
Malam yang dingin Jingga masih tidak bisa tidur berkali kali mencoba memejamkan mata mencoba untuk tidur tapi percuma, diliriknya jam di dinding menunjukan pukul 10 malam.Biasa Lucas dan dia sudah tertidur pulas, dan saat ini pria itu tidak ada disisinya, entah kenapa saat ini dia mengharapkan Lucas berbaring disisinya seperti biasanya,sejak kejadian tadi siang Lucas belum kembali, entah dia kemana dan dimana. Bayangan kejadian tadi siang beberapa kali mengusik hatinya, sekarang dia mulai menyesali setiap kata yang diucapkan tadi siang mengacak acak rambut panjangnya untuk melampiaskan kekesalan pada dirinya.
Bibirnya tidak bisa bilang cemburu, tetapi hatinya menangis dan menjerit melihat Lucas dipeluk wanita lain.
"Aku harus tidur, benar permainan ini 2 bulan berakhir, jangan mikir aneh aneh Jingga, kamu harus sadar diri, kamu bukan siapa siapa dia , kamu cuma nikah kontrak." Ucap Jingga mencoba mengalihkan pikirannya.
Diantara dicintai dan dihargai maka saat ini Jingga memilih untuk tidur, karena itu semua hanya mimpi baginya dan perlahan dia tertidur pulas.
Clubs' malam
Lucas duduk sambil memainkan gelas kecil ditangannya yang berisi minuman keras, terus memperhatikan gerakan air didalam kelas yang diputarnya.suara musik yang menggema ditempat itu seakan tidak didengar oleh Lucas, para wanita berpakaian seksi yang sesekali menawari untuk menemaninya minum ditolaknya dengan kasar, setiap mata yang dari tadi melihat Lucas pemilik tempat mereka berdiri hanya berbisik bisik sambil melirik kearah Lucas, bagi mereka itu pemandangan yang jarang mereka lihat.Lucas bukan sembarang orang yang bisa duduk ditempat seperti ini.Lucas biasa berkunjung ke club malam miliknya dan lebih menyukai duduk di ruang VIP nya yang khusus untuknya.
__ADS_1
Rasa marah dan kecewa berkecamuk dihatinya, mengingat ucapan Jingga yang mengganggap pernikahan mereka hanya permainan membuatnya marah dibantingnya gelas ditangannya kelantai dengan cukup keras hingga membuat orang disekitar kaget dan memandang Lucas dengan tatapan takut.
diambilnya ponsel disaku nya untuk menelfon Jimmy.
" jemput saya ditempat biasa."
" baik tuan." Ucap Jimmy, dia sudah tau dimana posisi Lucas sekarang karena terdengar suara musik yang cukup keras.
" Tuan mari saya antar pulang." ucap Jimmy seraya mencoba manarik tangan Lucas membantunya untuk berdiri.
"Pulang ? Nggak ? kita ke hotel saja." Ucap Lucas
__ADS_1
"Baik tuan."
Jimmy mengemudi mobilnya diliriknya Lucas dari kaca spion diatasnya sudah tidur bersandar di kursi penumpang, sekian lama dia bekerja dengan Lucas baru pertama ini dia melihat Lucas mabuk berat, entah apa penyebabnya Jimmy merasa penasaran tapi Jimmy tidak berani bertanya dia tidak mau ikut campur dalam kehidupan tuannya.
Rumah
Matahari pagi menyinari seisi ruangan tempat Jingga tertidur, memaksanya bangun. Menoleh kesamping berharap Lucas berada disebelahnya seperti hari biasanya dia bangun dengan pemandangan wajah tampan Lucas, gadis itu menarik nafas panjang karena kecewa, ya Lucas tidak ada disampingnya sekarang, entah dimana pria itu sekarang Jingga tidak tahu, entah kenapa sekarang dia sangat merindukan sosok pria yang selalu tidur di samping selama 1 bulan ini,
di ambilnya ponsel di nakas tidak ada panggilan atau pesan dari Lucas menambah rasa sedih dihatinya.
Kamu harus sadar Jingga kamu bukan siapa siapa dia, jangan berharap banyak apalagi berharap dia menyukaimu.
__ADS_1
tanpa sadar air matanya turun membasahi pipinya, menangis dengan keras untuk melampiaskan kesedihannya sekarang.