
Jingga masih tidak percaya pria yang duduk didepannya Lucas .
"Kamu, kenapa bisa disini ? "
Lucas tidak menjawab dia mengambil makanan dan mencoba menyuapi Jingga.
"Aku bisa sendiri." Jingga mencoba mengambil piring ditangan Lucas, tapi Lucas memegang piring itu dengan kuat lalu menepis tangan jingga dengan pelan.
"Aku suapi ." ucap Lucas dingin terlihat dari wajahnya.
Jingga tidak bicara dia diam melihat wajah Lucas yang dingin sudah membuatnya takut.
"Kenapa kamu Ngak bilang kalau kamu lagi sakit ?"
"Kamu udah biasa sakit kayak gini."
"Tapi sekarang kamu ada aku kalau lo sakit bilang, jangan diam apalagi pura pura tidak apa apa." ucap Lucas menegaskan dia tidak ingin Jingga berbohong lagi padanya.
Jingga tidak menjawab gadis itu membiarkan Lucas menyuapinya sejenak Jingga terpesona dengan perhatian pria didepannya.memandang wajah Lucas dengan seksama wajah yang tampan bulu mata yang lentik yang membuat setiap wanita iri dengan bulu mata lentik alami Lucas.
__ADS_1
Tampan.
Dari tadi Lucas sudah menyadari kalau Jingga memperhatikannya.
"Aku tau, aku tampan." ucap Lucas menggoda.
Jingga kaget dengan ucapan Lucas wajahnya memerah karena malu Lucas seakan bisa membaca pikiran Jingga dengan cepat Jingga memalingkan wajahnya.
Melihat gadis didepannya malu semakin membuat lucas ingin menggodanya, ditaruhnya piring ditangannya dimeja dekat tempat tidur.
"Kamu bisa pegang kalau kamu mau.?" ucap Lucas sambil menarik tangan Jingga untuk menyentuh wajahnya.
Tangan mereka saling berpangku di pipi Lucas . Jingga bisa merasakan kehangatan di sana tanpa sadar pandangan mereka saling beradu semakin dalam dan menghanyutkan, tanpa sadar detak jantung Jingga semakin cepat entah apa yang dia rasakan tapi tatapan Lucas sungguh menghanyutkannya.
Lucas terus memandang wajah Jingga wajah putih bersih, mata yang bisa membuatnya tenang ketika dipandang dan bibir. Sejenak dia memandang bibir itu walau gadis itu sedang sakit dan wajah pucat nya tapi tidak mengurangi kecantikannya.
Perlahan Lucas mendekatkan wajahnya ke wajah Jingga yang membuat detak jantung gadis itu semakin tidak beraturan.Dengan pelan Lucas mendekatkan bibirnya ke bibir Jingga kini bibir mereka saling bertemu Lucas mencoba memainkan bibirnya dan jingga masih diam tidak ada perlawanan atau balasan dari ciuman itu gadis itu seakan tidak percaya Lucas menciumnya.Lucas menciumnya dengan lembut hingga membuat dia terlena memejamkan matanya mencoba menikmati hingga tanpa sadar dia membalas ciuman itu ciuman yang lembut penuh kehangatan.
Hingga suara ketukan pintu menyadarkan mereka.
__ADS_1
dengan cepat Jingga melepas Ciuman itu.Menutupi bibirnya dengan tangannya dengan cepat beranjak lari menuju kamar mandi dia terlalu malu untuk menunjukan wajahnya pada Lucas.
Melihat Jingga yang malu dan berlari menuju kamar mandi Lucas tersenyum.
"Masuk ." teriak Lucas menyuruh orang yang mengetuk pintu kamarnya untuk masuk.
jimmy masuk kedalam kamar itu sambil menundukaan kepalanya.dia tau lucas tidak ingin diganggu ketika sedang bersama nona Jingga.tapi ada masalah yang mendesak yang harus dia sampaikan .
"Maaf tuan menganggu,tapi kita harus kembali ke kantor. ada sedikit masalah dengan proyek dikota S"
"Apa kau tidak bisa menyelesaikannya sendiri." ucap Lucas kesal Jimmy sudah menganggunya.
"Maaf tuan."
Mendengar ucapan Jimmy yang hanya meminta maaf dia sadar masalah itu bukan masalah kecil dengan cepat Jimmy berjalan keluar kamar diikuti Jimmy di belakangnya.
Dikamar mandi Jingga bisa mendengar semua pembicaraan Lucas dan Jimmy dia merasa senang karena lucas pergi.Jingga berdiri didepan kaca sambil memegang bibirnya dia lagi lagi tidak percaya dia berciuman denga lucas itu ciuman pertamanya.
Walaupun diaa sudah pernah berpacaran lama dengan Gilang tapi Jingga tidak pernah ber ciuman, karena dia mempunyai prinsip boleh malakukan iti semua ketika sudah menikah.dan mungkin itu juga yang membuat gilang selingkuh karena Jingga tidak mau disentuhnya jantung Jingga masih berdetak dengan kencang, perasaannya campur aduk dan tidak bisa diungkapkan dengan kata kata.
__ADS_1