
Jingga terbangun disaat matahari udah cukup tinggi, dan posisi Lucas semalam telah tergantikan dengan guling.
Jingga mengecek jam yang ada didalam kamar yang sudah menunjukkan angka sembilan.jingga yakin Lucas sudah berangkat kekantor karena memang Lucas orang yang tepat waktu.
Jingga melihat sekeliling dan menemukan sebuah nampan yang berisi roti dan susu gadis itu memilih untuk bangun dari tempat tidur dan mengambil sticker note berwarna kuning mencolok yang menempel dipinggir nampan.
Habiskan . dan jangan kemana-kemana...maaf
Jingga hanya membuang nafas berat melihat tulisan lucas.
"Sama sekali tidak berubah." ucap Jingga kesal.
Jingga mulai luluh dengan penjelasan lucas tadi malam.entah kenapa sekarang hatinya mulai lebih baik setelah mendengar alasan Lucas.sesekali dia tersenyum getir mengingat ucapan lucas yang penuh dengan penyesalan.
Jujur masih ada rasa marah dan kecewa tapi itu bisa hilang dengan sendirinya jika lucas tulus meminta maaf padanya.
Jingga mulai beranjak menuju kamar mandi, dilihatnya kamar mandi sudah bersih dan rapi seperti sedia kala.
sejenak dia mengingat saat kamar mandi hancur berantakan karena ulahnya kemarin, lagi lagi dia tersenyum getir.
__ADS_1
Setelah selesai mandi Jingga keluar kamar untuk sekedar mencari udara segar.setelah kejadian kemarin rasanya dia butuh udara segar untuk merefresh pikirannya sebentar.
Berjalan menuju taman didepan rumah.dipenuhi dengan tanaman-tanaman hijau .
mata jingga langsung berbinar senang saat melihat sosok yang dikenalnya di rumah itu.
"Nisa.." teriak Jingga sembari berlari menghampiri nisa yang sedang menyirami tanaman.
"Nona sudah sembuh." tanya nisa
Jingga tidak menjawab dia hanya tersenyum mendengar pertanyaan nisa.
"Boleh aku bantu." ucap Jingga mencoba mengalihkan ,karena dia sadar Nisa dari tadi melirik tanda dilehernya.yang membuatnya tidak nyaman dengan lirikan itu.
"Tidak usah nona,kalau nona sakit lagi saya pasti kena masalah."
"Please..jangan berlebihan,dia ngak akan tau." ucap Jingga sembari merebut selang ditangan nisa.
dengan cepat nisa menepis tangan Jingga dengan hati hati.
__ADS_1
"Apa nona lupa,di rumah ini setiap sudut ada CCTV nya,kalau tuan Lucas sampai tau saya bisa kena masalah kemarin saja saat nona pingsan pelayan di rumah ini kena marah tuan."
"Benarkah ?" tanya Jingga tidak percaya.
"Iya nona.kemaren tuan duduk didepan pintu kamar cukup lama, tuan terlihat sangat sedih nona."
Mendengar ucapan Nisa hatinya jingga merasa sedih dia sendiri tidak menyangka Lucas akan sebegitu nya kini dia tau seberapa tulus Lucas padanya.
"Sudahlah..biar aku bantu ya..aku bosan setiap hari dikurung di rumah ini ." ucap Jingga memohon.
"tidak nona.tolong mengertilah para pelayan akan dapat masalah kalau nona sampai kenapa napa."
"Baiklah..aku akan disini menemanimu ." Jingga mulai menyerah dia tau Lucas itu pria dingin yang bisa melakukan apa saja .
"Apa kamu tidak bosan bekerja di rumah ini ?" tanya Jingga penasaran kenapa ada orang yang betah berkerja dengan lucas yang dingin.
Nisa hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan Jingga.
"Saya bisa bekerja disini saja sudah sangat beruntung nona tuan Lucas itu tidak seperti yang nona fikirkan.memang tuan terlihat dingin seolah tidak peduli tapi tuan sangat baik pada para pelayan.gaji kami selalu naik setiap akhir tahun kami diberi bonus yang lumayan banyak sehingga kami dapat mengirim uang lebih untuk orang tua dikampung." ucap nisa panjang lebar.
__ADS_1
Mendngar penjelasan Nisa .Jingga hanya tersenyum gadis itu mulai kagum dengan sosok Lucas dulu dia berpikir Lucas dingin tidak peduli dengan orang lain ternyata mempunyai hati yang baik.