CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
ini kakak ku Hiro


__ADS_3

Matahari siang itu cukup terik membuat udara cukup panas, mobil mereka memasuki pemakaman elit, mobil berhenti dengan cepat Jimmy membukakan pintu untuk lucas dan Jingga.semua berjalan mengikuti langkah Jimmy.Jingga merasa takut tangannya saling meremas pertanda bahwa dia takut dan khawatir .dia terus bertanya tanya kenapa Lucas mengajaknya ke pemakaman .


Dia berjalan secepat mungkin mengikuti langkah kaki panjang laki laki didepannya.Tubuh pendeknya membuat dia harus berjalan cepat menyamakan langkah, mereka tepat berhenti disebuah makam bertuliskan Hiro arkana putra,pemakaman yang mewah bernisan batu marmer .Ya itu makam kakak Lucas.Jingga melirik dua orang laki laki disebelahnya.


Mereka berdua memandang makam itu Jimmy yang terus menunduk dan Lucas yang memasang wajah datar dapat menutupi kesedihannya dibalik kaca mata hitam yang dipakainya.Jingga tidak mengerti kenapa Lucas mengajaknya kemari.


Dan Lucas tetap diam tanpa suara tidak bicara.


kak.lama kita tidak bertemu bagaimana kakak di sana ?


Gadis disebelah ku adalah gadis yang sudah menyelamatkan ku.


Aku membawa kesini supaya kakak lihat.


Aku berhutang padanya dan aku janji gak akan melepaskannya.


"Dia kakakku ?" ucap Lucas memecah keheningan.

__ADS_1


"Oh . Hallo kak hiro ." ucap Jingga basa basi sekedar memberi salam .


Karena dia masih tidak mengerti kenapa lucas mengajaknya kemari dan perkenalkan pada kakaknya.walaupun kakaknya sudah tidak ada dan dia sekarang berdiri didepan makamnya.dia bingung harus bicara apa.karena dia sendiri tidak mengenal dan baru tau kalau Lucas mempunyai kakak.


Jingga lagi lagi melirik Lucas dalam dalam terlihat dari celah kaca mata hitamnya dia bersedih menatap dengan tatapan kosong.Lucas sangat merindukan kakaknya.


Cukup lama mereka berdiri membuat kaki Jingga cukup lelah beberapa kali meregangkan kakinya melihat gadis disampingnya terlihat lelah lucas langsung melangkah pergi.


membuat Jingga kaget dan berjalan mengikuti Lucas disusul Jimmy dibelakangnya.mereka masuk kedalam mobil dan mobil berjalan keluar komplek pemakaman.


"Baik tuan ."


Jingga yang mendengar obrolan 2 laki laki itu menjadi bingung.


Kemana lagi ini ? kenapa sih ini orang gak ngomong dulu kalau mau ngajak ketempat tempat aneh.


Jingga kesal membuang buka melihat keluar jendela.dia ingin bertanya kemana mereka akan pergi, tapi dia mengurungkan niatnya.karena dia tau lucas tidak akan menjawab dia memilih diam.

__ADS_1


Mobil masuki rumah kecil berdinding kayu.terlihat sederhana dengan halaman yang sangat luas seperti lapangan bola dengan rumput hijau dan pepohonan tinggi menjulang membuat terlihat sejuk.


mereka turun dari mobil.jingga masih takjub dengan tempat yang sekarang dia singgahi ternyata di kota besar ada rumah sederhana dengan halaman luas dan banyak pepohonan semakin membuat sejuk udara.


lucas duduk kursi dibawah pohon menyandarkan kepala sambil memejamkan mata mencoba menikmati udara segar saat ini dan Jingga masih berdiri melihat sekitar.


"Duduk."perintah Lucas pada Jingga


Jingga yang kaget sontak berjalan mendekati pria itu.


Dia mencoba duduk menjauh dari pria disebelahnya dengan cepat Lucas menarik tangan Jingga untuk duduk dekat dengan dirinya.Jingga hanya diam tidak melawan.dia takut kalau dia melawan akan terjadi hal yang tidak dia inginkan.apalagi dia sekarang sendiri.Lucas menyadarkan kepalanya kepundak jingga.membuat Jingga kaget tubuhnya langsung kaku dia tegang dan takut.


"Aku gag akan ngapa ngapain kamu." ucap Lucas mencoba membuat gadis disebelahnya untuk tidak takut karena dia tau Jingga sedang takut.


Jingga mencoba menghela nafas panjang mencoba merileks kan tubuhnya diliriknya pria disebelahnya bersandar dipundaknya sambil memejamkan mata.


Sangat tampan .

__ADS_1


__ADS_2