CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Maaf, aku sudah tidak bisa menahannya


__ADS_3

Jingga diam membisu, tidak percaya dengan apa yang saat ini terjadi.


...Lucas tidak memaksaku, terus kenapa dia harus membuka baju, apakah dia berniat menggodaku....


Jingga masih terpaku, ciuman lembut Lucas di dahinya seakan dia masih bisa merasakannya, Dan Lucas menuntun Jingga kearah Ranjang dan membaringkannya kemudian memeluknya, ya Lucas masih bertelanjang dada, posisi saat ini terlalu nyaman baginya.


" Pakai bajumu dulu, nanti kamu masuk angin." Suruh Jingga.


" Tidak, Temani aku tidur sebentar saja, aku sangat lelah, sejak tadi malam aku tidak tidur." Ucap Lucas, pria semakin mempererat pelukannya, membenamkan wajahnya di leher Istrinya itu.


" Kenapa ?" Tanya Jingga dengan polosnya.


" Banyak pekerjaan yang harus segera aku selesaikan, biarkan aku begini sebentar saja, dan diamlah jangan terus bergerak, jika kamu tidak bisa diam, aku juga tidak akan diam saja." Ucap Lucas memperingatkan, Jingga yang terus meronta mencoba melonggarkan pelukkan suaminya itu.


Mendengar itu, Jika hanya bisa menurut, baginya sekarang, dia tidak ingin membangunkan singa yang kapan saja siap menerkamnya.


" Baiklah, sekarang tidurlah, jangan terlalu memaksakan dirimu untuk terus bekerja." Ucap Jingga seraya membelai rambut Lucas dengan lembut.


" Aku harus bekerja keras, ada istri yang harus aku hidupi." Ucap Lucas.


Mendengar itu sontak membuatnya tersenyum bahagia. Ucapan Lucas membuat wajahnya merona karena malu.

__ADS_1


Tak berselang lama Lucas terlelap dalam tidurnya, terlihat sangat pulas, sesekali Jingga meliriknya, sangat tampan, bulu mata yang panjang, hidung yang mancung, sangat sempurna pemandangan yang didepan matanya saat ini.


Jingga berusaha tidak banyak bergerak walaupun rasanya seluruh tubuhnya sudah terasa kram dan kaku, tapi gadis itu menahannya.


Di tatapnya langit-langit, melirik kesekitar, ruangan yang sangat besar, baru kali ini gadis itu masuk kedalam ruangan ini, dia tidak menyangka diruangan kerja Lucas terdapat ruangan seperti ini.


Dan kali ini Jingga sudah tidak menahannya, rasanya seluruh tubuhnya seperti mati rasa, di sentuhnya Lucas dengan lembut, berusaha untuk bergeser sedikit agar dia bisa meregangkan tubuhnya.


Di tatapnya Lucas yang sedang tertidur pulang, rasanya dia tidak bisa menahannya, ingin rasanya dia menyentuh wajah tampan itu, berusaha selembut mungkin membelainya dari ujung kepala, turun ke hidung lalu turun ke bibir. Melihat bibir merah alami milik suaminya itu ingin sekali gadis itu mengecupnya, dan tanpa menunggu lama dia mengecup bibir itu dengan cepat dan perlahan karena dia lagi-lagi tidak ingin menganggu tidur suaminya.


Jingga beranjak bangun dengan sangat pelan, tapi tiba-tiba Lucas menahannya.


" Ya, kamu menbangunkan singa yang sedang tertidur pulas, yang sedari tadi sudah menahan diri untuk menerkammu." Ucap Lucas, tatapan matanya seakan mengintimidasi Jingga seakan Jingga tidak bisa berkata-kata.


Dengan cepat Lucas merubah posisi mereka, kali ini Lucas yang berada di atas Jingga yang sedang berbaring dengan tatapan bingung.


" Maaf, sepertinya aku sudah tidak bisa menahannya"


" Aku... tidak...bermaksud..." Belum selesai Jingga menyelesaikan ucapannya, bibirnya sudah dibungkam oleh Lucas dengan bibirnya, Lucas melahapnya dengan sangat ganas, tanpa memberi celah, Jingga cukup kewalahan, tapi dia sekan tidak bisa melawan, kedua tangannya sudah di kunci Lucas dengan sangat Kuat. Lucas semakin berani kali ini bukan hanya bibirnya, pipi , rahang, leher dan bahu, semua sudah terjamah. Wanita beberapa kali melenguh akibat ulah Lucas yang begitu tiba-tiba.


Mata Jingga melotot saat Lucas sedang membuka kancing kemeja yang dipakainya, tapi gadis itu lagi-lagi tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena kedua tangannya kini sudah terangkat di atas kepalanya dan Lagi-lagi Lucas menguncinya, Jingga sudah tidak bisa bergerak lagi karena dia bisa merasakan kuatnya cengkraman itu.

__ADS_1


Terlihat jelas apa yang ada di balik kemeja itu, Jingga cukup malu saat Lucas menatap tubuh bagian atasnya yang polos hanya tertutup bra.


" Aku tanya sekali lagi, apa kamu benar-benar sudah siap ?" Tanya Lucas, tapi Jingga hanya diam, gadis itu terlalu malu untuk menjawab dan menunjukkan wajahnya yang merona. Melihat itu Lucas tersenyum, entah kenapa wajah istrinya saat ini semakin menggodanya.


" Baiklah, lagian aku juga akan tetap melakukannya walaupun kamu menolaknya." Ucap Lucas dengan sombongnya.


Siang hari ini terasa panas dan mengairahkan untuk mereka berdua, tidak ada lagi penolakan ataupun pembahasan tentang siap atau tidak siap, karena berdua sudah saling terhanyut dalam cinta mereka.


Saat itu juga Lucas memasukkan miliknya pada tubuh Jingga, membuat wanita itu mengejang, apalagi saat Lucas mulai bergerak, Jingga memekik tertahan. Ia tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Rasa perih menghujamnya, namun kenikmatan juga tidak bisa ia abaikan.


Lucas merasakan nafasnya memburu, wanita yang saat ini di pelukannya saat ini benar-benar luar biasa, untuk.beberapa saat dia merasa istrinya terlihat amatir, namun di beberapa kesempatan, istrinya ini bisa membuatnya mengeluarkan ******* penuh kenikmatan.


Mereka berdua berhasil merasakan puncak kenikmatan dalam waktu bersamaan .


" Sekarang tidurlah." Bisik Lucas lembut pada Jingga yang sedang terbaring lemas.


Jingga tidak mengubris rasanya seluruh tubunya seakan tak berdaya, rasa kantuk sudah tak bisa tertahankan, perlahan gadis itu terlelap.


Lucas tersenyum bahagia melihat istrinya itu, di kecupnya kening Jingga.


" Terima kasih, kamu sudah percaya padaku, aku sangat mencintaimu, aku berjanji akan menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia ini."

__ADS_1


__ADS_2