
Dalam waktu singkat, Jingga sudah merasakan tubuhnya berbaring di atas sofa, Mata Jingga melotot saat Lucas bermain nakal di kacing dress yang dikenakannya.
Tunggu dulu, Kenapa jadi seperti ini ? Mereka memang mau lakukan apa ?
" Lucas, kamu mau ngapain ?"
Lagi dan lagi, pertanyaan tidak di gubris. Lucas masih melanjutkan permainan nakalnya.
Merasa sinyal tanda bahaya sudah berbunyi. Jingga langsung segera bangkit dari posisi baringnya dan berusaha untuk kabur. Tapi sayangnya dengan cepat Lucas menahannya.
" Mau kemana ?"
Tubuh Jinga gemetar. Kenapa Lucas tiba-tiba menjadi menakutkan begini ?
" Jangan macam-macam ya, aku bakal teriak !" Ancam Jingga.
" Teriak ? Hahahaha... Teriak yang kencang sayang, biar semua tahu." Ancam balik Lucas.
Dengan tangannya, Lucas menyentuh kedua sisi wajah Jingga dengan lembut. Memastikan agar apa yang tengah ia nikmati saat ini tetap terjaga dalam jarak tubuhnya. Tadinya, Lucas hanya beniat bermain untuk memberi pelajaran kepada istrinya yang pura-pura melupakan siapa dirinya.
Namun, saat bibirnya menyentih bibir Jingga. Ia tahu dia akan sulit mengakhiri apa yang tengah ia mulai. Bak oasis di padang pasir, Lucas seolah menemukan pengobat dari dahaganya selama ini. Semakin ia memperdalam ciumannya. Semakin besar pula Lucas menginginkan perempuan itu.
Lucas mendesah frustasi.Tubuhnya bereaksi saat telapak tangan Jingga menyentuh halus garis rahangnya. Ada rasa panas yang menjalar disetiap sendinya. Kakinya terasa melemah. Rasanya ia ingin pingsan.
Libidonya mulai naik. Lucas tahu ini mulai bahaya. Bahkan Lucas tidak pernah tahu jika hanya berciuman seperti ini saja, ia langsung menginginkan Jingga lebih dari ini. Isi kepalanya mulau membayangkan sensasi lain jika ia bisa membenamkan dirinya di dalam tubuh Jingga.Jingga masih terlihat tenang sedangkan ia sudah merasa porak-poranda, sialan, perempuan ini benar-benar membuatnya gila.
Lucas sudah tidak bisa menahannya lagi. Dengan isi kepala, rekasi tubuh dan hasrat yang semakin tidak terbendung. Lucas memberanikan dirin untuk menambah ritme cumbuan mereka. Lidahnya merajalela, bibirnya melu**t bibir Jingga tak terkendali. Menghisap dan mengecup seakan tidak ada esok hari. Tepat saat bibir sudah berlabuh di ceruk leher Jingga, saat itu jugalah Lucas menyadari ada yang mencengkram kedua tangannya.
Lucas terkisap. Bertepatan dengan kedua matanya terbuka, Seseorang memutar tubuhnya hingga berakhir dengan posisi berlutut menghadap dudukan sofa. Ia meringis menahan sakit.Kepalanya mendongak berusaha menatap Jingga yang sudah berdiri tepat di belakangnya sambil memegangi kedua tangannya. Sialan ! Luvas lupa jika selain memasak, Jingga meruapakan mantan preman waktu SMA, yang jago berkelahi.
" Tunggu, ini...."
" Mau pergi sendiri atau aku panggil pihak keamanan ?"
__ADS_1
" What ? Kamu mau ngusir aku ?"
Lucas kaget luar biasa diperlakukan seperti ini, Demi tuhan, tidak sampai sepuluh detik yang lalu mereka masih saling ******* bibir satu sama lain dan sekarang Jingga tengah mencoba untuk mengusirnya !
" Dari kemarin aku coba sabar. Tapi kayaknya kamu nggak bisa dikasih hati. Bisa nggaknsih, kamu berhenti ngerecokin hidup aku ?"
