CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Bantu gue


__ADS_3

Dulu sekali sampai sekarang, Lucas selalu percaya diri bahwa dirinya bisa mengatasi segala sesuatu dengan mudah. Baik dengan kekuasaan, jabaatan, maupun uangnya, bahkan hanya menggunakan kecerdasannya, ia bia menghandle segala sesuatu. Namun saat ini, Lucas membuat pengecualian, Matahari Jingga bisa memporandakan hatinya, kegundahan hati sejak kemarin malam belum bisa dia kendalikan.


Berkali-kali ia memeriksa ponselnya, belum ada juga tanda Jingga menghubunginya, berkali-kali juga dia sudab bertanya pada Jimmy apakah Jingga menghubunginya tapi hasilnya masih saja nihil, itu malah semakin membuatnya marah dan kecewa, kenapa tidak ada itikat gadis itu untuk membujuknya.


Hingga suara ketukan pintu mengusiknya.


" Masuk." Teriak Lucas, menyuruh seseorang dibalik pintu itu untuk segera masuk.


" Maaf tuan, ada tamu." Ucap Jimmy saat masuk kedalam ruangan Lucas .


" Siapa ?" Tanya Lucas.


" Nona Kayla." Ucap Jimmy, tak berapa lama seorang gadis cantik dan sexy masuk tanpa menunggu aba-aba dari Jimmy.


" Hay Lucas." Sapa Kayla dengan manjanya, berjalan dengan anggun kearah Lucas dan langsung mencium pipi Lucas dengan berani.


Lucas yang merasa risih dan tidak suka langsung mendorong tubuh Kayla untuk menjauh darinya.


" Ada apa Kayla ? Cepat katakan dan segera pergi." Ucap Dingin Lucas pada Kayla, sepupunya itu.


" Ih lo itu ya, gue kesini karena kangen tau, udah berapa tahun kita nggak ketemu."


" Cepat katakan, ada apa, aku sedang sibuk."


" Ada apa-apa juga cuma pengen main aja, oh ya katanya lo udah nikah, kenapa nggak bilang-bilang sih." Tanya Kayla.


" Males, lo kesini cuma mau bahas ini, mending lo pulang."


" Dasar kanebo, gue kesini mau ketemu adik ipar gue, mana dia ?"


" Di rumah."


" Ya udah gue kesana sekarang." Ucap Kayla, seraya hendak pergi.

__ADS_1


" Jangan." Teriak Lucas, sontak membuat langkah Kayla terhenti.


" Kenapa ?"


Tapi sayangnya Lucas tidak menjawab, dan itu semakin membuat Kayla penasaran, dia harus segara menemui istri dari sepupunya itu.


" Nggak ! gue mau kesana sekarang, gue penasaran seperti apa, istri pria kanebo ini."


" Gue bilang jangan ya jangan, sekali lo melangkah pergi kerumah gue, gue bakal bilang ke tante tentang studio tato lo." Ancam Lucas. Ya Kayla mempunyai sebuah studio tato yang dia sembunyikan dari orang tuanya. Yang memaksanya untuk meneruskan penerusahaan mereka, tapi entah kenapa pession gadis itu lebih tertarik pada seni dari pada dua bisnis.


" Dari mana lo tahu tentang studio gue ?" Tanya Kayla tidak percaya, kenapa Lucas bisa tahu tentang rahasianya itu.


" Apa yang bisa di sembunyikan keluarga terhormat ini, dari gue, bahkan hal terkecilpun aku tahu." Ucap Lucas dengan sinisnya.


" Wah, gue sampai merinding, lo semakin mengerikan." Ucap Kayla. Gadis itu tidak menyangka Lucas semakin mengerikan, tapi itu tidak membuatnya heran juga, setelah kematian kakaknya, Lucas begitu memendam benci pada keluarganya, tak heran dia menjadi seperti ini, gadis itu sadar betul bagaimana perlakuan keluarga besar mereka pada Lucas, dan Kayla memaklumi sikap Lucas kenapa seperti ini.


" Sebentar saja." Ucap Kayla memohon. Dan Lucas hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda tidak.


Kayla tidak kehabisan akal, segala upaya harus dia lakukan agat Lucas mengijinkan dirinya bertemu istrinya itu. Gadis itu berjalan mendekat dan merengek dengan manjanya pada Lucas . Tapi Lucas tidak bergeming dia msih bersikap dingin seolah tidak peduli.


