CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Tsania


__ADS_3

Lucas terbangun, menyadari Jingga tidak ada disebelahnya bergegas bangun dan mencari, dengan langkah cepat dan panik terlihat dari raut wajahnya.


" Kemana Jingga ?" Tanya Lucas pada seorang pelayan yang sedang membersihkan meja.


"Nona Jingga, sudah berangkat kuliah tuan."


"Kenapa kalian tidak membangunkan ku." Teriak Lucas kesal.


Pelayan itu hanya diam tidak menjawab, pertanyaan Lucas bukan pertanyaan yang gampang untuk dijawab.Lucas seakan lupa kalau dia tidak suka diganggu, bagaimana ada seorang pelayan berani membangunkan tidurnya.


Melihat pelayan itu diam,Lucas seakan mengerti kenapa dia tidak menjawab.


"kamu boleh pergi." Lucas menyuruh pelayan itu pergi.


Dengan kesal Lucas berjalan menuju kamarnya,hari ini dia sengaja tidak berangkat kerja karena ingin mengajak Jingga jalan jalan, tapi gadis itu malah sengaja menghindarinya.


"Tok tok." suara pintu


"Masuk." perintah Lucas

__ADS_1


" Maaf tuan,nona Tsania ingin bertemu dengan anda." Ucap Jimmy.


"Kapan dia pulang ? suruh dia tunggu."


"Baik tuan."


Jimmy bergegas keluar dari kamar Lucas, berjalan menghampiri gadis cantik bertubuh tinggi


yang sedang duduk anggun di kursi.


"Mohon nona tunggu sebentar, tuan sebentar lagi akan turun."


Tsania wijaya, bukan wanita asing bagi Lucas .Dia adalah kekasih mendiang kakaknya, dan hanya Tsania wanita yang selama ini bisa dekat dengan Lucas, dulu Lucas pernah menaruh hati pada Tsania.Tapi gadis itu lebih memilih Hiro kakak Lucas, dan sejak saat itu Lucas mulai menjaga jarak dan membuang rasa sukanya pada gadis itu, baginya kebahagian kakaknya lebih penting dari pada dirinya.Lucas rela mengalah saat gadis yang disukainya lebih menyukai kakaknya, dia memilih mundur perlahan tanpa mengungkap perasaannya.


" I miss you." Ucap Tsania dan tangannya semakin erat memeluk pria di dekapannya.


" Jaga sikapmu Tsania aku sudah menikah." Lucas mencoba melepas pelukan Tsania.


Mendengar ucapan Lucas, Tsania tertawa, gadis itu tidak percaya Lucas yang dia kenal dingin tidak suka berurusan dengan wanita bisa menikah.

__ADS_1


" sumpah bercandaan mu ngak lucu ." Tsania masih tertawa dan tidak percaya.


Lucas diam tidak ada ekspresi diwajahnya, tatapannya dingin.melihat itu Tsania mencoba menghentikan tawanya, melihat ekspresi Lucas, dia tau betul sifat pria didepannya.Lucas bukan orang yang pandai berbohong apalagi bercanda.Lucas tetap pria dingin yang masih seperti dulu.Dan Tsania tau saat ini Lucas tidak lagi berbohong.


Melihat ekspresi gadis didepannya yang seolah tak percaya.Lucas mengangkat tangannya menunjukkan cincin dijari manisnya, pertanda bahwa dia sudah menikah.


"aku gak percaya." ucap Tsania getir.dia berkali kali menggelengkan kepalanya sebagai tanda dia tidak percaya.


"Terserah kamu." Lucas berjalan meninggalkan Tsania.


Menyadari Lucas akan meninggalkannya dengan cepat Tsania memeluk Lucas dari belakang.


"kamu ngak boleh ninggalin aku, Hiro udah ninggalin aku, kamu ngak boleh." Tsania membenamkan wajahnya dibalik punggung Lucas dan menangis lirih tanpa suara.


Lucas diam tidak menolak, mendengar nama Hiro entah kenapa hatinya seakan sakit, kenangan buruk saat kepergian kakaknya kembali terniang di kepalanya.


"Lucas." ucap jingga tidak percaya dengan pemandangan yang saat ini didepan matanya.


mendengar suara Jingga sontak Lucas berbalik menuju sumber suara.Jingga berdiri diam dari sorot matanya terlihat air matanya perlahan membasahi pipinya.

__ADS_1


Dengan paksa Lucas melepas peluakan Tsania, berjalan menuju arah Jingga, tapi gadis itu malah berlari menuju kamar dan mengunci pintu kamar.sehingga lucas tidak bisa masuk kedalam


"Jingga buka, ini tidak seperti yang lo lihat." teriak Lucas sambil terus mengedor pintu kamarnya.


__ADS_2