" Ngerecokin hidup kamu ? Aku ? "
" Iya."
" Aku lagi berusaha, buat kamu kembali kepadaku !" Ucap Lucas keras.
Kembali ?
Jingga diam, entah kenapa dia tak lagi mampu beucap.
Dan Lucas dengan segenap tenaganya, lelaki itu mencoba berdir dan melepaskan diri. Mendapati Lucas yang tiba-tiba memberontak. Membuat Jingga tidak siap. Alhasil lelaki itu kini sudah kembali berdiri tepat di hadapannya. Jingga menatap Lucas dengan pandangan siaga. Terlihat lelaki itu yang tengah mengibas-ngibaskan tangannya yang berberapa saat lalu diplintir oleh Jingga.
" Aku benar-benar ingin kamu kembali." Ucap Lucas.
" Lihat mata aku Jingga ?" Suruh Lucas lirih.
Dan masih Jingga, tak ngeiyakan perintah Lucas, gadis itu seakan kekeh dengan pendiriannya.
" Aku mohon ?" Suara Lucas bergetar.
Mendengar itu, hati Jingga seakan luluh, Perlahan ia mencoba menatap Lucas kembali, menatap dalam pada kedua bola mata tepat didepannya. Sangat dalam, hingga bisa saja dia tenggelam disana. Sejujurnya Jingga dapat melihat ketulusan disana.
" Masih butuh waktu berapa lama lagi ?" Tanya Lucas.
" Entahlah..." Jawab Jingga lirih.
" Aku sudah tidak bisa menunggu lagi, aku mohon kembalilah. Harus bagaimana ?, agar kamu memaafkanku dan kembali padaku ?"
__ADS_1
Jingga msih diam, tidak menjawab. Seluruh kepala dan hatinya seakan bergemuruh tidak karuan, saat ini dia tidak bisa berpikir apa-apa. Karena dia sendiri, tidak tahu kapan dia harus kembali dia belum siap untuk kembali, atau mungkin dia tidak akan kembali lagi ?
" Apa kamu sudah tidak lagi mencintaiku ?" Tanya Lucas lembut.
" Cinta ? Aku tidak tahu." Jawab Jingga dengan suara bergetar.
Dan bagai petir disiang bolong, mendengar jawaban Jingga. Lucas tidak menyangka tiga tahun bisa membuat orang yang dicintainya berubah.
padahal tiga tahun menunggu, Lucas semakin memupuk cintanya.
" Sekali lagi aku tanya, Apa kamu benar-benar sudah tidak mencintaiku ?" Tanya Lucas kembali, dia ingin memastikan lagi.
Jingga masih diam.
" Baiklah, kalau kamu tidak bisa mejawab pertanyaanku. Tapi maaf, aku tidak bisa menuruti kemauanmu, aku akan tetap mengganggumu, ngerecokin hidupmu dan membuatmu jatuh cinta lagi padaku."
Lucas menarik tubuh Jingga, memeluknya erat. Istri yang begitu ia rindukan.
Dan Jingga diam, pasrah tidak ada penolakan di sana.
" Dan ingat, suamimu ini bukan laki-laki yang gampang menyerah, sekalipun kamu lari keujung dunia, aku akan tetap mengejarmu." Bisik Lucas di telinga Jingga.
Dan perlahan Lucas melepas pelukan itu.
" Aku pergi dulu." Pamit Lucas, seraya melempar senyuman kepada Jingga.
Selepas kepergian Lucas.Jingga melangkah mundur, melempar tubuhnya duduk di sofa.Tubuhnya seakan lemas tidak bertenaga. Pikirannya seakan kosong, tak mampu lagi berpikir apa-apa.
Jingga menarik napas dalam-dalam dadanya masih bergemuruh luar biasa.
Apa yang baru saja terjadi ?
" Akh.....Aaaaaa..." Teriak Jingga kesal, seraya mengacak-ngacak rambutnya melampiaskan kekesalannya.
__ADS_1
Apa yang aku lakukan ? Kenapa aku tadi aku cuma diam ?