CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Hukuman 2


__ADS_3

Jingga gelagapan saat Lucas bergerak mendekatinya, Jingga menelan ludah susah payah saat matanya bertemu dengan tubuh bagian atas pria itu, padahal sudah berkali-kali melihatnya, tetapi tetap saja kalau situasinya seperti ini mana mungkin Jingga bisa tenang.


" Kenapa ?"


Jingga menunduk, tangannya menunjuk kearah pintu di belakangnya.


" Buka pintunya."


" Nanti."


" Nanti ?" Jingga langsung mendongak, namun, menyadari Lucas yang sudah berdiri tegak dan terlalu dekat dengannya. Lagi-lagi Jingga menunduk.


" Kenapa ha-rus nanti ? Sekarang aja."


" Sekarang bukan waktunya bukain pintu, sekarang waktunya aku memberi hukuman padamu."


" Hukuman ?"


" Ya, menghukummu karena berbuatan nakalmu."


" Aku ? Aku sudah menjelaskan, dia tidak bertanya, ke apa juga aku harus memberi tahunya."


" Ow, jadi begitu, setiap lelaki yang mendekatimu kamu akan menanggapi itu, tanpa memberi tahu kamu sudah menikah."


" Emang harus ya ?" Tanya Jingga kesal.


Tapi bukannya jawaban yang dia dengar, melainkan ciuman panas di bibirnya, Ya Lucas langsung menyerang Jingga dengan ciuman panas tanpa jeda, seolah dia tidak memberi waktu Jingga untuk mengambil nafas.


Jingga yang merasa kewalah dengan ciuma itu, mencoba mendorong tubuh Lucas.


Lucas melepas ciumannya, di tatapnya tajam istirnya itu. Jingga bisa merasakan amarah dari tatapan mata itu.


Jingga menyadari sekarang bukan waktunya membela diri.


" Lucas..... Aku....Minta...Ma ."


" Di sini atau di ranjang ?" Potong Lucas, suara berat yang penuh intimidasi membuat Jingga ketakutan.


Jingga terkesiap, matanya membelalak.


" Ra- ranjang." Ucap Jingga bergetar, gadis itu mulai gelisah. Bahaya, benar-benar bahaya.


" Lucas....."


" Di sini atau di ranjang ?"


" Lucas, aku salah, aku minta maaf, tapi please jangan gini, jangan buatku takut."

__ADS_1


Jingga segera meminta maaf, hanya kata itu yang saat ini bisa dia pikirkan. Jingga langsung meraih tangan Lucas untuk digenggamnya. Namun, belum beberapa detik, Lucas sudah melepaskan diri dari Jingga.


" Jadi kamu mau kita berdiri ?" Giliran tangan Lucas yang menyentuh wajah Jingga . Jingga semakin gelagapan.


" Lucas aku minta maaf, kalau udah bikin kamu marah."


" Marah ? Memang aku bisa marah sama kamu ? Nggak sayang, aku nggak akan bisa marah kalau sama kamu."


Dalam satu kedipan mata, Jingga bisa merasakan tangannya ditarik pelan, wanita itu makin gelisah saat ia kembali harus berjalan menuju ranjang.


" Lucas, aku nggak bisa."


" Kenapa ?"


" Bukankah ini bukan hal pertama buat kita ?"


" Lucas, aku minta maaf, aku janji nggak bakal...."


Jingga membuka suara saat tubuhnya di dorong untuk kembali berbaring di atas kasur. Dengan sigap, Jingga bangkit kembaki, tapi saat itu juga Lucas langsung berada diatasnya. Mengurung kedua pahanya menggunakan lutut pria itu yang kini berada diatasnya.


" Lucas....Jangan begini. Please ?"


Jingga menelan ludahnya saat di lihatnya Lucas membuka ikat pinggangnya, secepat kilat. Jingga menutup wajahnya.


" Kenapa, ini bukan pertama kalinya kamu melihat tubuh polosku ?" Tanya Lucas. Tapi Jingga saat ini benar-benar tidak berani membuka matanya sekarang.Saat ini Lucas begitu menakutkan, amat sangat menakutkan, setiap kata yang keluar dari mulutnya penuh dengan intimidasi, suara beratnya terdengar menakutkan hingga bulu kuduk gadis itu berdiri sangking takutnya, dia tidak tahu ternyata Lucas menyimpan sisi gelap yang begitu mengerikan seperti ini ketika marah.


