
Sudah 2 hari Lucas tidak pulang ke rumah,saat ini dia tidak ingin bertemu dengan Jingga. walaupun dia sangat merindukan gadis itu tapi rasa kecewa masih dia rasakan mengingat perkataan Jingga yang menganggap pernikahan mereka hanya permainan.
" Apa yang Jingga lakukan saat saya tidak ada ?" tanya Lucas
"Seperti biasa tuan nona hanya kuliah dan langsung pulang selesai kuliah." Jawab Jimmy sambil terus fokus menyetir.
"Apakah tuan mau saya antar pulang ke rumah ?" tanya Jimmy sekali lagi.
" tidak, kita ke hotel saja" jawab Lucas dingin.
Lucas diam pandangannya melihat keluar jendela, sejenak dia mengingat wajah Jingga, senyuman gadis yang dia rindukan itu mengusik pikirannya . dimainkannya ponsel ditangannya , ingin sekali dia mendengar suara gadis itu. Tapi rasa marah masih membeku di hatinya.
Rumah
Jingga berdiri samping jendela berharap melihat Lucas pulang, tangannya masih menggenggam erat ponselnya, berharap benda itu berbunyi, dia sangat berharap Lucas menelponnya sekedar berkata hallo. Jingga sangat merindukan Lucas, dia ingin sekali menelfon laki-laki itu tapi dia cukup berani entah kenapa selalu ada keraguan saat dia sudah cukup yakin untuk menelfon Lucas dan mengatakan kata maaf.Dia belum siap menerima kenyataan kalau cintanya bertepuk sebelah tangan,
"Tok tok." suara pintu
__ADS_1
"Masuk." perintah Jingga
" Apa nona mau saya siapkan makan malam." ucap pelayan
" tidak, nanti saja." ucap Jingga tidak bersemangat.
"Tunggu." teriak Jingga menghentikan langkah pelayan itu saat akan keluar dari kamarnya.
" Apakah tuan Lucas tidak menelfon ke rumah ?" tanya Jingga ragu-ragu.
" tidak nona, dari kemari tidak ada telfon dari tuan."
2 hari pergi, 2 hari pula gak ada kabar dari Lucas yang membuat Jingga gusar, jujur dia sangat merindukan Lucas. Jingga akhirnya memilih untuk menelpon Lucas lebih dulu, dia sudah tidak memikirkan rasa ragu dihatinya yang ada dipikirannya sekarang hanya Lucas.
" Hallo." suara Lucas terdengar dari seberang sana.
Sejenak Jingga terdiam, bingung harus berkata apa.mendengar suara Lucas sudah membuat mulutnya tidak bisa berkata kata, suara yang dia rindukan.
__ADS_1
Kamu lagi ngapain sekarang ? ke mana aja selama 2 hari ini ?segitu sibuknya kah sampai gak bisa memberi kabar ? apakah kamu marah sampai gak mau ketemu sama aku ? Aku kangen.
"Ada apa ?" tanya Lucas
" Duit ku habis." ucap Jingga asal, entah kenapa otaknya seakan tidak berkerja saat mendengar suara Lucas.
"Oh, nanti Jimmy akan ngasih kartu ATM lagi." ucap Lucas dingin.
"iya." jawab Jingga lesu
"Ada lagi ?"
Ada lagi katanya ? gak ada niat nanyain kabar gue selama 2 hari ini apa ? udah makan atau belum gitu ? masih di kampus apa udah pulang ?
"Gak ada, aku kangen." ucap Jingga tanpa sadar, setelah dia sadar apa yang baru dia ucapkan gadis itu langsung menutup mulutnya dan mematikan sambungan telpon .
" Bodoh banget sih akh, kenapa aku ngomong kayak gitu." ucap Jingga kesal sambil mengacak ngacak rambutnya.
__ADS_1
Entah apa yang dipikirannya kata rindu tiba tiba keluar dari mulutnya, jujur dia sangat merindukan Lucas terlepas dari rasa ragunya terhadap Lucas, sejenak dia berpikir ingin mengartikan kata kata Lucas yang menganggap pernikahan mereka bukan permainan adalah benar, karena Jingga juga berharap demikian tapi Lucas tidak memberinya kepastian lewat kata.