
Lucas dan Jingga berjalan menuruni tangga sambil bergandengan tangan.
Tsania yang melihat itu merasa marah tapi dia bisa menyembunyikan rasa marahnya di balik senyum palsunya.
" Kenalin ini Jingga, istriku." Ucap Lucas memperkenalkan Jingga pada Tsania.
Tsania mengulurkan tangannya sambil memasang senyum manisnya.
"Tsania."
"Jingga." Jingga membalas uluran tangan Tsania.
Sama halnya dengan Tsania Jingga juga memasang senyum palsunya.
"Jadi bagaimana soal proyek di kota Y ?" Tanya Lucas pada Tsania.
"Aku udah hubungi orangku di sana, besok lusa kita bisa pergi ke sana buat ngecek kerjaan di sana."
Kita ? Jadi mereka mau ke kota Y berdua ? Ok Lucas lo hebat banget .
Raut wajah Jingga berubah mendengar ucapan Tsania.
"Kamu boleh ikut." Ucap Lucas , dia seakan sadar kalau istri gang saat ini duduk disampingnya sedang merajuk.
"Aku ? Ngak ? Gue ada kuliah." Jawab Jingga cuek.
"Kamu jangan ganggu kuliah istrimu Lucas,biarkan dia fokus dengan kuliahnya." Ucap Tsania sok perhatian.
__ADS_1
"Baiklah." Ucap Lucas .
Kok dia bisa tenang aja sih ? bujuk gue kek ? dasar es batu .
Jingga mulai kesal mendengar ucapan Lucas.
"Udah siang, gue mau siap-siap berangkat kuliah." Jingga pergi meninggalkan Lucas dan Tsania.
"Tunggu di mobil, bentar lagi aku nyusul." Teriak Lucas.
Jingga tidak menghiraukan teriakan Lucas.
Lucas dan Tsania tersenyum melihat tingkah Jingga.Senyum mereka mempunyai arti yang berbeda.
Lucas tersenyum melihat tingkah Jingga yang sedang merajuk baginya itu mengemaskan.
Tsania masih belum menerima kalau Lucas sudah menikah,dia berpikir Lucas akan terus menemaninya setelah kepergian Hiro.Mereka bertiga tumbuh bersama hingga membuat Tsania begitu bergantung pada 2 kakak beradik itu.Apalagi sikap Hiro yang begitu memanjakannya hingga membuatnya jatuh cinta tapi setelah Hiro meninggal Tsania begitu terpuruk hingga pergi meninggalkan negara ini, dan hanya Lucas yang sering mengunjunginya sekedar untuk menghiburnya.
Jadi saat ini dia marah karena Jingga sudah merebut Lucas darinya.
****
"Nanti aku jemput ?" Ucap Lucas mengehentikan langkah Jingga yang akan keluar dari mobil.
"Gak usah." jawab Jingga cuek.
Lucas tersenyum melihat tingkah Jingga baginya istrinya begitu mengemaskan saat merajuk seperti ini.
__ADS_1
"Jimmy keluar" Ucap Lucas pada Jimmy yang sedang duduk di kursi kemudi.Jimmy tidak menjawab dia langsung keluar dari mobil. dia tau apa yang akan di lakukan tuannya.
Ini masih pagi tuan.
Lucas menarik tangan Jingga dan mencium bibir Jingga.Jingga kaget dia berusaha melepas ciuman itu tapi Lucas semakin menggila dengan ciumannya hingga membuat Jingga terhanyut dalam ciuman itu.saat ini mereka berciuman tanpa memperdulikan. orang yang berdiri di luar mobil.
" Lusa aku cuma sebentar dan langsung pulang, jangan berpikir yang macam macam cukup 1 macam percaya padaku." Ucap Lucas sambil mengelus ujung kepala istrinya yang sedang malu.
" Sana belajar.Baik-baik dan jangan nakal."
Jingga keluar dari mobil,gadis itu terus memegang pipinya yang memerah karena malu.Dia tidak menyangka Lucas akan menciumnya.
"Jingga." Teriak Riva sambil berlari menuju arah Jingga.
"Kenapa muka lo merah ? lo demam ?" Tanya Riva penasaran melihat muka sahabatnya.
"Ngak."
"Terus kenapa muka lo ? Lo pakek bush on seember sampai semerah itu."
"Enak aja lu ?"
" Gimana perkembangan hubungan lo sama Lucas."
Jingga hanya tersenyum mendengar pertanyaan sahabatnya itu.
" Hey, ditanya malah senyum-senyum sendiri ?"
__ADS_1
"Rahasia."