
Jingga cukup kaget ketika Jimmy mengatar Lucas dalam keadaan mabuk hingga tidak sadar. Jingga hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari membuang nafas berat, dia merasa kesal dengan sikap Lucas yang main pergi ketika mereka berselih paham, biasanya wanita yang gampang kabur alias minggat dari rumah ketika ada masalah, tapi ini kebalikannya.
Dasar ! Setiap ada masalah itu ngomong, diselesaikan, jangan main kabur !
Dengan sabar Jingga memapah suaminya itu, membaringkannya di atas ranjang, melihat baju suaminya yang terlihat lusuh, ia berniat melepas dan mengganti pakaiannya, baru 1 kancing pertama tangannya sudah di tepis Lucas.
" Kenapa kamu membuka bajuku, bukannya kamu tidak mau mengandung anakku ?" Tanya Lucas , di tengan ambang kesadarannya yang mungkin hanya 50%.
Mendengar itu lagi-lagi Jingga hanya bisa membuang nafas kesal, rasanya sangat sulit menjelaskan sesuatu, pada orang yang keras kepala.
" Bajumu kotor, aku akan menggantinya ." Ucap Jingga, sembari berusaha kembali membuka kancing kemeja suaminya itu, tapi sayangnya lagi-lagi usahanya hanya bisa membuatnya kesal, karena apa ? Lucas menepis tangannya kembali.
" Ah terserah, capek ngomong sama kamu ! Aku menunda Lucas, bukan berarti aku tidak mau, mengertilah, aku ingin menjadi wanita yang pantas untukmu, kamu tahu setiap mata yang melihatku saat aku bersamamu ? Tatapan mereka penuh kebencian dan hinaan, seolah aku tidak pantas untukmu, aku ingin menjadi wanita yang pantas berjalan denganmu dengan semua statusmu !" Jingga sudah sangat kesal, dan menyerah . ia beranjang dari duduknya tapi tiba-tiba tangan Lucas menahannya dan menariknya, hingga jatuh tepat di dada Lucas, dan ia bisa merasakan dekapan yang kuat disana. Jingga bisa mendengar detak jantung Lucas.
" Maaf, aku benar minta maaf, aku tidak tahu ternyata sangat sulit untuk mu bisa bersamaku, aku tidak peduli tentang orang lain yang menganggapmu tidak pantas untukku, bagiku kamu yang terbaik dan hal terindah yang pernah aku miliki."
Mendengar itu tiba-tiba air mata Jingga menetes, dia tidak menyangka betapa besar sayang dan cintanya Lucas padanya, Kini ia bersyukur telah memiliki Lucas di hidupnya.
" Tentang anak, aku tak lagi memaksamu, itu terserah padamu, itu tubuhmu, entah kapan siapnya dan mau berapa, aku serahkan padamu, aku akan menunggu, aku hanya ingin bersamamu, aku sangat mencintaimu Jingga."
Lagi-lagi Jingga merasa terharu, entah Lucas mengucapkan dengan sadar atau tidak, tapi dia merasa bahagia, ucapan Lucas begitu menyentuh hatinya, gadis itu tidak menyangka Lucas akan mengatakan itu.
" Aku juga mencintaimu." Balas Jingga, di lihatnya Lucas sudah tertidur pulas.
Aku sangat, sangat, mencintaimu Lucas ! Aku beruntung bertemu dan memilikimu !
*****
Pagi menjelang sinar matahari memaksa masuk ke dalam ruangan, hingga membuat Lucas terbangun karena silaunya.
Di lihatnya sekitar.
__ADS_1
Aku sudah di rumah.
" Kamu sudah bangun ?" Tanya Jingga yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuh polosnya. Rambut basah setelah keramas terlihat sangat menggoda. Lucas menelan ludah dengan kasarnya.
Sial, kenapa Jingga terlihat menggoda !
" Kamu kenapa ?" Tanya Jingga yang merasa aneh meelihat wajah Lucas yang memerah.
