CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Riva terpesona


__ADS_3

"Tok tok ." suara ketukan pintu.Jimmy berdiri di depan pintu kamar kos Riva sambil terus mengetuk pintu.


Dan Riva yang sedang tertidur lelap,mulai terganggu dengan suara ketukan pintu tersebut.


sebenarnya siapa yang berani yang berani menganggu tidurku.apa dia tidak tau aku baru memejamkan mataku.


"Tunggu." Teriak Riva meminta orang dibalik pintu untuk menunggu.


dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka gadis itu membuka pintu.Betapa terkejutnya dia melihat sosok laki-laki tampan dengan pakaian serba hitam jas hitam dipadukan dengan kemeja hitam juga.Sangat menawan menurut Riva.


Gadis itu menggosok matanya mencoba menyadarkan dirinya dan mencoba percaya.matanya masih menatap dalam-dalam penuh kagum pada sosok pria yang berdiri di depannya.


Ini bukan mimpi kan,dia malaikat ,kok pakaian serba hitam.bukannya malaikat pakai pakaian putih.


"Permisi." Jimmy mencoba melambaikan tangannya di depan wajah Jingga mencoba menyadarkan gadis itu.Karena laki-laki itu sendiri heran dengan sikap Riva yang menatapnya tanpa berkedip.


"Iya." Riva mulai sadar


" Apa benar kamu teman nona Jingga."


"Jingga.Ya saya temannya."


"Dimana nona Jingga sekarang."


"Tunggu dulu kamu siapa ?" Tanya Riva penasaran.

__ADS_1


Jangan-jangan dia depkoletor yang lagi nyari jingga.Gila kalau depkolektornya ganteng kayak gini,gue mau kalau di samperin tiap hari.


"kenalkan nama saya Jimmy." Jimmy memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.


Tanpa menunggu lama Riva meraih tangan Jimmy untuk bersalaman.


"Saya sekretaris tuan Lucas." Sambung Jimmy memperkenalkan diri.


"Oh sekretaris Lucas."


Gila,sekretaris aja ganteng kayak gini.Kenapa Jingga ngak cerita kalau sekretaris suaminya ganteng kayak gini.


Jimmy yang mulai tidak nyaman karena Riva tidak melepas tangannya saat bersalaman.melepas tangannya dengan paksa.


" Maaf." Riva mulai sadar kalau dari tadi dia terus menggenggam tangan Jimmy.


"Oh Jingga sedang di rumah sakit."


"Rumah sakit." Ucap Jimmy kaget.


" Bukan Jingga yang sakit, tapi teman kami Della dia yang sakit,jadi dia lagi nunggu Della di rumah sakit sampai Gilang datang."


Gilang.gawat kalau sampai tuan tau nona masih berhubungan dengan Gilang.Bisa habis nona,aku harus cepat bawa nona pulang sebelum terlambat.


"Rumah sakit mana ?"

__ADS_1


" Rs Budi Mulia."


" Ok terima kasih." Ucap Jimmy sambil berlari pergi menuju mobilnya.


Jimmy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit,tapi sayang jalanan macet membuat perjalanannya terganggu.


sial,kenapa bisa macet malem-malem kayak gini.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi dilihatnya layar ponsel Lucas menelfonnya.Diangakatnya panggilan telfon tersebut.


"Sudah ketemu ?" Tanya Lucas


"Sudah tuan,nona sedang di rumah sakit.Sekarang saya lagi perjalanan mau ke sana."


"Rumah sakit." Suara Lucas terdengar kaget dan langsung menutup panggilan tersebut.


" Bukan nona yang sakit tuan,tapi temannya." Ucap Jimmy pelan.sambil membuang nafas berat.


saya belum selesai melapor tuan.


Di rumah sakit


Jingga duduk sambil menyandarkan kepalanya di dinding.Kepalanya terasa pusing, gadis itu memijat pelan keningnya berharap bisa meringankan sakit kepala yang dia rasa. di tatapnya langit-langit rumah sakit.Terbesit di benaknya Lucas.


Apa dia tau kalau sekarang gue ngak di rumah ? Apa yang dia lakukan sekarang ? Apakah dia merindukanku ? Gue kangen lo lucas.

__ADS_1


Terdengar suara kaki yang berlari membuat Jingga menoleh ke sumber suara.Tidak terlihat dengan jelas karena silau lampu yang membatasi pandangannya.samar-samar Jingga melihat sosok yang dia rindukan sedang berlari kearahnya.terlihat senyum simpul dibibir Jingga.


Lucas.


__ADS_2