
Ya seperti apa yang Lucas katakan, saat pintu terbuka semua mata terpaku pada mereka, Mata Jingga menyusuri keadaan dengan teliti.
Apakah ini pertemuan para pembisnis, kenapa aku merasa ini seperti pesta.
Tapi Lucas seolah tidak peduli, pria terus melenggang maju menggegam tangan Istrinya, seolah dia sedang memamerkan pada semua orang. Inilah istriku, wanita yang paling kucintai.
Tiba-tiba, seorang berseragam pelayan mendekatinya, satu buket bunga mawar merah disodorkan kepadanya.Jingga refleks menoleh kearah Lucas. Pria itu mengangguk pelan, melihat itu Jingga dengan cepat menerima bunga itu, lalu mengucapkan terima kasih kepada pelayan tersebut.
Jingga menyadari banyak wanita yang iri padanya saat ini, dia diperlakukan seperti ratu malam ini.
" Ini acara apa ? Kamu bilang ini cuma pertemuan bisnis ?" Jingga berbisik pelan. Matanya melihat kondisi ruangan. Beberapa meja bundar berderet memenuhi ruangan. Tamu-tamu yang hadir juga Jingga pastikan tidak hanya dari kalangan pembisnis, ada beberapa artis besar yang datang.
Apa ini perayaan ulang tahun perusahaan ?
Acara apa ini ? Kenapa ada panggung segala ?
Saat mereka sudah duduk di dekat panggung, tiba-tiba seorang pria muncul di panggung, sebuah mic berada ditangannya
" Selamat malam untuk para hadirin yang terhormat, saya, selaku MC, mewakili perusahaan Emperor Grup. Khususnya Bapak Lucas Arkana Putra, manyampaikan rasa terima kasih kepada para undangan sekalian karena sudah datang memenuhi undangan, maka dengan ini, sekali lagi, saya sebagai MC mewakili tuan runah, membuka acara pada malam hari ini."
Tepuk tangan riuh terdengar.
Jingga menoleh ke arah Lucas yang juga sedang bertepuk tangan, ia pun sepontan mengikuti.
" Kepada pak Lucas, kami persilahkan untuk menyampaikan kata sambutan."
Suara MC, kembali memanggil nama Lucas, membuat Jingga mendongak ketika pria iru mulai berdiri.
" Aku tinggal sebentar, ya." Ucap Lucas sebelum menunu panggung. Jingga memperhatikan Lucas yang kini sudah berdiri di atas panggung, dari tempat duduknya.
Jingga bisa melihat dengan sangat jelas seperti apa orang yang berstatus sebagai suaminya itu. Jingga tersenyum memandang Lucas di sana. Pria itu benar-benar berbeda jika sedang berada di lingkungan profesionalnya.
Kata sambutan pun sudah dimulai, beberapa nama penting turut disebut oleh Lucas, awalnya Jingga tidan begitu mengerti dengan pembahasan Lucas, hingga sampai pada inti sambutan, Jingga kembali mencoba untuk mendengarkan dengan serius.
" Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih atas kedatangan para hadirin sekalian pada acara malam ini, dalam kesempatan ini, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dan saya umumkan."
__ADS_1
Jingga ikut memasang telinga dan menaruh perhatian pada apa yang akan diucapkan Lucas, untuk beberapa alasan, ia tidak tahu apa yang akan Lucas umumkan.
" Yang pertama, mungkin juga kalian pasti sudah banyak mendengar tentang kabar ini, sesuatu yang sudah lama ingin saya umumkan, Kalian pasti dengan siapa datang malam ini, pasti banyak yang bertanya siapa wanita itu, dia adalah istri saya." Lucas tersenyum santaj, sambil.menatap Jingga yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, bukannya dulu Lucas begitu ingin mengumumkan pernikahan mereka, dan sekarang dia dengan bangganya memberi tahu semua orang.
" Mungkin beberapa pihak banyak yang menyakan kapan saya menikah, kenapa dulu tidak mengumumkan atau bahkan mengadakan pesta ? Jawaban cuma satu, Saya ingin berbahagia sendiri tanpa harus ada orang lain tahu, tapi sekarang tidak aku ingin menunjukkan ksemua orang saya sangat bahagia dan dengan bangganya akan memperkenalkan istri saya, yang sangat amat saya cintai, Wanita yang sangat saya cintai." Tatapan Lucas tidak berpaling pada Jingga, dari jauh Jingga bisa melihat tatapan penuh cinta dari mata bening suaminya itu.
