ke dia, saat dia nangis."


" Nangis ? Kamu ngapain dia, kok sampai nangis ?"


" Aku nggak ngapai-ngapain ."


" Terus ?"


" Kemarim itu, hari kematian kakakku, dan aku ke makam barenh dia, dan dia nangis, karena kasian ya udah aku pinjemin itu sapu tangan."


" Beneran ?"


" Iya."


" Tunggu dulu, kamu ke makam sama Tsania, berdua aja ?"


" Nggak , ada Jimmy juga."

__ADS_1


Mendengat penjelasan itu, Jingga hanya menganggukan kepalanya sembari ber ow ria.


" Kamu cemburu ya ?"


" Nggak, siapa juga yang cemburu."


" Udah jujur aja, nggak usah jual mahal kayak gitu."


" Ya aku cemburu, aku nggak suka kamu deket-deket sama dia."


" Sayang, kamu tenang aja, cinta dan seluruh hidup aku cuma buat kamu, nggak bakal ada wanita lain."


" Ih gombal !"


" Beneran ?"


" Buktinya ?"


Dan Cup, ciuman singkat mendarat di bibir Jingga.


" Itu bukti aku."


Wajah Jingga sontak memerah karena malu.


Dan tiba-tiba Lucas menarik tubuh Jingga masuk kedalam pelukaknya. Jingga bahkan terkejut dengan sikap Lucas yang tiba-tiba.


" Terima kasih ?"


" Terima kasih ? Buat apa ?"


" Buat cinta kamu ke aku, aku senang kamu cemburu, itu tandanya kamu bener-bener cinta sama aku. Dan aku janji aku nggak bakal ngecewaiin kamu. I love you istriku ."


Jingga tersenyum bahagia mendengar itu, saat ini dia begitu bahagia bisa bersama Lucas.


" Aku juga mencintaimu.... suamiku."


" Oh ya, aku mau tanya, apa yang kamu suka dari aku ?"


Dengan cepat, Lucas menjawab , tanpa berpikir.


" Nggak ada, cuma aku nggak bisa hidup tanpa ada kamu ."


Oh tuhan, dari mana Lucas belajar gombal kayak gini ?


Lucas tersenyum lebar, di raihnya wajah Jingga dan di tariknya mendekat, sedari tadi ia ingin mencium wanita itu. Lucas tersenyum di sela-sela ciuman mereka, sedangkan Jingga malah bengong, karena ciuman yang tiba-tiba itu.

__ADS_1


__ADS_2