CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Pertengkaran Lucas dan Tsania


__ADS_3

Di kota x


"Apa kamu beneran akan pulang sekarang ?" Tanya Tsania yang tiba tiba datang.


"Iya ." Jawab Lucas singkat.


"Keadaan saat ini tidak memungkinkan kamu untuk pulang ke Kota Y Lucas."


"Aku tidak peduli,aku harus pulang saat ini juga."


" Apa ada masalah di kota Y ? Pulanglah besok pagi, jika ada masalah aku akan meminta orang ku di sana untuk menyelesaikannya untukmu"


"Tidak perlu."


Apa karena Jingga.


Lucas tidak menjawab pertanyaan Tsania,rasanya di kepalanya sekarang hanya ada Jingga,dia ingin tahu kemana Jingga pergi dan kenapa Jingga mematikan ponselnya.sempat terlintas di kepalanya.Apakah Jingga marah karena tadi siang dia tidak jadi menjemputnya.Entahlah Lucas masih menerka-nerka.

__ADS_1


"Apa karena Jingga yang menyuruhmu pulang sekarang ?" Tanya Tsania pelan,terdengar suara kesedihan dari pertanyaannya.


Tapi lagi-lagi Lucas tidak menjawab pria itu seolah tidak menghiraukan keberadaan Tsania yang berdiri disampingnya.


Tsania menatap pria disampingnya dalam-dalam,dia merasa pria yang berdiri disampingnya bukan Lucas yang dulu dia kenal.Lucas yang dulu akan selalu menemaninya dan selalu ada buat dia.Tapi sekarang Lucas sangat berbeda.


Semua karena Jingga,jika kamu tidak bertemu dengan wanita itu,tidak mungkin kamu akan mengabaikan aku sekarang.


Entah apa yang dipikirkan Tsania saat ini tiba-tiba gadis itu memeluk Lucas sangat erat dia ingin menghentikan Lucas untuk tidak kembali ke kota Y.


"Lepaskan aku sebelum aku bertindak kasar padamu." Ucap Lucas dingin.


Mendengar Ucapan Lucas jujur Tsania merasa takut,dia kenal betul seperti apa sifat Lucas kalau sedang marah.Tapi dia sudah tidak peduli, dia sudah terlanjur basah masuk kedalam jurang yang siap menelannya.dia tidak peduli dengan ucapan Lucas, saat ini yang ada dipikirannya hanya bagaimana cara agar Lucas tidak pulang ke kota Y.Dulu Lucas akan luluh jika Tsania memelukanya.Apa yang Tsania minta Lucas akan mengabulkannya.


Tsania semakin berani,gadis itu membenamkan wajahnya pada dada Lucas hingga meninggalkan jejak lipstik di kemeja Lucas.Tapi sayang Lucas tidak menyadari bekas lipstik itu.


Lucas yang sudah tidak bisa bersabar lagi, mendorong Tsania menjauh dari tubuhnya.

__ADS_1


" Jangan berbuat hal gila diluar kendali Tsania,selama ini aku menghargai mu karena kita sudah mengenal lama,tapi bukan berarti kamu bisa berbuat seenaknya."


"Kamu berubah Lucas kamu bukan Lucas yang dulu aku kenal." Ucap Tsania getir tanpa sadar air mata membasahi pipinya.


"Aku memang bukan Lucas yang dulu,Aku sudah menikah dan aku harus menjaga perasaan istriku."


"Jingga lagi, Jingga lagi.Jika kamu tidak mengenalnya kamu tidak akan mungkin berubah seperti ini" Ucap Tsania dengan nada tinggi penuh dengan amarah.


" Jangan bertingkah seperti anak kecil Tsania." Ucap Lucas sambil beranjak pergi meninggalkan Tsania sendiri.Saat ini dia tidak ingin berdebat dengan Tsania, karena yang terpenting saat ini dia saat ini juga harus kembali kota Y.


Tsania semakin marah saat Lucas meninggalkannya sendiri.


"Aaaaaaaaaa." Tsania berteriak tanpa memperdulikan sekitar.semua mata yang ada di Loby hotel itu memandang Tsania dengan tatapan aneh yang penuh tanda tanya,kenapa ada gadis yang berteriak sangat keras.


Lihat saja, aku bakal membuat kamu menyesal telah menikahi wanita itu.Hanya aku yang boleh memilikimu Lucas.


Tsania menatap Lucas yang berjalan semakin jauh darinya dengan tatapan marah penuh dendam.

__ADS_1


__ADS_2