"Dan, seperti yang bisa di lihat, wanita yang duduk di sanalah wanita itu, saya begitu beruntung memilikinya." Tangan Lucas merentang menunjuk kearah Jingga duduk.
" Perkenalkan, Matahari Jingga, istri saya."
Mesti sedikit kikuk, Jingga berdiri, sambil tersenyum lembut, ia membungkuk ke arah beberapa tamu.
" Itu yang pertama, untuk yang kedua, saya ingin menyampaikan sekali lagi terima kasih atas kehadirannya, dalam satu kesempatan yang sama, saya juga akan meresmikan gedung pertemuan ini.
Dikursinya, Jingga terdiam kaku, Jadi ini acara peresmian gedung ini ?
" Tapi agak kurang rasanya jika saya pemilik gedung ini tidak ikut naik keatas panggung ini."
Jingga masih belum sadar dengan ucapan Lucas, hingga Jimmy menghanpirinya dan mempersilahkannya untuk naik ke atas panggung.
Dan Jimmy hanya menganggukkan kepalanya menanggapi itu.
Lucas sedang tidak bercanda kan ? Dia benar-benar memberikan gedung ini padaku ?
Dengan langkah berat Jingga berjalan kearah panggung, Lucas sudah menunggunya dengan senyuman lembutnya. Sorot matanya menatapnya penuh takjub.
Jingga beberapa kali mencoba mengatur detak jantungnya yang sudah tidak lagi beraturan, rasanya seluruh tubunya berkeringat sangking gugupnya.
Lucas mengampiri istrinya saat Jingga sudah semakin dengannya, di genggam tangan istrinya itu, Lucas tahu saat ini Jingga pasti sangat gugup.
" Tenanglah, ada aku disini." Bisik pelan Lucas pada Jingga.
Mendengar itu gadis itu merasa lebih baik. Berdiri diatas panggung dengan Lucas membuatnya tidak bisa berpikir apa-apa. Apalagi saag semua mata tertuju padanya gadis itu tidak tahu harus bagaimana.
" Wanita yang saat ini disamping saya ini, adalah istri saya, wanita yang sangat saya cintai, Matahari Jingga" Ucap Lucas, lalu diciumnya pipi Jingga dengan mesranya, sontak membuat Jingga terkejut, tapi gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah.
__ADS_1
Suasan tiba-tiba menjadi riuh penuh dengan tepuk tangan.
" Sekali lagi terima kasih atas kehadiran kalaian semua, sekarang silahkan nikmati pesta ini." Ucap Lucas mengakhiri pidato panjangnya.
Dan Lucas mengajak Jingga untuk turun dari panggung,
" Apa kamu sudah gila, kenapa bilang aku pemilik gedung ini ?" Bisik Jingga pada Lucas.
Namun lagi-lagi pertanyaan itu tidak sempat terjawab ketika seseorang rekan bisnis Lucas menghempiri mereka.
Jingga merasa canggung, meminta ijin kepada Lucas untuk pergi, gadis itu tidak ingin menjadi orang bodoh yang pura-pura mengerti tentang pembicaraan mereka.
Jingga menyusuri setiap meja yang sudah tertata rapi berbagai makanan disana.
Matanya dalam sekejap terkesima, banyak makanan yang menggodanya. Tanpa ragu diambilnya salah satu makanan kesukaan Sushi.
Beberapa kali Jingga bertingkah menggemaskan karena makanan itu, rasa sushi itu sangat enak, hingga tidak bisa membuatnya berhenti untuk memakannya.
" Aw......" Seseorang tidak sengaja menabrak Jingga.
" Maaf, saya tidak sengaja." Ucap Pria yang tidak sengaja menabrak Jingga.
" Oh tidak apa-apa."
" Benarkah, saya benar-benar minta maaf." Ucap pria itu lagi.
" Sudahlah, tidak apa-apa."
" Perkenalkan nama saya Revan ." Di ulurkan tangannya untuk memulai perkenalan itu. Tapi Jingga hanya diam, dia cukup ragu untuk menanggapi perkenalan itu.
"Jingga." Ucap Jingga, gadis itu tidak membalas uluran tangan itu, dia hanya tersenyum menanggapi itu.
" Ok, kamu sendiri di sini ?" Tanya Revan mencoba mencairkan suasana, karena dia sadar waniat didepannya tidak terlihat welcome padanya.
Apa dia tidak tahu siapa aku ? Apa dia baru datang, hingga melewatkan pertunjukkan besar yang baru saja dibuat Lucas ?
__ADS_1