
Sore ini seperti yang sudah di jadwalkan, walaupun peswatnya delay beberapa jam, hingga membuatnya pulang terlambat dan cukup malam, dari apa yang sduah di jadwalkan. Jingga berniat memberi kejutan pada sumainya, tapi dia sendiri yang cukup terkejut. Ya di rumah, dan lebih tepatnya di ruang kerja Lucas sedang bersama Tsania, walaupun mereka sedang bekerja, tapi yang jelas Jingga tidak suka, dengan wanita itu. karena ini sudah cukup malam untuk mereka berdua tetap bekerja.
Dan Sikap Tsania yang begitu terang-terangan mencari perhatian Lucas membuatnya jijik dan muak.
Dengan percaya diri berjalan mendekat, dan langsung memeluk suaminya itu, tanpa perdulikan Tsania yang sedang menatap, dengan sinisnya.
" Sayang..." Ucap Jingga manja, saat ini dia ingin membuktikan statusnya kepada Tsania.
Lucas menyambut kedatangan istrinya itu dengan pelukan, 2 hari tidak bertemu sudah membuatnya sangat rindu.
" Kamu lagi sibuk ya ?" Tanya Jingga basa-basi.
" Lumayan, kamu pasti capek, istrirahat gih, bentar lagi aku nyusul."
Jingga mengangguk patuh, menanggapi perintah suaminya itu, sesekali dia melirik ke arah Tsania yang masih sibuk dengan berkas-berkas dimeja.
Jingga kembali ke kamarnya, untuk membersihkan diri dan menunggu Lucas, sejujurnya dia ingin tetap di ruangan itu, mengawasi gerak - gerik Tsania, Tapi dia kembali sadar, ia cukup dewasa dan bukan anak kecil yang harus menyikapi dan bersikap over protektif pada sumainya.
Tapi sayangnya, seberusahanya dia untuk bersikap tenang dan tidak berpikiran macam-macam, tetap tidak bisa, bayangan buruk bagaimana kedekatan Tsania dan Lucas sudah membuatnya gundah, ingin sekali ia kesana, tapi lagi-lagi dia menyadarkan dirinya, untuk jangan bersikap kekanak-kanakan.
Untuk mengalihkan pikirannya, ia mencoba bermain dengan ponselnya, tapi bukannya fokus pada ponsel di tangannya, ia malah fokus pada pintu, berharap pintu terbuka dan Lucas datang padanya.
Apa aku kesana aja ya ? Nggak ! Nggak boleh, aku nggak boleh bersikap kayak anak kecil, dia sedang bekerja, aku percaya pada Lucas, aku percaya mereka nggak ngapa-ngapain !
Hingga senyuman seketika tercipta saat, pintu terbuka, Lucas masuk dengan senyuman, ia bisa melihat betapa capeknya Lucas, karena wajahnya terlihat lelah.
" Kamu capek ya ? Sini aku pijitin ?" Ucap Jingga.
Lucas berjalan medekat kearah istrinya, dan langsung berbaring, meletakkan kepalanya di paha istrinya itu.
Dengan sigap Jingga memijit pelan dia area kepala suaminya itu.
" Apa liburanmu menyenangkan ?" Tanya Lucas.
__ADS_1
" Ya, sangat menyenangkan."
" Syukurlah, aku kira kamu bakal bersedih karena aku tidak bisa menemaimu."
Jingga diam, gadia itu hanya tersenyum , sejujurnya dia cukup sedih, Lucas tidak bisa menemaninya, tapi dia juga bersyukur, karena kepulangan Lucas yang lebih awal, membuatnya bisa jalan-jalan kemana saja bersama Riva, sahabatnya.Tanpa ada larangan dari Lucas.
" Apa pekerjaanmu sudah selesai ?" Tanya Jingga, ingin memastikan apa Tsania akan kembali lagi, bekerja bersama Lucas.
" Belum, sedikit lagi."
" Kamu bakal ketemu sama Tsania lagi ?" Tanya Jingga hati-hati.
" Ya, Karena dia mitra kerjaku di proyek ini."
Jingga diam, saat ini dia begitu kecewa dengan keadaan, kenapa Lucas dan Tsania harus ketemu lagi, jika dia bisa, ia ingin memonopli Lucas sendiri, tidak akan membiarkan wanita manapun dekat dengan sumainya itu.
" Kenapa kamu cemburu ?" Goda Lucas.
" Terus kenapa wajah kamu jadi sedih gitu ?"
" Sedih, nggak, aku cuma capek aja."
" Capek ? Ah... padahal malam ini aku ingin melepas rindu ?"
" Melepas rindu ?"
" Iya, dua hari kita tidak bertemu, kamu tahu, aku ingin sekali menyusul, tapi pekerjaan disini tidak bisa aku tinggal."
" Aku juga merindukanmu !" Ucap Jingga malu.
" Ya udah ayoo. "
" Ayoo kemana ?" Tanya Jingga polos.
__ADS_1
" Melepas rindu, dua hari sayang, kamu tahu rasanya aku udah mau matii... "
Kenapa aku merasa , arah pembicaraan ini ,mengarah kesana ya....
"Di sini atau di ranjang ?" Tanya Lucas antusias.
Jingga hanya bisa menghela nafas berat, untuk saat ini dia sadar, Lucas sungguh luar biasa mesumnya, tadi kelihatan lelah, tapi jika menyangkut tentang itu, dia langsung ON.
Jingga menunjuk kearah ranjang. Dengan sigap Lucas langsung mengedongnya kesana.
****
Setelah peegulatan panjang dan mengairahkan, dan Lucas sudah tertidur pulas. Satu notifikasi berbunyi di ponsel Lucas, awalnya Jingga tidak peduli, satu kali , dua kali hingga tiga kali, ponsel itu terus berbunyi, Ia cukup penasaran siapa gerangan yang mengirim pesan pada suaminya dia jam 12 malam.
Dengan langkah pelan dan hati-hati Jingga mengambil ponsel di nakas sebelah Lucas, Jingga tidak ingin mengganggu suaminya yang sudah tertidur pulas.
awalnya ia merasa takut dan merasa lancang membuka pesan pada ponsel Lucas. Tapi dia sangat penasaran.
Ia mencoba menyalakan ponsel itu, dan ternyata tidak terkunci. Jingga cukup kaget juga.
Dan Jingga sontak Jingga kecewa ketika membuka pesan itu, dari Tsania.
Tsania mengirim sebuah foto, sapu tangan Lucas yang selalu ia siapkan untuk suaminya itu.
*Te*rima kasih sudah meminjamkan sapu tangan ini.
Besok aku akan mengembalikannya padamu, dan terima kasih kamu masih peduli denganku.
Jingga cukup kaget, hingga meremas tangannya untuk mencoba mengontrol amarahnya, sebenarnya apa yang sudah terjadi saat dia di Bali ? Lucas yang dingin kenapa bisa bersikap peduli pada wanita lain ?
Sejujurnya dia ingin mendengar penjelasan Lucas saat ini juga, tapi dia mengurungkannya, Lucas sudah tertidur pulas, dia tidak ingin menjadi wanita yang gampang tersulut emosi ketika ada seseorang yang mencoba menguji kesabarannya.
Besok, aku akan bertanya ? Dan meminta penjelasan pada Lucas ????
__ADS_1