" Jingga." Ucap Lucas tidak percaya dengan apa yang dia lihatnya.


Sama halnya Jingga juga terkejut dengan apa yang ada didepan matanya, seorang gadis merengek manja pada Lucas, suaminya.


" Maaf, mungkin aku mengganggu, aku akan pergi." Ucap Jingga salah tingkah.


" Tidak, masuklah." Suruh Lucas.


Kayla yang dari tadi hanya diam membisu, mencoba berjalan menjauh dari Lucas, tapi tiba-tiba Lucas menariknya mendekat, hingga kini tidak ada jarak diantara dirinya dan sepupunya itu.


" Bantu gue, kalau mau studio lo aman." Ucap Lucas berbisik pada telinga Kayla.


" Dia siapa ?" Ganti bisik Kayla.

__ADS_1


" Istriku."


Mendengar itu, sontak membuat mata Kayla berbinar-binar, sepertinya akan terjadi hal manarik saat ini. Gadis itu seakan mengerti maksud dari Lucas, tanpa sungkan lagi gadis itu bergelayut manja pada tubuh Lucas.


" Sepertinya aku harus pergi." Ucap Jingga tidak nyaman, melihat seorang gadis bermanja pada suaminya membuatnya marah, tapi gadis itu pintar menyembunyikan amarahnya.


" Duduklah, ada apa kamu mencariku ?" Tanya Lucas dingin, Kali ini Lucas lebih berani menarik tubuh Kayla untuk duduk di pangkuannya. Kayla yang kaget hanya bisa pasrah mengikuti alur cerita yang dibuat Lucas, dan hanya bisa mengumpat dalam hati.


Apa dia sudah gila.


Jingga meregangkan tangannya yang sedari tadi mengepal erat. Jemarinya mengerut menahan amarah dan rasa geram yang tengah menderanya. gadis itu mencoba menahan rasa meledak-ledak di dalam dirinya agar tidak makin berkobar.


Jingga benar-benar tidak menyukai pemandangan yang ada di depan matanya saat ini. Beberapa kali dia mencoba menahan tangannya dan kakinya yang gatal untuk tidak menyerang gadis yang sedang bersama Lucas. Baginya mereka berdua sudah sangat keterlaluan.


Tapi semakin di tahannya gadis itu sudah tidak bisa, setelah beberapa kali mengatur nafas menahan amarahnya, dengan yakin gadis itu berjalan mendekat kearah Lucas dan wanita yang berada di pangkuannya itu, dengan cukup keras mendorong wanita itu hingga terjatuh.


" Kayla." Ucap Lucas, pria itu cukup kaget dengan tindakan berani Jingga, tatapan Jingga dingin, tapi disana tersimpan rasa amarah, Lucas tidak percaya Jingga bisa bertindak berani seperti sekarang, seperti ya rencananya berhasil. Pria itu menatap Jingga sangat dalam dan juga tersenyum penuh kemenangan.


Melihat senyuman Lucas itu, semakin membuat Jingga marah, tanpa permisi dan malu Jingga langsung mencium bibir Lucas dengan ganasnya tanpa memperdulikan Kayla yang sedari tadi masih duduk di lantai memperhatikannya dengan sesakma.


Tanpa menunggu lama pula, Lucas membalas ciuman itu, dan tak lupa pula menyuruh Kayla pergi dengan mengisyaratkan satu tangannya.


Dan Kayla yang melihat isyarat tangan Lucas hanya bisa menurut dengan perasaan kesal gadis itu keluar dari ruangan itu.


Sialan Lucas, setelah memangfaatkanku seenak jidatnya nyuruh gue keluar, tunggi dulu istrinya yang namanya Jingga itu ternyata cantik juga, tapi sayang sekali gadis secantik dia bisa nikah sama pria kenebo seperti Lucas.


" Lo mau kemana ?" Tanya Kayla saat berpapasan dengan Jimmy yang sedang membawa secangkir minuman diatas nampan ditangannya.


" Keruangan tuan, ingin mengantarkan minuman untuk nyonya Jingga."


" Lo mau masuk ? lo mau di lempar dari gedung ini, gue aja di usir apalagi lo. Udah nggak usah di kasih minum mereka, jangan ganggu mereka." Ucap Kayla memperingatkan.


Seakan mengerti Jimmy hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


" Baik nona."


__ADS_2