CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
jujur


__ADS_3

Jingga memilih untuk berangkat pagi untuk kuliah tanpa pamit atau membangunkan Lucas yang sedang tidur, dia sengaja walaupun dia sudah memaafkan perbuatan Lucas.tapi dalam hati kecilnya masih tersisa rasa kesal, gadis itu bersikap jual mahal agar Lucas tidak mengira wanita gampangan.


"Jingga." teriak Riva sambil berlari menghampiri Jingga.


langsung ditariknya Jingga menuju kantin.


"Ceritain. secara lengkap dan jelas !"ucap Riva dengan serius.


Jingga menghela nafas panjang sebelum menceritakan semua.


"Aku itu udah nikah 1 bulan yang lalu."


"Kamu kenapa ngak cerita sih ?" tanya Riva kesal


"Ya maaf..lagian itu cuma nikah kontrak kok."


"Apa !" teriak Riva tidak percaya.


"Biasa aja ngak usah heboh kayak gitu."


"Kamu udah gila ya."

__ADS_1


"Aku ngak punya pilihan lain,gue ngak sengaja ngerusak baju dia yang harganya selangit,terus dia minta ganti. Aku duit dari coba ? dan lagi dia ngasih tawaran bagus.dia bisa melunasi hutang hutang keluargaku, selama aku mau nikah sama dia." Jingga mencoba menjelaskan sambil sesekali membuang nafas berat.


"Sumpah kamu cewek beruntung, udah hutangmu lunas bonusnya nikah sama Lucas arkana putra pria paling kaya raya.Kamu pekai pelet apaan sih nasibmu bisa bagus kayak gini." ucap Riva asal dia masih tidak percaya sahabatnya menikah dengan Lucas pria kaya yang sangat terkenal.


"Pelet kembang setaman puas !! ," ucap Jingga kesal.


"Udahlah aku males cerita lagi lagian aku cuman nikah kontrak 3 bulan,setelah 3 bulan aku bebas."


"Apa ? nikah kontrak 3 bulan ? Kamu gila ya ? Kamu bakal jadi janda ? apa Kamu ngak mikir sih ? "


"Kamu ngak punya pilihan, kamu tau hutang keluargaku, berapa banyak mau sampai kapan aku harus bekerja buat bayar hutang itu, Kamu tau sendiri aku kerja gaji berapa aku harus mikir makan dan biaya kuliahku .setelah 3 bulan itu gue bisa fokus untuk mencari orang tua ku dan bilang ke mereka kalau hutang kita udah lunas, mereka ngak perlu lagi sembunyi dan ninggalin aku kayak gini walaupun gue harus berkorban kayak gini, " ucap Jingga tanpa sadar air mata sudah membasahi pipinya.


Setelah kepergian orang tuanya Jingga benar-benar terpukul dia tidak menyangka orang tuanya akan meninggalkannya tanpa membawa dirinya dia kadang merasa marah pada orang tuanya, tapi rasa rindu kepada mereka lebih besar dari pada rasa marahnya, dia yakin orang tuanya pasti mempunyai alasan sehingga tidak bisa membawanya pergi bersama mereka, gadis itu hanya bisa bersabar suatu saat dia pasti bisa bertemu dengan orang tuanya.


"Kamu yang sabar ya.Aku yakin kamu pasti bisa ngelewatin ini semua,Aku selalu ada buat kamu !."


"Tunggu dulu ada apa dengan leher mu ?" Riva mulai menyadari banyak tanda merah di leher sahabatnya saat dia memeluknya.


Dengan cepat Jingga menghindar sambil menutupi lehernya dengan kerah baju kemejanya dia sengaja hari ini memakai kemeja dan mengancingkan kerah baju paling atas.mdia berharap dengan itu bisa menutupi bekas ciuman yang ditinggalkan lucas.tapi sepertinya percuma Riva tau tanda bekas ciuman itu.


"Bukan apa- apa..ini digigit serangga." Jingga mencoba mengelak.

__ADS_1


Melihat Jingga yang panik dan salah tingkah riva hanya tersenyum.


"Kamu kira aku anak kecil, Aku tau itu tanda apa ?"


ucap Riva dengan tawa kecil di bibirnya.


Jingga hanya menghela nafas.


"Semua ini gara-gara Gilang sialan kalau aja kemarin dia ngak buat masalah gua ngak bakal dapat masalah."


"Maksud Kamu?"


"Aku kemaren hampir aja diperkosa sama Lucas si gila itu." ucap Jingga keceplosan dengan cepat dia menutup mulutnya karena tersadar dengan ucapannya.


"Tunggu, kamu hampir diperkosa ?" hahahaha ." Riva malah tertawa mendengar ucapan Jingga.


"Kok kamu malah ketawa sih ? Kamu seharus perihatin sahabat mu mau diperkosa." ucap Jingga kesal


"Ya diperkosa suami sendiri."


"Kok kamu sama kayak si Lucas gila itu sih."

__ADS_1


Jingga kesal dan pergi meninggalkan Riva yang masih tertawa.


__ADS_2