
2 hari berlalu
Hari ini weekend, walaupun tidak pergi kekantor tapi Lucas terus sibuk dengan pekerjaannya.hampir seharian dia diruang kerjanya masalah yang diperbuat pamannya membuatnya harus bekerja keras menyelesaikannya.
Dan Jingga masih sama seperti biasanya sudah 1 bulan dia menikah dengan Lucas dan selama 1 bulan itu dia terkekang sudah tidak ada kebebasan untuknya dia harus mendapat ijin dari Lucas untuk sekedar keluar rumah.sudah tidak ada lagi nongkrong di kafe bersama sahabatnya Riva, walaupun Riva sering kali marah karena Jingga selalu ada alasan menolak ketika diajak keluar tapi Jingga tidak bisa berbuat apa apa dia tidak ingin membuat masalah.
Jimmy yang sudah menemukan keberadaan orang yang dicarinya dengan cepat membawanya kehadapan Lucas, paman Lucas . Hansamu yama, yang duduk di mobil Jimmy dengan rasa was-was .dia tak tau harus berbuat apa dia tau betul sifat keponakannya itu dia bisa aja menyingkirkan dengan mudah orang yang membuat masalah dengannya dan sekarang nasibnya sudah ditangan lucas dia cuma bisa pasrah.
"Apakah Lucas akan menghabisi ku ?" tanya Hans dengan getir.
Jimmy tidak menjawab dia tetap diam sambil fokus menyetir.
"He jawab ? aku sedang bertanya padamu ?" teriak Hans karena kesal Jimmy mengacuhkannya.
"Kalau sampai saat ini anda masih hidup itu artinya anda masih beruntung.anda tentu tau sifat keponakan anda. " ucap Jimmy dingin dengan nada menindas yang membuat raut wajah hans berubah dia semakin khawatir.
Mobil Jimmy memasuki halaman rumah Lucas . raut wajah Hans semakin pucat dia meremas tangannya terlihat dia khawatir dengan hidupnya sekarang.Jimmy dan Hans turun dari mobil.
"Apa tuan ada ?" tanya Jimmy pada seorang penjaga yang sedang berjaga didepan pintu.
"Ada, tuan sedang diruang kerja."
Tanpa menunggu lama Jimmy melangkah menuju ruang kerja tempat Lucas berada.Diikuti Hans dibelakangnya.
Jimmy mencoba mengetuk pintu.
"Tok tok ."
__ADS_1
"Masuk." teriak Lucas dari dalam ruangan
Melihat Jimmy dan pamannya.Lucas berdiri dan melihat pamannya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, tatapan tajam seolah ingin menghabisi.
Lucas duduk sambil menyilang kan kakinya diambilnya rokok dimeja.menyalakan rokoknya dan menghisapnya .
Melihat lucas sedang merokok nyali hans langsung menciut dia tau betul Lucas bukan perokok berat.dia akan menghisap rokoknya ketika dia sedang marah dan sedih.
"Maafkan paman, Lucas." Hans mencoba memohon sambil berlutut dihadapan Lucas.
"Apa aku menyuruh paman berlutut."
mendengar ucapan Lucas hans langsung berdiri dia tau Lucas tidak suka dibantah.
"Apa paman sudah puas dengan apa yang paman dapat."
" Maafkan paman Lucas." ucap Hans sekali lagi memohon.Dia sadar dia sudah tidak bisa berkata apa apa lagi.Lucas pasti sudah tau apa ayang dia lakukan dibelakangnya.yang hans bisa lakukan adalah memohon ampun pada Lucas.
"Apa paman tau ? aku paling benci orang berbohong dan berpura pura baik. " ucap Lucas dingin sambil memainkan rokok ditanganya.
"Kalau paman butuh uang bilang... aku bisa saja memberikan salah satu perusahaanku pada paman tapi kenapa paman malah menusukku dari belakang."
"menipuku, bermain kotor dibelakangku, korupsi diperusahaanku."
Hans hanya diam mematung tidak bisa berbicara semua yang dituduhkan Lucas semunya benar.dia sudah menipu Lucas selama ini berpura pura baik hanya untuk bisa mengambil keuntungan dari Lucas.kakinya seakan tidak ada tenaga untuk berdiri dia berlutut dihadapan Lucas sambil menangis.
"Maafkan paman Lucas." ucap Hans lirih.
__ADS_1
"Bawa dia pergi dan jangan sampai dikembali ke negara ini beri dia pelajaran agar dia tidak lagi menipu orang dengan berpura pura baik." ucap Lucas dingin sambil mematikan rokoknya menekan nekan diasbak.
Mendengar ucapan Lucas hans semakin mengila.dia berlari menghampiri lucas bersujud dikaki Lucas.
memohon.
Lucas pria dingin dan kejam dia bisa melakukan apa saja.termasuk pada pamannya dia benar benar kecewa dengan pamannya dan hukuman itu pantas untuk Hans.
"Bawa dia pergi." perintah Lucas sambil berjalan keluar ruang itu.
Hans terus menangis dia tidak percaya lucas akan membuangnya jauhnsejenak dia berpikir dengan keluarganya istri dan anaknya.
"Bagaimana dengan keluargaku ? tanya hans pada Jimmy yang dari tadi diam dibelakangnya.
"Mereka akan tetap disini anda tenang saja tuan akan merawat mereka sebaiknya anda segera pergi menjalani hukuman anda sebelum tuan berubah pikiran."
"Apa aku masih bisa bertemu keluargaku ?"
"Itu tergantung keluarga anda.karena mereka sudah tau berbuatan anda."
mendengar ucapan Jimmy hans semakin terpuruk.dia menangis menyesali perbuatannya.
Keluarganya tidak tahu kalau selama ini dia sudah berbohong kepada mereka.
Keluaganya mengganggap hans tulus kepada Lucas .dan mereka berhutang banyak kepada Lucas karena sudah banyak membantu mereka tapi kenyataannya Hans cuma pura pura.
dan betapa kecewanya istri dan anak Hans sekarang kepadanya.
__ADS_1