
Jingga kembali, setelah keluar sebentar untuk membeli sesuatu di minimatket. Matanya melirik ke sekeliling, tidak di temukan Lucas di sana, padahal dia melihat mobil Lucas sudah terparkir di garasi.
Lucas pasti di kamar.
Jingga bergegas menuju kamarnya, betapa kagetnya dia mendapati Lucas sedang membokar koper pakian yang akan dia bawa ke Bali besok.
" Lucas kamu ngapain ?" Tanya Jingga . Matanya langsung memelototi Lucas yang sudah berada di belakangnya, sebenarnya, ia tidak percaya dengan tuduhannya pada Lucas barusan, kenapa juga Lucas maling isi kopernya kalau nyatanya isi dompet Lucas berkali-kali lipat dari isi dompetnya, namun fakta yang tersaji di depan matanya tidak boleh di abaikan begitu saja.
" Kamu mengambil apa dari koperku ?"
" Aku nggak ngambil apa-apa."
" Terus kamu ngapain obrak-abrik kopernya ?"
Jika tidak mencuri, lalu apa motivasi Lucas ?
" Kamu....Astaga ! Kamu nggak mungkin punya kebiasaan aneh kan ?"
" Aneh gimana ?"
" Ya begitu ?"
" Apa sih, begitu apa ?"
" Suka curi daleman cewek !"
Lucas sontak mengangga mendengar tuduhan Jingga.
" Sembarangan ! Mana mungkin aku nyuri dalaman cewek, lagian di lemari setiap hari aku udah lihat, warna bahkan motifnya."
" Lucas, ih kamu bisa nggak sih jangan bahas-bahas kayak gitu." Ucap Jingga malu, benar juga yang dikatakan Lucas, jika dia ingin dia bisa mengambilnya di lemari.
" Terus ngapain kamu obrak-abrik isi koperku ?"
" Aku cuma mau ngecek sesuatu !"
" Emang penting banget ya, isi koperku sampai kamu harus ngecek segala ?"
" Penting !"
" Apanya yang penting ?"
" Aku mau mastiin kamu nggak bawa bikini ke Bali nanti, aku nggak rela kamu pakai itu di depan umum!" Ucap Lucas menegaskan.
"Kan bisa tanya, nggak perlu ngobrak-ngabrik isi koperku !"
" Emang kalau aku tanya kamu bakalan jawab ? Kamu mau jujur ?"
Giliran Jingga diam.
" Kamu bawa bikini ?" Tanya Lucas penuh selidik.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Lucas, Jingga langsung menggeser tubuhnya mendekat menuju kopernya yang tergeletak.
" Enggak tuh."
Mata Lucas menyipit.
" Bilang enggak, tapi kenapa langsung nutup-nutupi koper begitu ?"
" Nutup-nutupin apa sih ?"
" Kamu pasti bawa bikini, kan ? Keliatan banget, kamu terlihat mencurigakan ?"
" Nggak, aku nggak bawa." Ucap Jingga salah tingkah.
" Kamu beneran bawa ?" Tanya Lucas tidak percaya, pria itu bersiap untuk meledakkan amarahnya,bila mendengar Ya aku bawa bikini !
Tapi Jingga hanya diam.
" Keluarkan sekarang ! Tinggalin !" Lucas langsung berjalan kearah Jingga, dan menarik koper dari tangan wanita itu.
" Lucas, kamu mau ngapain lagi ?"
" Keluarin bikininya !"
" Gak boleh, aku mau bawa !"
" Aku nggak izinin !"
Kepala Lucas sudah mulai berasap akibat ulah Jingga, hanya dengan sekali tarik, ia merebut koper itu sepenuhnya.
" Pakai kaos biasa bisa !"
" Lucas, aku iti sudah dewasa !"
" Nggak usah pakai bikini pokoknya."
" Di sana orang ke pantai pakai bikini, sayang !" Saat ini bagaimana caranya Jingga harus bisa membujuk Lucas untuk mengijinkannya membawa bikini.
" Kamu nggak usah ikut orang-orang !"
" Emang kenapa sih, nggak boleh ?"
" Badan kamu kelihatan ke mana-mana, aku nggak suka !"
" Bukan aku aja yang begitu, orang lain juga begitu, siapa juga yang mau merhatiin aku, nggak ada !"
" Pokoknya nggak boleh." Ucap Lucas menegaskan.
Jingga hanya bisa diam, mulutnya sudah cemberut sangking kesalnya.
" Kapan kamu belinya, kok aku nggak tahu ?"
__ADS_1
" Kok aku, kamu yang ngasih kemarin, isi paper bag ya g kemarin, salah satunya ada bikini."
Lucas mencoba mengingat-ingat.
Bikini, ya, modelnya kalau nggak salah......
Sontak Lucas langsung melotot setelah wujud bikini yang ia pilihkan untuk Jingga muncul di kepalanya.
Aku kan memilih model paling sexy dari semua isi katalog.
" Nggak boleh." Ucap Lucas dengan keras.
" Kok nggak boleh ?"
" Itu Sexy banget !"
" Itu kamu yang beli !"
" Nggak boleh pokoknya, titik !"
" Terus ngapain kamu beli, kalau aku nggak boleh pakai !"
" Pakainya kalau sama aku aja !"
" Kapan ? Emang pantai punya nenek kamu sampai bisa cuma ada kita aja !"
" Pokoknya nggak boleh."
Jingga kesal setengah mati, baik dirinya dan Lucas sama-sama keras kepala, keduanya saling bertukar tatapan tajam satu sama lain, berharap salah satu dari mereka ada yang menyerah. Namun, meski sudah lumayan lama saling menggertak melalui tatapan masing-masing, tidak ada juga yang mundur. Hingga sebuah ketukan pintu terdengar, Jingga langsung bangkit. Ia sudah tidak tahan lagi melihat wajah Lucas yang bebal itu.
Jingga masih bersungut-sungut ketika berjalan menuju pintu kamarnya. Dengan sekali tarikan, Jingga membuka pintu,
Jimmy sudah di depan pintu dengan tatapan bingung.
" Maaf nyonya, tuan ada ?" Tanya Jimmy.
" Ada, bawa dia pergi !" Suruh Jingga kesal.
Ada apa lagi ini ? Kenapa aku selalu datang di saat yang tidak tepat.
Untuk sesaat Jimmy menyesali selalu datang di aaat yang tidak tepat.
Lucas jalan mengahampiri.
" Ada apa ?" Tanya Lucas pada Jimmy.
" Ada berkas yang harus tuan tanda tangani."
" Ayo keruang kerja." Ajak Lucas, tapi tiba-tiba langkah ya terhenti tepat di tengh pintu.
" Ingat, keluarkan dan jangan harap bisa membawa itu !" Ucap Lucas mengancam pada Jingga, yang masih berdiri sambil memegang hendel pintu.
__ADS_1
Jingga bertambah kesal mendengar itu.
Ahhh.... Dasar Lucas menyebalkan !