
Jingga masuk ke dalam kamar,menutup rapat pintu kamarnya.Wanita itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menatap nanar langit-langit kamar,terbesit bayangan Lucas dan Tsania sedang di kota X ,entah sedang apa meraka sekarang ? apakah Lucas lupa dengannya, sampai tidak bisa mengabarinya.Hingga ponselnya berdering membuyarkan semua apa yang dipikirnya.dilihatnya ponsel tersebut,sahabatnya Riva menelfon.
" Hallo." jawab Jingga
" Hallo,Lo harus kesini sekarang." Suara Riva terdengar panik.
"Kemana ? Lo dimana sekarang ?" Tanya Jingga penasaran.
" Gue di kos nya Della sekarang."
"Lo ngapain di sana ?"
"Gue ngak bisa jelasin sekarang, yang penting lo sekarang kesini bantu gue bawa Della ke rumah sakit ."
"Ke rumah sakit ? Della kenapa ? Ok, gue ke sana sekarang" Jawab Jingga khawatir tanpa menunggu lama gadis itu keluar dari kamar dan pergi menuju tempat sahabatnya itu.
"Nona mau kemana ?" Tanya Nisa yang melihat Jingga keluar dari kamar dengan tergesa-gesa.
" Aku mau keluar sebentar." Jawab Jingga sambil melangkah cepat diikuti Nisa dibelakangnya.
"Tapi nona,kalau tuan Lucas tau ?" Tanya Nisa getir.
__ADS_1
Oh ya Lucas, udah lah masa bodo lagian dia juga ngak pamit mau keluar kota sama Tsania.
"Tenang aja nanti saya bakal hubungi dia kalau saya mau keluar." Ucap Jingga berbohong. Dia seakan tidak peduli dengan peraturan yang di buat Lucas.Kemanapun dia pergi dia harus ijin kepada Lucas.
Jingga pergi tanpa meminta sopir untuk mengantarnya,rasanya dia terlalu manja jika harus selalu meminta sopir mengantarnya kemanapun dia pergi.Gadis itu sengaja memesan ojek online untuk pergi ke tempat Riva.
Sesampainya di kos an Della, Jingga terkejut melihat Della tidak sadarkan diri dipangkuan Riva dengan banyak darah di tanganya.Della mencoba bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya.
" Della kenapa ? kenapa lo ngak langsung bawa dia ke rumah sakit ? " Tanya Jingga panik dan mencoba memeriksa Della.
" Gue bingung, gue ngak tau harus gimana ? gue udah cek tangannya nadinya berdenyut, dan pendarahan ditangannya udah mulai berhenti setelah gue balut sama kain." Ucap Riva panik.
Sesampainya di rumah sakit Jingga menghampiri dokter yang sedang memeriksa Della.
" Gimana keadaan teman saya dok ?"
" Sekarang kondisinya sudah stabil, untung saja sayatannya tidak mengenai pembuluh nadinya,kalau sampai itu terjadi bisa berbahaya buat janin di dalam perutnya."
"Tunggu dulu dokter, jadi maksud dokter teman saya lagi hamil ?" Tanya Jingga tidak percaya.
" Iya teman kamu lagi hamil." Ucap dokter itu sambil berlalu pergi.
__ADS_1
Jingga masih diam tidak bisa berkata-kata, dia masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Kenapa lo bengong ?" Tanya Riva sambil menepuk pundak Jingga.
" Della hamil." Jawab Jingga dengan tatapan kosong ke depan, gadis itu masih tidak percaya Della hamil.
"Ha !" Ucap Riva dengan suara keras, Membuat seisi ruangan UGD melihat ke arahnya.
" Bisa ngak sih ngak usah teriak.ini di rumah sakit." Jingga ngedumel setelah mendengar teriakan sahabatnya itu, dan saat menyadari seisi ruangan menatapnya dengan tatapan sinis, sontak dia mengajak sahabatnya keluar dari ruangan.
" Lo lagi bercanda kan ?" Tanya Riva.
" Gue juga berharap ini cuma lelucon." Jawab Jingga kesal.
" Terus itu anak siapa ?"
" Mana gue tau."
" Jangan-jangan anaknya Gilang."
" Mungkin."
__ADS_1