CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Aku berjanji


__ADS_3

hampir satu bulan berlalu, keadaan berjalan sebagaimana mestinya, Lucas merasa tenang, lambat laun ingatan tentang malam itu mulai hilang dari pikirannya, tidak lagi menghantuinya, hanya saja ia tidak bisa membuang rasa bersalahnya.


Lucas sendiri cukup heran, kenapa sampai saat ini tidak ada kabar dari Tsania, kalau memang wanita itu berniat mengatakan semua pada Jingga, dia akan mengatakannya dengan segera, tapi nyatanya sampai saat ini, tidak ada.


Tapi dalam hati kecilnya, dia bersyukur, mungkin saja Tsania hanya menganggap kejadian malam itu hanya kesalahan yang tidak harus diperpanjang.


Apalagi untuk dibahas dan diingat kembali.


Dan malam ini Jingga dan Lucas sedang duduk di sofa sambil menonton TV. Diam-diam Jingga mencuri pandang kearah suaminya itu.


Jingga merasa ada yang aneh dengan Lucas, hampir satu bulan ini ia merasa, Lucas menjadi lebih pendiam dan tidak banyak bicara seperti biasanya. Tidak ada lagi menggodanya ataupun menjahilinya. Pria disampingnya itu menjadi lebih tertutup. Ketika ditanya apa dia lagi ada masalah ? Pria itu selalu menjawab, hanya lelah karena pekerjaan dikantor. Awalnya Jingga percaya, tapi lama-lama ia merasa curiga juga, pasti ada sesuatu yang membuat Lucas menjadi pendiam seperti ini ?


" Sayang ?" Panggil Jingga.


" Ya."


" Kamu nggak lagi menyembunyikan sesuatu kan ?" Tanya Jingga, sontak membuat Lucas kaget, jika ia boleh jujur, detak jantungnya saat ini berdetak lebih cepat, pria itu takut jika istrinya itu tahu tentang sesuatu yang ia sembunyikan itu.


" Maksudanya ?" Tanya Lucas balik, pria itu berusaha setenang mungkin.


" Ya, kamu itu aneh, satu bulan ini. Sejak pulang dari Paris. Kamu jadi lebih pendiam."


" Masak sih ?"


" Aku serius, kamu itu aneh."


" Aneh gimana ? Aku biasa aja, udah kamu nggak usah mikir aneh-aneh."


" Kamu selingkuh ya ?"


Deg.


Kali ini bagai disambar petir, pertanyaan Jingga langsung membuyarkan semua isi kepalanya.


Apa Jingga sudah tahu ?


Lucas diam cukup lama, mulutnya seakan tidak mampu berkata-kata lagi. Ia tidak mampu mengatakan kesalahan terbesarnya itu.


Tapi tiba-tiba pikirannya buyar saat mendengar tawa Jingga mengema ditelingannya.


" Wajah kamu kenapa pucat gitu, aku cuma bercanda, lagian nggak mungkin kamu selingkuh, kamu itu udah cinta mati dan bucin dengan istrimu ini." Ucap.Jingga membanggakan diri.


Lucas hanya bisa tersenyum pahit mendengar itu.

__ADS_1


Ya, kamu benar. Aku sangat mencintaimu, seluruh hidupku hanya untukmu, tapi.... kalau kamu tahu tentang malam itu...


Lagi-lagi Jingga cukup mengagetkannya lagi, kali ini bukan tawa yang keras, tapi ciuman. Ya Jingga tiba-tiba menciumannya,mengcup bibirnya dengan mesra.


" Aku percaya padamu, kamu tidak mungkin menghianatiku." Ucap Jingga, sambil memegang kedua pipi suaminya itu.


Lagi-lagi Lucas hanya diam, jika semua orang mengatakan dia bodoh dan pria hina. Tidak apa-apa, ia akan terima . Karena memang kenyataannya memang begitu. Jika semua ingin menghakiminya itupun juga ia terima, asal Jingga tetap disisinya tidak meninggalkannya.


"Aku sangat mencintaimu, berjanjilah kamu tidak akan meninggalkanku !" Ucap Lucas.


" Iya aku berjanji."


" Apapun yang terjadi ?"


" Iya, aku janji."


" Terima kasih."


" Ok."


Jingga dan Lucas sama-sama tersenyum, Lucas tidak ingin kebahagian ini hancur begitu saja.


Jingga memandangi Lucas yang tampak sudah mengalihkan pandangannya lagi kearah TV. Suaminya itu tidak melakukan hal-hal yang mengundang. Lucas bahkan hanya memakai kaos oblong putih dan celana pendek selutu saja. itu outfit favorit Jingga. Namun, kenapa di mata Jingga, pria itu begitu menggoda ?


