CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
ketahuan 1


__ADS_3

Malam ini Jingga sengaja berpakaian memggoda, bukan pakaian sexy atau lingeria yang ia kenakan. lebih ke celana pendek di atas lutut yang tertutup oleh kemeja Lucas yang kebesaran untuk ukuran tubuhnya, sengaja mengikat tinggi rambutnya hingga terlihat jelas jenjang mulus lehernya. memakai minyak wangi yang favoritnya. Ibarat bunga ia ingin menarik kumbang untuk menghisap sarinya. Ia sengaja melakukan itu. Dia ingin sekali membalas dendam dengan keadaan. Keadaan dimana sejak datangnya Dika ia jadi tidak bisa berduaan dengan Lucas, karena sepupu jahilnya itu selalu menggangunya.Dia masih ingat betul waktu Dika merusak moodnya ketika ia dan suaminya itu akan memadu kasih, Dika dengan paniknya mengetuk pintu kamarnya hanya dengan alasan takut tidur sendiri. Emang dasar sepupu si*lan !!!


Sudah tidak terhitung lagi ia mengumpat hanya karena Dika itu.


Dan malam ini ia sengaja ingin quality time bersama suaminya itu.


Lucas sedang berada di ruang kerjannya, Dan Dika pasti tidak akan berani menggangunya, karena Lucas sudah berpesan, sepupunya itu boleh tinggal, tapi tidak boleh menganggunya saat bekerja. Dan Dika mensetujui syarat itu. Ini kesempatan untuk Jingga, dia tidak ingin membuang waktu lagi.


Dan untuk Lucas, ia sedang sibuk membaca beberapa data di sana, namun lembaran itu berhenti di salah satu data, ketika istrinya masuk sambil membawakannya secangkir susu, bukan susu yang menjadi pusat perhatiannya tapi pakaian Jingga yang langsung menarik matanya untuk terus memandang tanpa bekedip, senyum penuh misteri terbit dari bibirnya.


" Kamu lagi sibuk ?" Tanya Jingga seraya meletakkan segelas susu di sisi meja, yang jauh dari lembaran-lembaran di atas meja. Ia tidak ingin susu itu menumpahi lembaran-lembaran itu.


" Tidak." Jawab Lucas, senyum dari bibirnya belum hilang, di tariknya tubuh jingga hingga terjatuh tepat di pangkuannya, lalu di dekap erat tubuh istrinya itu.


" Kamu sengaja ?" Tanya Lucas.


" Maksudnya ?" Tanya Jingga balik, pura-pura tidak mengerti.


" Sengaja menggodaku." Ucap Lucas, tangannya sibuk bermain dengan rambut istrinya itu.


" Tidak." Jingga mencoba mengelak, dia cukup gengsi untuk mengakui niatnya itu.


" Padahal aku berharap, malam ini kamu menggodaku, dan kita... " Lucas tidak melanjutkan ucapannya, bibirnya sibuk bermain di leher istrinya itu, yang sedari tadi sudah sangat menggodanya.


Jingga mengeluh saat gigitan halus mendarat di telinganya.

__ADS_1


Tangan Lucas yang telah terlepas dari pahanya pun berpindah di bongkongnya, memutar tubuh Jingga mengahadap padanya.


" Kamu tahu, 2 hari ini aku begitu kesal, karena kita tidak punya waktu bersama." Ucap Lucas, jarinya menyusuri bibir Jingga dari ujung ke ujung.


" Semua karena Dika, kenapa kamu memperbolehkan dia untuk tinggal, kamu nggak tahu gimana jahilnya dia ." Ucap Jingga kesal, jika mengingat semua kejahilan sepupunya itu.


" Dia keluargamu, aku juga ingin kenal dengan keluargamu, terlebih dia membawa kabar tentang orang tuamu ."


Orang tuaku ?


Mendengar kata itu, wajah Jingga yang tadinya senang, tiba-tiba menjadi muram, luka yang coba ia obati, belum kering, tapi ia berusah untuk segera pulih.


Lucas melihat tatapan sayu Jingga, ia menyadari tidak seharusnya ia membahas tentang hal itu saat ini.


Lucas mengecup halus bibir istrinya itu.


Setelah beberapa detik saling terhanyut dalam tatapan itu, Lucas sudah tidak bisa menahannya.


Di lahapnya bibir istrinya itu, Bibir Lucas menyapu lembut bibir Jingga, l*dahnya membelai halus bibir dan l*dah istrinya, bahkan Jingga juga ikut membalas ciuman itu. Tangan Jingga mulai terangkat dan melingkari leher Lucas, memeluknya erat dan semakin menariknya agar lebih merapat, jarak mereka sudah terkikis sempurna. Jingga bisa merasakan dadanya menempel erat dengan dada suaminya itu. Gerakan tubuh mereka pun semakin memanas. Lucas bahkan berkali-kali menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan saat menciumnya.


" Malam... ini kamu telihat menggoda." Ucap Lucas di sela ciuamannya, dan Jingga hanya tersenyum tipis memdengar itu.


Tangan Lucas perlahan menyusup ke dalam bajunya, jari-jarinya terasa membelai sisi kiri pinggangnya, semakin tangan itu bergerak ke atas, Jingga merasakan remasan pelan di tubuhnya, Jingga langsung melenguh saat di rasakan tangan Lucas pun sudah menyusup dibalik bajunya.


Jingga mengaitkan kedua kakinya di pinggang Lucas, sementara pria itu asyik mencium lehernya.

__ADS_1


Hingga suara kode pintu di tekan.


" Sayang ada yang masuk ." Ucap Jingga mencoba mengehentikan aktifitas suaminya itu.


" Nggak ada yang bisa masuk, yang tahu kode ruangan ini cuma aku dan kamu yang tahu." Ucap Lucas, lalu melanjutkan aktifitasnya.


Tapi entah kenapa perasaan Jingga tidak enak, ia terus melihat ke arah pintu.


Ini ruang kerja Lucas, tidak ada yang berani masuk ? Bahkan Jimmy , orang kepercayaan Lucas sekalipun, tidak di ijinkan masuk tanpa persetujuan Lucas, terus sekarang siapa orang di balik pintu itu ?


Jingga masih fokus dengan suara pintu, tanpa ia sadar Lucas sudah berhasil melucuti pakaiannya, menyisakan bra yang saat ini di pakainya.


Jingga masih penasaran.


Jangan-jangan Dika ???


Dan seperti dugaan Jingga, pintu berhasil di buka, seorang pria yang tidak asing tengah berdiri di depan pintu, sambil memegang handel pintu, diam mematung sambil terus menatap kearahnya dan Lucas berada.


Sontak membuat Jingga berteriak sambil menutupi bagian atas tubuhnya.


" DIKA !!!!" Teriak Jingga sekeras-kerasnya.


Lucas yang kaget, langsung menarik tubuh Jingga, membenamkannya di dadanya, sebisa mungkin ia menutupi tubuh istrinya itu.


Mulai detik ini, ia menyesal telah memperbolehkan sepupu istrinya itu tinggal di rumahnya.

__ADS_1


" Maaf, silahkan lanjutkan." Ucap Dika panik, dengan segera ia menutup pintu itu.


wah, mimpi apa aku semalam, mata suciku , sudah ternodai !!!!


__ADS_2