" Tidak, kepalaku hanya sedikit pusing." Ucap Lucas, kali ini dia tidak beralasan, karena memang kepalanya terasa pusing karens efek alkohol yang tadi malam di minumnya.
" Berapa botol kamu minum tadi malam ?" Tanya Jingga, kedua tangannya sibuk mengeringkan rambut dengan handuk, sesekali dikibaskan rambutnya itu, dan itu semakin membuat Lucas tergoda.
" Ah... pakailah baju, jangan keluar hanya menggunakan handuk seperti itu." Ucap Lucas kesal sendiri, dia begitu kesal pada dirinya, kenapa tidak bisa menahan gejolak dalam tubuhnya itu.
" Aku habis mandi, wajar dong cuma pakai handuk." Ucap Jingga bingung. Jingga mulai menyadari Lucas pasti sedang menahan gejolak dalam tubuhnya itu, entah ide dari mana, gadis itu ingin mengoda suaminya itu, rasanya dia harus menghukum suaminya itu.
Dengan langkah menggoda Jingga mendekati Lucas yang sedang duduk di atas ranjang.
Lucas seakan sudah tidak bisa menahannya, dia ingin sekali menyergam dan memakan istrinya itu saat ini juga.
Dengan nakalnya Jingga bermain-main di di wajah tampan Lucas, membelainya, bermain nakal di bibir Lucas dengan jarinya, meniup telinga suaminya itu, sontak membuat Lucas merinding, karena itu salah satu titik lemahnya saat bercinta.
Lucas sudah tidak tahan lagi, di tariknya Jingga hingga kini berubah posisi, Jingga di bawah dan Lucas di atas , menahan tubuhnya dengan kedua kakinya,
Senyum kemenangan tercipta dibibir wanita itu.
Di tariknya Lucas sembari berbisik.
" Aku sedang datang bulan, Sorry ." Ucap Jingga dengan wajah jahilnya.
Mendengar itu Sontak membuat Lucas lemas dan kecewa , di lemparkannya tubuhnya di atas ranjang.
__ADS_1
" Ahh.... Jingga kenapa kamu menggodaku !" Ucap Lucas kesal, tingkahnya seperti anak kecil yang kesal karena tidak jadi di belikan mainan.
Jingga hanya bisa tertawa, mendengar itu.
" Itu hukuman untukmu." Di jentiknya dahi Lucas, hingga Lucas mengaduh kesakitan.
" Kalau ada masalah itu bicara baik-baik, jangan kabur terus minum-minum !" Ucap Jingga.
Mendengar itu Lucas tidak bisa berkutik, ucapan Jingga bagaikan batu besar yang menimpa, membuatnya tidak bisa bergerak kemana-mana.
Dia mengakui sikapnya salah.
" Terima kasih, kamu sudah mau menunggu." Ucap Jingga senyum lembut tercipta dari bibirnya.
Lucas mendengar itu menoleh ke arah Istrinya itu. Tidak ada kata yang bisa ia katakan lagi, hanya senyuman yang bisa dia balas, karena itu sudah bisa mengartikan Ya , aku akan menunggumu.
" Cepat, bangun udah siang ." Suruh Jingga sembari bangun dari tidurnya, begegas menuju menuju lemari dan memakai baju.
" Nanti, kepalaku masih pusing." Ucap Lucas, di tariknya kembali selimut untuk menutupi tubuhnya.
" Sejak kapan, tuan Lucas Arkana Putra, penggila kerja jadi malas seperti ini ?" Ejek Jingga.
" Sejak menikah denganmu ."
" Denganku ?"
" Ya, aku sekarang lebih santai menjalani hidup, semua sudah aku miliki, Harta, istri, cuma kurang anak aja ."
" Lucas !" Ucap Jingga menegaskan.
" Iya- iya aku tau, aku akan menunggu." Lucas mencoba memejamkan mata kembali, dia ingin tidur kembali, menghilangkan pusing di kepalanya.
__ADS_1
Lagi-lagi Jingga hanya bisa tersenyum, dia tidak percaya Lucas yang dulu dingin, tidak mau mengalah selalu ingin menangs sendiri, kini sudah berubah.