
didalam mobil lucas terlihat khawatir sesekali dia meremas tangannya .dia begitu kesal kenapa dia bisa tidak menyadari kalau jingga sedang sakit.ekting jingga bisa mengelabuinya.
sesampainya di halaman rumahnya.lucas segera turun dari mobilnya dan masuk kedalam rumah.diberlari menaiki tangga menuju kamarnya.dibuka pintu kamar dengan keras.ia melihat jingga sedang tertidur di atas ranjang.terlihat wajahnya pucat.
lucas berjalan menghampiri gadis itu dibelai rambutnya dengan lembut.
melihat jingga seperti ini lucas merasa sedih.diambilnya ponsel disaku celananya.untuk menelfon jimmy
"panggil dokter ." perintah lucas
"sudah tuan.sebentar lagi mereka sampai rumah tuan."
tanpa bicara Lucas menutup telfonnya.dia lihatnya Jingga wajah gadis itu berkeringat ,Lucas mengambil tisu dimeja lalu mengelap keringat gadis itu dengan pelan tangannya mencoba memeriksa apakah gadis itu demam apa tidak.
baguslah dia tidak demam.
"Tok tok ."
"Tuan dokter sudah tiba." ucap pelayan dibalik pintu
"masuk."
dokter dan pelayan dan kebetulan pelayan itu nisa.karena dia tau betul kenapa jingga sakit .mereka masuk kedalam kamar dan dokter mencoba memeriksa jingga.
"Tadi nona Jingga mengeluh nyeri diperutnya tuan." Lucas nisa mencoba memberitahu keadaan Jingga
"Apakah dia sedang datang bulan ? " tanya dokter itu.
__ADS_1
"Iya tadi nona meminta saya membelikan obat pereda nyeri haid."
Mendengar ucapan nisa dokter itu berdiri dan mundur dari ranjang tempat Jingga tidur.
"Apa dia tidak apa apa ? tanya Lucas khawatir. tangannya tidak lepas dari rambut Jingga terus membelai gadis itu dengan lembut.
"nona tidak apa apa tuan.nona sedang datang bulan.normal kalau sedang merasakan nyeri haid ."
"terus kenapa dia sampai seperti ini."
"mungkin nona sedang anemia ditambah dia lagi haid.wajar kalau nona terlihat pucat dan badannya lemas.saya akan meresepkan obat menambah darah dan anti nyeri.setelah minum obat nona akan baik baik saja tuan." ucap dokter mencoba menjelaskan.
"baik .antar dokter keluar ." perintah lucas pada nisa agar mengantar dokter keluar dari kamar.
"baik tuan." ucap nisa.
dokter dan nisa keluar kamar itu.
"Dia istri tuan lucas dok."
"Istri ? " dokter itu tidak percaya Lucas arkana putra pria dingin itu sudah menikah.apalagi tidak ada media yang memberitakan kalau Lucas sudah menikah .
Nisa tidak kaget dengan ekspresi dokter itu, karena setiap orang tidak akan mengira kalau Lucas sudah menikah lucas yang terkenal dingin dan tidak suka dekat dengan wanita bisa menikah.
"Mari dok saya antar," ucap Nisa mempersilahkan. dokter itu untuk menuruni tangga dan pergi.
Dikamar
__ADS_1
Lucas masih membelai rambut Jingga dari tadi tangannya seolah tiada lelah dia melihat Jingga yang tertidur pulas hingga tidak menyadari kedatangan Lucas dan dokter tadi.
"Apa ada orang diluar ? " teriak Lucas memanggil pelayan dan kebetulan Nisa lewat kamar itu setelah mengantar dokter.
"Iya tuan." Nisa masuk kedalam kamar menundukkan kepalanya.
"Apakah dia sudah makan ?" tanya Lucas
"Belum tuan tadi nona tidak mau ketika saya menawarkan makanan."
"Ambil makanan dan bawa kesini." perintah Lucas
Tanpa menunggu lama Nisa keluar menuju dapur dan menyiapakan makanan untuk Jingga.
tag berapa lama Nisa masuk kedalam kamar.
"Ini tuan makanannya dan ini obat untuk nona Jingga." ucap Nisa sambil menaruh makanan dinampan untuk diletakkan dimeja disamping ranjang tempat jingga tidur.
"Kamu boleh keluar." perintah Lucas.
Lucas membangunkan jingga dengan pelan.
"Bangun." lucas menusuk nusuk pipi jingga dengan jarinya.
Jingga bangun karena merasa ada sesuatu yang menusuk menusuk pipinya. Gadis itu membuka mata dengan pelan samar samar telihat wajah Lucas didepan matanya.
Lucas .
__ADS_1
Jingga mencoba membuka matanya lebar lebar seakan tidak percaya pria didepan matanya Lucas. dan saat dia sadar betapa terkejutnya dia dengan cepat dia bangun dan duduk sambil mencoba menjauh dari Lucas karena posisi dia bangun sangat dekat dengan tubuh pria itu.
Lucas , kenapa dia bisa disini.