Semakin lama Jingga memandangi Lucas, Jingga benar-benar baru menyadari jika proposi tubuh Lucas memang sangatlah luar biasa. Mulai dari garis rahang, leher, bahu, lengan dan paha. Pria itu benar-benar bentuk visualisasi dari maskulinitas. Kalau sekarang ia baru menyadari keseksian Lucas.


Ketika Jingga memikirkan hal-hal yang aneh, Lucas menoleh an menangkap raut wajahnya yang janggal, satu lagi. saat dirinya merasa bertambah mesum, entah kenapa, Lucas malah menjadi tidak peka. Pria itu tidak seperti biasanya, menjadi pelopor dalam urusan bercinta.


Ya Jingga baru sadar, Satu bulan ini juga Lucas jarang menyentuhnya.


Kini Jingga jadi gregetan sendiri karena mau tidak mau harus meminta duluan.


Seperti sekarang, Lucas malah mengartikan pandanganya sebagai bentuk kelaparan karena ingin makan. Padahal, Jingga laparnya dalam bentuk yang lain Jingga bergidik menyadari pikirannya sendiri.


Apa aku sudah tidak menarik lagi ? Apa dia sudah lemah sahwat, hingga tidak lagi bernafsu padaku ?


" Kamu mau apa ? Bilang, aku akan belikan ?" Lucas kembali bertanya.


Malah, kini, pria itu sudah bersiap mengambil kunci mobil yang memang sedang dilatakkan di atas meja ruang tengah.


Sungguh suami yang sweet sekali kan ? Tapi sayangnya, sweetnya itu tidak pada tempatnya, Jingga tidak sedang ingin makan makanan apa pun saat ini, kecuali memakan pria itu.


" Sayang, kenapa diam ?"

__ADS_1


Tangan Lucas berlabuh membalai anak rambut Jingga yang jatuh dia dahi dan menyisihkannya ke belakang. Sudah, Jingga tidak tahan lagi.


" Aku mau kamu, Aku lagi nggak mau makan apa pun ."


" Eh, apa ?"


Wajah Jingga memerah setalah mengatakannya di tambah dengan ekspresi bingung yang ditunjukkan Lucas, rasa malu semakin menyerangnya.


" Aku mau kamu ! Kamu jangan lemot gitu, dong ! Aku tuh malu ! Aku kedal melihatnya!" Tiba-tiba, Jingga meraih bantal sofa dan melemparkannya kepada Lucas.


" Dan lagi, kamu akhir-akhir ini jarang ngajak aku gituan, kenapa ? Aku sudah tidak cantik lagi, sudah tidak menarik lagi ?" Teriak Jingga sangking kesalnya.


Lucas meraih tubuh Jingga dan lekas memeluknya.


Dia tidak menyadari ternyata sikapnya akhir-akhir ini sudah membuat Jingga tersiksa.


Maafkan aku Jingga, maafkan aku. Aku janji tidak akan lagi, aku akan lebih dan selalu memperhatikanmu, dan selalu mencintaimu.


" Masih mau aku ?"


Jingga mengangguk. Lucas merasa bahagia, dia beruntung bertemu dan memiliki Jingga. Terlepas dari kejadian malam itu, Lucas tidak peduli lagi, sekarang yang terpenting adalah membuat wanita yang dicintainya bahagia.


" Ke kamar sekarang ? Atau mau di sini langsung ?"


" Di kamar lah, masak di sini, kamu mau orang-orang dirumah ini lihat ."


" Tidak masalah kalau kamu berani seperti dulu saat memeperlihatkan adegan ranjang kita ke Tsania."


Jingga langsung mencubit perut Lucas mendengar perkataan pria itu.


" Jangan aneh-aneh ya, itu beda cerita."


" Ok, ayo nggak usah membuang waktu." Tanpa menunggu lama Lucas, segara mengendong istrinya itu dengan gaya bridalsweet menuju kamar mereka.


Lucas pun dengan cepat meraup wajah Jingga dan menciumnya dalam. Bibirnya bekerja, tangannya juga bekerja. Dalam satu sapuan, Lucss sudah menanggalkan kaos dan melorotkan celananya, begitu juga dengan Jingga, seakan sudah terbiasa melakukannya dengan cepat, Lucas pun langsung meraib kancing piama istrinya itu dan segera membukanya satu per satu.


Mau, minum dulu, ah. Batin Lucas.


" Lucas ?"


" Hmm." Lucas hanya merespon dengan deheman, mulutnya sedabg sibuk-sibuk soalnya.


" Cepetan, ayo."

__ADS_1


Lucas tersenyum memdengar ucapan Jingga.


" Santai saja sayang, pelan-pelan, santai kayak di pantai."


__ADS_2