CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Panggil aku sayang


__ADS_3

" Satu lagi jangan sengaja membuatku cemburu, ku jelaskan lebih awal saja, selain takut kamu kenapa napa aku juga takut kehilanganmu." Ucap Lucas menegaskan sambil kedua tangannya memegang pipi Jingga.


Jingga masih terlena dengan kata kata Lucas,gadis itu hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia mengerti.


"kamu juga, aku juga ngak suka kamu deket deket sama cewek lain."


"Aku janji."


Entah mereka sadar atau tidak kata panggilan yang biasanya lo gue, berubah menjadi aku kamu.


" boleh aku tau kenapa kamu menyukaiku ?" Tanya Jingga penasaran dia masih tidak percaya Lucas pria idaman setiap wanita menyukainya wanita biasa yang tidak ada apa apa nya dengan ribuan wanita yang ingin dekat dengan Lucas.


"Jika kamu tanya apa yang istimewa tentang kamu ? jawabannya tidak ada, hanya saja tidak yang istimewa jika tanpa kamu."


Oh my god, ini benaran Lucas yang aku kenal kan ? kok dia bisa se sweet ini sih.


Jingga tersenyum mendengar jawaban Lucas.


" udah aku laper ." Lucas menyalakan mesin mobilnya dan melanjutkan perjalanan mereka menuju warung pak Mus.

__ADS_1


******


Sesampainya di rumah Lucas tidak melepas genggaman tangannya dari tangan Jingga, pria itu terlalu bahagia hingga tidak ingin jauh dari gadis yang di cintanya itu.


" Lucas lepas aku mau mandi." Ucap Jingga memohon.


"Nggak." jawab Lucas cuek seakan tidak peduli, pria itu masih asyik tidur di pangkuan Jingga.


" Badanku lengket."


"Tunggu, kita ubah panggilan lo gue, kita udah sah suami istri ngak ada istri yang manggil suaminya lo." Lucas bangun dari tidurnya.


"Emang harus ya ?"


Please, kenapa ini anak jadi alay gini sih.


"Nggak ! terlalu alay."


"Jadi kamu ngak mau ?" Ucap Lucas.

__ADS_1


" Ya mau,tapi ngak harus dengan panggilan Alay itu.Udah aku mau mandi." Jingga beranjak dari duduknya, berjalan menuju kamar mandi


Tapi Lucas menarik tangan Jingga hingga gadis itu terjatuh di atas kasur, dengan cepat Lucas menahan tubuh Jingga dengan tubuhnya hingga gadis itu tidak bisa bergerak.


"Lucas , minggir ! Aku mau mandi." Jingga mencoba mendorong tubuh Lucas yang berada di atas tubuhnya.tapi sayang tenaga Lucas terlalu kuat untuk Jingga.


" panggil suami mu ini sayang dulu, baru aku lepas, atau aku ngak keberatan kalau kita mandi bareng." Ucap Lucas menggoda sambil.memainkan jarinya di pipi mulus Jingga, sontak membuat wajah Jingga memerah.


Mandi bareng ? Ngak !


Jingga terus menggelengkan kepalanya sebagai tanda dia tidak setuju.Gadis itu mengambil nafas panjang untuk bersiap siap, rasanya aneh jika dia harus memanggil Lucas dengan sebutan sayang.


"Ok . sa.... yang." ucap Jingga pelan.


" Yang keras,aku ngak denger." Goda Lucas sambil mendekatkan telinganya di mulut Jingga.


"Sayang ..sayang...sayang ..sayang."


"Kamu harus terbiasa panggil aku sayang." Lucas mengecup bibir merah Jingga.

__ADS_1


Lucas tersenyum penuh kemenagan karena berhasil mengoda Jingga. Lucas bangun dengan cepat Jingga berlari melarikan diri menuju kamar mandi dan menutup pintu dengan cukup keras.


Di dalam kamar mandi Jingga berdiri di balik pintu, jantungnya berdetak dengan cepat, wajahnya memerah karena malu, gadis tidak berhenti tersenyum bahagia.Dia tidak pernah membayangkan hidupnya akan sebahagia ini.Dia tidak menyangka kebahagian akan datang setelah kepergian orang tuanya entah kemana.


__ADS_2