
"jangan-jangan itu anaknya Gilang."
" Mungkin."
"Kalau bener itu anaknya Gilang,sumpah gila gue ngak nyangka mereka berdua bisa segila ini." Riva masih tidak percaya gadis itu berjalan mondar mandir di depan Jingga.
"sudahlah ngak usah kaget gitu,lagian lo udah tau juga mereka waktu kepergok gue lagi ngapain."
"Iya juga sih, tunggu dulu kita harus ngasih tau gilang kalau Della masuk rumah sakit."
"Lo aja sana, gue udah ngak punya kontak nya,udah gue block."
Tanpa menunggu lama Riva mengambil ponsel di dalam tasnya dan segera menelfon Gilang.
" nomernya ngak aktif,ini anak kemana sih, bisa-bisanya dia ngilang saat ceweknya hamil dan mencoba bunuh diri." Riva jengkel karena tidak bisa menghubungi Gilang.
"Lo kirim pesan aja,nanti kalau nomernya udah aktif dia bakal baca pesan lo."
"Ok gue kirim pesan aja."
"Sekarang kita lihat gimana keadaan Della."
Dua sahabat itu bergegas menuju kamar Della di rawat.
__ADS_1
"Lo udah sadar ?" Tanya Riva yang melihat Della duduk dengan tatapan kosong sambil menatap tangannya yang tadi disayat nya.
Della tidak menjawab,dia seakan tidak peduli dengan kehadiran Riva dan Jingga.
"Kita udah hubungi Gilang, nomernya ngak aktif. Tapi kita udah ngirim pesan ngasih tau kalau lo masuk rumah sakit."
Mendengar nama Gilang sontak Della meneteskan air mata.Dia tidak menyangka Gilang tidak ada di sampingnya saat kondisinya seperti ini.
"Lo kenapa nanggis, ada yang sakit ya ?" Tanya Jingga khawatir sambil menghampiri Della.
" Ngak usah pegang-pegang gue,lo seneng kan keadaan gue kayak gini sekarang ?" Ucap Della.
"Lo kenapa sih ? Udah di tolong ngak ngucapin terima kasih lo malah marah-marah sama kita." Riva mulai kesal dengan sikap Della.
"Tenang Della,lo harus tenang,sekarang sebaiknya lo istirahat ngak baik buat kandungan lo kalau lo marah- marah kayak gini." Jingga mencoba menenangkan Della.
"Kalian udah tau." Ucap Della getir, rasa marah dan malu berkecamuk di dalam hatinya.Gadis itu malu pada sahabat yang dulu dia khianati tau kalau dia sedang terpuruk.
"Itu anaknya Gilang kan ?" Tanya Riva keceplosan.dengan cepat Jingga mencubit lengan Riva.Sadar dengan tindakannya Riva menutup mulutnya dengan tangannya.
Bodoh banget sih gue.
Della tidak menjawab gadis itu diam seribu bahasa,hanya air mata yang terus membasi pipinya.
__ADS_1
"Sebaiknya lo istirahat dulu,kita bakal nemenin lo sampai GIlang datang." Ucap Jingga sambil menarik Riva keluar rungan itu.
"Kenapa kita harus nunggu dia sih ?" Tanya Riva kesal.
"Udah jangan ngedumel mulu, sini duduk." Jingga menarik Riva untuk duduk di sebelahnya.
"Gue heran deh sama itu anak, kenapa juga harus mencoba bunuh diri ? Jangan-jangan Gilang ngak mau tanggung jawab makanya dia ngelakuin hal gila kayak gini "
"hush,ngak usah ikut campur urusan mereka."
"Oh ya, kemana Suami lo tumben dia ngak telfon lo, biasanya kalau lo lagi keluar sama gue itu ponsel ngak berhenti bunyi." Tanya Riva penasaran.
Oh ya lupa.Lucas.
Jingga mengambil ponsel di dalam tasnya,dilihatnya ponselnya mati.
"Kayaknya baterai gue habis deh."
" bagus,gue lupa bawa charger ."
" udahlah,lagian ngak penting.kalaupun ponselnya gue nyala dia juga ngak bakal nelfon gue."
"Lo lagi marahan ya sama dia ?"
__ADS_1
"Ngak,ngapain juga gue marah sama dia." Ucap Jingga kesal.