Jingga lebih memilih omelan Lucas yang tiada henti dari pada sikap dingin penuh intimidasi saat ini.


Jingga menggeleng kepalanya, Namun, kedua tangannya disentak menjauhi wajahnha dan berpindah menuju kedua sisi kepalanya. Jingga membuk mata, dan yang pertama kali ia lihat adalah mata Lucas yang menatapnya datar.


" Aku tidak suka kamu bersama pria lain." Jingga menganggukan kepalanya seakan dia mengerti dengan maksud ucapan Lucas.


" Aku tidak mau kamu dekat-dekat dengan pria lain." Lagi-lagi Jingga menganggukkan kepalanya.


" Aku akan membunuh setiap pria yang mendekatimu." Sekali lagi Jingga menganggukkan kepalanya, tapi begitu sadar dengan ucapan Lucas, dengan cepat dia menggelengkan kepalanya.


" Jangan."


" Jangan ?"


" Ya, Jangan di bunuh nanti kamu di tangkap polisi." Ucap Jingga dengan polosnya. Mendengar itu Lucas tersenyum.


" Kamu tahu apa salahmu ?" Lagi-lagi Jingga menganggukan kepalaya.


" Bagamana cara menghukummu , agar kamu tidak mengulanginya lagi ?" Tangan Lucas semakin nakal.


Jingga semakin panik saat tangan Lucas sudah masuk kedalam roknya, bergerak halus menggelitik area pahanya. Naik turun dari bagian lutut hingga paha bagian dalam. Jingga merinding, sialan gairahnya mulai terpancing.

__ADS_1


" Lucas. Stop !"


Jingga berteriak saat Lucas menyingkap roknya ketas , Senyuman terbit dari pria itu, dengan cepat, ia merangkak naik, menyejajarkan wajahnya mereka berdua, Lucas langsung mencium Jingga dalam.Tubuh mereka saling menekan, dan nafas keduanya saling memburu.


" Lucas, please...."


" Please what ?"


Lucas bisa merasakan tangan Jingga mulai menyentuh dadanya. Jemari wanita itu turun mengusap perutnya, meraba pinggulnya, hingga makin turun menuju......Oke , permainan selesai.


Lucas langsung bangkit dan menjauhkan wajahnya. Bahunya bergetar, tawanya pecah, sementara itu, Jingga terkesiap. Ditatapnya pria itu dengan ekspresi linglung.


Kenapa dia tiba-tiba tertawa ?


" Sumpah ! Ekspresi kamu bener-bener lucu, ternyata ada rasa takut juga kamu sama aku ?"


Mata Jingga langsung melotot, saat menyadari sesuatu, Lucas mengerjainya.


" Nyebelin ! Nggak tahu apa aku takut !"


" Hahaha, maaf mafa." Ucap Lucas lalu di peluknya istrinya itu.


" Lucas...Aku minta maaf...Aw." Jingga mengaduh saat dahinya dijentik oleh Lucas.


" Lain kali, jangan di ulangi, setiap pria yang mendekatimu, bilang kalau kamu sudah menikah."


Jingga bangkit dan duduk di tepi ranjang, nafas wanita itu masih terasa berat.


Lucas sadar betul itu akibat perbuatannya.


Biarin, sekali-kali Jingga harus diberi pelajaran.


" Kamu aja yang cemburuan." Ucap Jingga kesal.


" Gimana nggak cemburu, lihat istri di goda pria lain."


" Terus waktu kamu sama Tsania ?".


" Kenapa tiba-tiba bawa Tsania, dia cuma teman."


" Teman macam apa, yang ketemu selalu peluk-peluk."


Mendengar ucapan Jingga, Lucas tidak langsung mejawab, pria itu menunduk beberapa saat, kemudian memeluk istrinya itu dari belakang.


" Dia cuma teman, tidak lebih, dan selamanya akan tetap menjadi teman, apa kamu masih belum percaya ? Apa tadi yang aku lakukan belum membuatmu percaya ?"


Memperkenalkanku pada semua ? Memberikan gedung ini ? Ya sepertinya aku terlalu picik jika tidak menyadari ketulusan dan setiap ucapan Lucas.

__ADS_1


" Ya aku percaya padamu." Ucap Jinga, mendengar itu Lucas bahagia, pria itu semakin mempererat pelukannya, dan mencium ujung kepala istrinya itu.


" Aku berjanji padamu, aku akan selalu bersamu dan menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia ini."


__ADS_2