CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
teman baru


__ADS_3

Jingga berlari masuk kedalam kamarnya membenamkan wajahnya pada bantal dan berteriak karena malu.


Kenapa gue bisa panggil dia sayang sih ." ucap Jingga kesal.


Hingga suara ketukan pintu membuyarkan kekesalannya.


" Tok tok ."


"Masuk ," perintah Jingga


"Apa nona mau saya siapkan makanan, " ucap pelayan itu.


"Nggak usah nanti aja ," ucap Jingga.


mendengar itu pelayan tersebut keluar, tak lama ponselnya berbunyi.Riva menelfon nya.


"Hallo."


"Hallo. Kamu kemana aja sih, Aku cari kamu di kosan gak ada."


"Aku udah pindah."


"Pindah kemana ? cepet kasih tau alamatnya ada yang mau aku bicarakan sama kamu."


Jingga tidak menjawab sejenak dia berpikir.


"Nggak bisa,sekarang aku lagi sibuk, besok aja di kampus."


Maafin aku riva belum bisa cerita.nanti kalau saatnya udah tepat aku bakal cerita.


"Kamu kenapa sih,kamu dicariin susah sekarang kamu pindah gak ngasih tau ?."


"Iya maaf gak sekarang aku cerita nanti kalau saatnya udah tepat."

__ADS_1


"Kapan ?"


"Ya nanti."


"Terserah kamh deh aku mau kerja dulu."


jingga menutup telfonnya, merebahkan tubuhnya.dilihatnya lagi cincin dijari manisnya.


"kenapa juga aku harus sesial ini, lagian ini cincin kenapa bisa pas banget dijari ku ," gerutu Jingga meratapi nasibnya.


Jingga mulai bosan dikamar dari tadi dia keluar kamar mencoba berkeliling rumah menyusuri ruangan demi ruangan melihat banyak pelayan yang sedang bekerja.


"Ada yang bisa saya bantu nona ?" tanya salah satu pelayan.


"Gak saya cuma mau jalan jalan aja bosen didalam kamar terus."


"Oh ya,sudah berapa lama kamu kerja disini ? tanya Jingga penasaran.


"sudah 3 tahun nona," ucap pelayan itu sambil menundukkan kepalanya.


"22 tahun nona."


"Kita seumuran," ucap Jingga senang karena merasa dia bisa berteman dengan pelayan itu.


"Nama kamu siapa ?" tanya Jingga


"Nisa ." jawabnya pelan


"Bagus, sekarang kita berteman, kamu gagk usah panggil saya nona nona lagi, panggil nama aja nama saya jingga." Jingga mengulurkan tangannya mengajak Nisa berkenalan.


Tapi Nisa hanya diam tidak berani membalas ajakan Jingga.Nisa ragu ragu saat akan mengulurkan tangannya melihat gadis didepannya ragu ragu dengan cepat jingga menarik tangan nisa untuk diajak bersalam.tanda mereka sudah berkenalan dan menjadi teman.


"Maaf nona saya tidak bisa."ucap Nisa pelan.

__ADS_1


"Kenapa ? Jingga penasaran.


"Saya cuma pelayan, nona istri tuan lucas."


"Istri kalau ada didepannya kalau dia gag ada ya saya Jingga kayak orang biasanya."


Maksud nona ?" tanya Nisa tidak mengerti.


"Udah kamu gak harus ngerti pokoknya sekarang kita berteman."


"Saya disini sendiri gak ada teman gak ada yang saya kenal." tambah jingga


"Tapi nona..."


"Gak ada tapi tapi an, pokok kita sekarang berteman.Ok ." ucap Jingga senang .


Mendengar ucapan Jingga.Nisa hanya diam tidak berani membatah.


"Oh ya, udah berapa wanita yang diajak lucas ke rumah ini ? tanya Jingga penasaran seberapa banyak wanita lucas.


"Selama saya kerja disini tuan tidak pernah mengajak wanita ke rumah ini, nona."


"Masa sih ??? "ucap Jingga tidak percaya.


"Uya.dengar dengar tuan tidak punya teman wanita hanya nona wanita yang pertama masuk rumah ini."


"Saya gak percaya ?" Jingga lagi lagi tidak percaya, pria sekaya Lucas Setampan Lucas tidak punya teman wanita.


"Kalau nona tidak percaya nona bisa tanyakan langsung ke tuan Lucas."


"Nggak, nanti dia ke kepedean lagi." ucap Jingga kesal.


mendengar ucapan nisa.

__ADS_1


Nisa hanya tersenyum,dan jingga masih tidak percaya.


Masa sih gue yang pertama diajak kerumah ini.


__ADS_2