CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
merajuk


__ADS_3

" Ini berkas tentang proyek di kota x ." Ucap Tsania sambil menyerahkan berkas yang ada di tangannya.


Lucas tidak menjawab pria itu mengambil berkas di tangan Tsania dan sesaat membaca dengan serius.


" Nanti walikota kota x mengajak makan siang, mereka berharap kita bisa datang ?"


" Nanti siang aku sudah ada janji."


"Dengan Jingga." Tanya Tsania penasaran.


" Hmm." jawab Lucas singkat.


" Tapi pertemuan ini sangat penting, jika kita tidak mendekati walikota sangat sulit untuk proyek itu bisa sukses." Tsania mencoba menjelaskan.Dia berusaha menggagalkan Janji Lucas dengan Jingga.Dia sangat marah jika Lucas terus memperdulilkan Jingga.


Sejenak Lucas terdiam membenarkan ucapan Tsania.


" Ok, kamu atur aja."


Tsania tersenyum penuh kemenangan mendengar ucapan Lucas.Wanita itu keluar dari ruangan Lucas dengan percaya diri.


Kampus


Jingga duduk sambil memainkan ponselnya, sambil menunggu Lucas.

__ADS_1


"Nona Jingga, mari kita pulang." Ucap Jimmy


Jingga menoleh kesumber suara, senyum manis tersimpul dibibirnya.


"Apa Lucas sedang menunggu di mobil ?" Tanya Jingga.


" Tidak nona,tuan sedang ada pertemuan penting yang tidak bisa di tinggalkan."


Raut wajah Jingga berubah,dia kecewa Lucas tidak jadi menjeputnya.di lihatnya ponsel di tangannya tidak ada satu pesan dari Lucas yang memberituhakan kalau dia tidak bisa menjeputnya.


Apa kamu sesibuk itu hingga tidak bisa memberitahuku.


"Apa dia pergi bersama Tsania ?" Tanya Jingga lirih tatapan matanya masih tepaku pada ponsel di tangannya.


" Aku sudah tau jawabannya, ayo kita pulang." Ucap Jingga, dia seakan mengerti kenapa Jimmy tidak menjawab pertanyaanya.


" Baik nona."


Di dalam mobil jingga diam tanpa suara,membuang pandangan keluar jendela dengan tatapan penuh kecewa.


Dia tidak mengerti kenapa Lucas tidak mengirimkan pesan padanya.Apakah dia harus percaya dengan Lucas.Entahlah saat ini dia sangat kecewa.


Jimmy yang duduk di kursi kemudi melihat Jingga di balik kaca spion, tidak bisa berkata apa- apa dia tidak ingin ikut campur dengan urusan tuannya. hanya saja dia juga kecewa pada tuannya, kenapa tuannya bida lupa memberutahu wanitanya kalau dia tidak bisa menjeputnya.

__ADS_1


Laki-laki yang dipegang janjinya tuan, rasanya saat ini anda salah.


Restoran


Lucas dan Tsania makan siang dengan walikota sembari membahas masalah proyek di kota x .


" Kalian berdua memang pasangan yang serasi." Ucap walikota.


" Terima kasih pak walikota." Ucap Tsania dengan senyum lebar di bibirnya, dia senang dengan ucapan walikota itu.


" Maaf, saya sudah menikah kami hanya rekan kerja.saya berharap kerja sama kita bisa berhasil" Ucap Lucas sambil mengangkat gelasnya untuk mengajak walikota itu bersulang.Dia mengalihkan pembicaraan tidak ingin menambah perbicaraan yang membuat dirinya tidak nyaman.


" Benarkah ?" Ucap walikota itu tidak percaya.


Lucas hanya tersenyum, tidak menjawab lebih apalagi menjelaskan.dia tidak suka bicara hal pribadi dengan orang lain.


melihat Lucas hanya tersenyum tidak menjawab.


walikota mengambil gelas dan bersulang dengan Lucas.Dia sudah tau betul Lucas sosok yang sangat misterius dan dingin.


" Saya juga berharap kerja sama kita bisa sukses." Ucap walikota dengn percaya diri.


Sedangkan Wanita yang duduk disebelah mereka, Tsania sedang marah.

__ADS_1


Berusaha menyembunyikan kemarahannya di balik senyum palsu itu.Dia tidak menyangka Lucas dengan percaya diri mengatakan kalau dia sudah menikah.


__ADS_2