CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Pernikahan ini bukan permainan


__ADS_3

Jingga masih berdiri dibalik pintu mengatur nafas.dia seperti kehabisan nafas saat berlari menuju kamar ,entah kenapa dia berlari saat melihat Lucas berpelukan dengan wanita lain, dia sendiri tidak mengerti ada apa dengan dirinya.


"Tunggu, kenapa gue lari, itu bukan urusan gue kalau dia mau pelukan sama cewek lain" guman Jingga heran walaupun hati kecilnya merasa sedih, jujur ada sedikit rasa cemburu dari dalam hatinya.


"Jingga buka pintunya." Lucas terus berteriak dari balik pintu.


Jingga mulai panik, karena dia tau dari suara pukulan Lucas pada pintu tempat dia bersandar cukup keras sudah membuktikan kalau Lucas ingin Jingga segara membukakan pintu tersebut.


Dengan pelan Jingga membukakan pintu, diliriknya Lucas dari balik pintu.Lucas berdiri dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh jingga, wajah Lucas terlihat panik.


Saat Lucas menyadari Jingga sudah membukakan pintu. Lucas langsung mendorong pintu itu untuk terbuka lebih lebar, tanpa menunggu lama langsung menarik jingga kedalam kamar.

__ADS_1


"Gue bisa jelasin semua." Ucap Lucas panik, terlihat dari wajahnya.


Jingga masih diam terus memperhatikan tingkah Lucas yang panik seakan dia takut kalau Jingga akan marah saat melihatnya dengan Tsania, dengan erat memegang tangan Jingga, menatap dalam matanya.


"Dia Tsania,kami hanya teman, kamu harus percaya."


Jingga tersenyum karena Lucas bersikap cukup mengemaskan menurutnya.Lucas yang selalu bersikap dingin dan berbuat seenaknya bisa bertingkah panik didepannya.


" itu buka urusanku , kamu tenang aja aku gak bakal ganggu kehidupan asmara mu." Ucap Jingga sembari melepas genggaman tangan Lucas .


" maksud Kamu ?" tanya Lucas

__ADS_1


"ya aku gak bakal ganggu, kita cm nikah kontrak, dan kamu gak usah terbebani dengan pernikahan ini, kamu bebas kalau kamu punya hubungan dengan wanita lain, bukankah pernikahan ini cuma permainan yang 2 bulan lagi akan berakhir." Ucap Jingga dengan santai.


sejujurnya dalam hati kecilnya ada sedikit rasa marah, tapi entah kenapa Jingga tidak ingin mengakui itu, gadis itu malah menunjukan sikap tenang seolah dia baik baik saja.


Dan Lucas masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar sekarang, dia tidak menyangka gadis yang berdiri depannya yang bersetatus sebagai istrinya menggap pernikahan merek berdua tidak berarti.Walaupun Lucas menggunkan cara yang salah saat menikahi Jingga, tapi diapercaya Jingga mempunyai rasa yang sama padanya, ternyata dia salah, dia kecewa memdengar ucapan Jingga,wajah paniknya berubah menjadi tatapan dingin penuh kekecewaan.


" Aku gak pernah menggap pernikahan ini permainan." Ucap Lucas dingin sembari berjalam keluar kamar meninggalkan Jingga yang masih diam mematung.


Jingga tidak menyangka Lucas akan berkata demikian, dia merasa selama ini Lucas hanya mempermainkan dirinya, dia berpikir Lucas tidak menggap pernikahan mereka, memaksa menikah dengannya, bersikap over protektif, bersikap manis seolah mereka berdua pasangan. Jingga masih tidak percaya Lucas mempunyai hati padanya, karena dia sendiri tidak pernah mendengar Lucas bilang kalau menyukainya.dan semua ini sulit untuk Jingga percaya kalau Lucas menyukainya, seperti dia mulai perlahan menyukai Lucas sebagai suaminya


Air mata perlahan membasahi pipinya, entah apa yang dia rasakan sekarang rasa marah, kecewa berkecambuk didalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2