CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
ketakutan dan penyesalan


__ADS_3

Jingga masih menangis dia benar benar takut atas kejadian yang baru saja dia alami.gadis itu tidak menyangka Lucas akan berbuat seperti itu, Jingga duduk meringkuk sambil membenamkan wajahnya di lututnya sesekali dia berteriak keras meluapkan kemarahannya.gadis itu benar benar terpukul.


Jingga bangun berjalan menuju kamar mandi dia ingin segera membersihkan tubuhnya.sejenak berhenti didepan kaca wastafel dilihatnya tanda bekas ciuman Lucas dilehernya cukup banyak.melihat itu semakin membuat jingga menangis keras.


"Aaaaaaaaakhhhh."


Dilemparnya semua benda yang tertata rapi dimeja wastafel itu.Hancur dan berserakan di lantai.Jingga seolah tidak peduli saat ini dia ingin melampiaskan kemarahannya.


Segera dia melepas pakaiannya menyalakan shower dikamar mandi itu, berdiri diam membiarkan air mengalir membasahi tubuhnya.air yang mengalir seakan bisa menyembunyikan air matanya yang tidak berhenti mengalir dari matanya.


Jingga takut untuk keluar dari kamar mandi, dia takut bila harus bertemu dengan Lucas, dia benci dan dia tidak ingin melihat Lucas, gadis itu memilih berendam cukup lama dia menangis tubuhnya terasa lelah dan tak bertenaga kepalanya terasa berat.Jingga mencoba memejamkan mata saat setengah tubuhnya sudah terendam air hangat dibathtup.Jingga pingsan.


Ruang kerja lucas


Lucas berdiri didepan jendela sama hal nya dengan Jingga. Lucas juga terpukul, dia marah kepada dirinya sendiri kenapa dia bisa kehilangan akal sampai bisa berbuat gila pada gadis yang dia cintanya.

__ADS_1


Cemburu telah membutakan hatinya sehingga dia tidak bisa berpikir normal melihat pria lain menyentuh wanita membuatnya kalut tanpa sadar dia malah melampiaskan kemarahannya pada Jingga.


sesekali dia mengepalkan tangan dan memukul dinding untuk melampiaskan kemarahannya.


satu bungkus rokok dimeja telah dia habiskan untuk sekedar menenangkan pikirannya.


Dia bener benar menyesali apa yang telah dia lakukan pada jingga dia sungguh tidak bermaksud untuk melakukan itu semua tapi kemarahannya telah menguasainya dipikirannya saat itu hanya bagaimana cara agar Jingga menjadi miliknya seutuhnya.tanpa menyadari Lucas telah menyakiti Jingga.


Dia sadar saat ini Jingga saat ini pasti sangat membencinya.


Diliriknya jam didinding menunjukan pukul 10 malam.cukup lama dia di ruangan itu.Lucas ingin melihat Jingga.


Lucas keluar berjalan menuju kamarnya.dengan hati hati dia membuka pintu kamarnya, dilihatnya kamarnya gelap tanpa cahaya, raut wajahnya berubah segera dia menyalakan lampu kamarnya .dilihatnya kosong tidak ada orang sama sekali.Lucas semakin panik.


"Jingga...Jingga."

__ADS_1


Lucas berteriak mencari Jingga dia berlari menuju kamar mandi pintu terkunci semakin membuat dia panik dan khawatir.


"Jingga..apa kamu didalam ?" Jingga..."


Lucas mencoba mencoba mendobrak pintu itu dengan sekuat tenaga pintu kamar itu terbuka.betapa terkejutnya lucas mendapati Jingga pingsan dibathtup, segera dia mengambil handuk untuk menutupi tubuh jingga yang telanjang mengangkat tubuh gadis itu dengan hati, sejenak dia berhenti saat akan keluar dari kamar mandi dilihatnya kondisi kamar mandi saat ini.


hati lucas semakin hancur melihat kamar mandi yang hancur berantakan dia tau betapa marahnya Jingga saat ini.


Maaf in aku jingga, aku bener bener minta maaf.


Lucas meletakkan Jingga dikasur dengan hati hati, dilihatnya tubuh Jingga hanya tertutupi handuk.segera lucas memngambil selimut dan menutupi tubuh gadis itu.


Segera Lucas mengambil ponsel disakunya.untuk menelfon Jimmy.


"Panggil dokter sekarang."

__ADS_1


__ADS_2