CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Benarkah ?


__ADS_3

"Udah siang kamu bisa terlambat kerja ?" Ucap Jingga meminta Lucas melepaskan pelukannya.


"Apa kamu Lupa aku siapa ?" Jawab Lucas cuek, pria itu malah asyik memainkan rambut jingga.


Bos !


"Iya tapi ini udah siang, aku juga mau berangkat ke kampus."


"5 menit lagi."


"Oke." Jingga menyerah.


Jingga tidak pernah membayangkan dia bisa sedekat ini dengan Lucas, dulu setiap pagi hanya akan ada susana dingin seperti di kutup utara karena dia dan Lucas akan sama sama diam bersikap cuek dan tidak peduli.


"Tunggu, gimana dengan kontrak nikah itu ?"


" Aku sudah membuangnya sejak pertama kamu menandatanganinya." jawab Lucas polos.


Apa ? Sudah di buang.


"Kontrak itu hanya satu cara agar kamu mau nikah sama aku."


" Maksud kamu ?" Tanya Jingga tidak mengerti.


" Ya cuma alat agar kamu jadi milik aku, udah 6 tahun aku nyari kamu, setelah kecelakaan itu aku berusaha nyari kamu , tapi kamu hilang entah kemana."


" Kamu nyari aku ?" Ucap Jingga tidak percaya.


" Iya, tidak ada satu pentunjuk tentang keberadaan kamu, hingga suatu malam ketika kamu mabuk di bar , dan melihat gantungan berbentuk bintang itu dan Luka di tangan kamu , Aku yakin orang yang selama ini aku cari sudah di depan mataku."

__ADS_1


Jingga diam tidak bicara, dia tidak menyangka pria yang sedang memeluknya sudah mencarinya selama 6 tahun.


" Aku sudah jatuh cinta sama kamu sejak pandangan pertama."


"Kalau kamu cinta, kenapa kamu dulu bersikap cuek dan dingin ?" Tanya Jingg penasaran.


Lucas membuang nafas berat,entah harus bagaimana di menjelaskan.


" Aku baru pertama dekat dengan wanita, jadi aku tidak tau harus bersikap bagaimana." Ucap Lucas malu.


memdengar itu Jingga membalikan badannya lalu memeluk Lucas dengan erat.


Terima kasih kamu telah hadir di hidupku , i love you.


Hingga suara ketukan pintu mengusik kemesraan mereka.


"Tok tok."


"Saya Tuan." Jawab Jimmy


"Masuk." suruh Lucas lalu melepas pelukannya dari Jingga.


"Nona Tsania sudah di bawah tuan."


Mendengar nama Tsania sontak raut wajah Jingga menjadi suram, nama yang tidak ingin dia dengar , nama yang selalu mengingatkan tentang pelukan yang membuatnya cemburu.


" Suruh tunggu."


"Baik tuan."

__ADS_1


Lucas sudah menyadari raut wajah Jingga yang berubah saat mendengar nama Tsania.


Pria itu menghampiri Jingga yang sedang pura pura sibuk memasukkan buku kedalam tasnya.


" Apa kamu cemburu ?" Goda Lucas.


" Ngak, ngappain juga cemburu." Jawab Jingga cuek.


Lucas tersenyum melihat Jingga yang sedang merajuk, pria itu memeluk Jingga dari belakang sontak membuat Jingga kaget.


"Lepas, aku udah telat." Jingga mencoba melepas pelukan Lucas.


" Ngak, kita berangkat bersama."


" Bukankah di bawah ada Tsania, aku bisa berangkat sendiri." ucap Jingga sedikit ketus.


"Aku bilang kita berangkat bareng. Dengar aku hari ini ketemu sama dia karena masalah kerjaan, tidak lebih kalau kamu mau ? kamu boleh ikut ? " Ucap Lucas menegaskan.


Ikut ? Ngpain juga ikut !


"Kemana ?"


" Kantor."


"Terus ngapain dia kesini ? Kalau kalian bisa bahas kerjaan di kantor ?"


"Karena aku mau bersikap jujur, aku udah janji sama kamu kalau aku ngak bakal deket dengan wanita lain di belakang kamu, makanya aku sekarang nyuruh dia datang ke sini biar kamu tau." Lucas menjelaskan .


Benarkah ?

__ADS_1


mendengar jawaban Lucas jingga tersenyum, dia tidak menyangka Lucas melakukan itu semua agar dia tidak salah paham.


" Ayo kita turun, sekalian aku kenalkan kamu ke dia ?" Ajak Lucas.


__ADS_2