
Jingga masih belum sadar dari pingsannya.dan lucas masih terus di samping gadis itu,menggenggam tangan gadis yang dicintainya.pandangan lucas penuh dengan kesedihan dan penyesalannya
dia tidak pernah membayangkan perbuatannya begitu melukai Jingga.
Lucas menyalahkan diri sendiri.dia marah kenapa dia bisa hilang kendali atas dirinya.
melihat bekas ciuman dileher Jingga yang ia buat semakin menambah penyesalannya.
Tok tok " suara pintu
"Masuk ." ucap Lucas menyuruh orang dibalik pintu kamarnya untuk masuk kedalam.
Tak lama dokter dan Jimmy masuk kedalam kamar .Dua orang itu berdiri penuh dengan tanda tanya melihat gadis yang berbaring di kasur itu pingsan dengan banyak tanda ciuman dilehernya.
pikirannya mereka seakan menerka nerka apa yang sudah Lucas lakukan pada gadis itu.
tapi mereka memilih untuk diam tidak bertanya.karena rasa takut pada Lucas lebih besar dari pada rasa penasaran mereka.
Dokter berjalan mendekati Jingga dan mulai memeriksa.Lucas hanya bergeser dari tempat duduknya sambil terus memegang tangan jingga.dia seolah tidak mau jauh dari gadis itu.
__ADS_1
"Bagaimana keadaannya ?" tanya Lucas penuh kekhawatiran.
"Nona tidak apa apa tuan, mungkin sedikit syok dan lelah yang membuatnya pingsan."
Mendengar kata kata dokter itu semakin membuat hati Lucas hancur, dia telah membuat Jingga terluka.
pandangannya sedih penuh penyesalannya.Lucas terus menundukkan kepalanya.
Dua orang yang melihat itu hanya diam tidak bicara.mereka seolah tau Lucas sedang bersedih.itu menunjukkan begitu besar rasa cinta Lucas pada jingga.
"kalian boleh keluar." ucap lucas mencoba memecah keheningan.dia sadar dokter dan Jimmy mungkin saat ini melihatnya dengan perasaan iba.
Jingga mulai sadar,kepalanya terasa berat membuka mata dengan pelan samar samar terlihat sosok pria duduk disampingnya sambil menundukkan kepalanya.
Lucas kaget saat tangannya ditepis oleh jingga.
"Kamu udah bangun ?" tanya Lucas penuh khawatir.
Jingga tidak menjawab padangan penuh dengan ketakutan dia bergerak mundur mencoba menjauh dari Lucas .
__ADS_1
"Kamu nga-pa-in disini ?" suara Jingga bergertar lenuh dengan ketakutan.
]elihat jingga yang ketakutan.Lucas bediri berjalan mundur mencoba menjauh.
"Apa ada yang sakit ?" Lucas seakan tidak peduli dengan pertanyaan Jingga.sekarang dia dipenuhi dengan rasa berselah dan khawatir.
Jingga tidak menjawab mencoba mengingat kejadian tadi saat dia dikamar mandi dia ingat kalau dia sedang berendam melihat kebawah mencoba memeriksa tubuhnya.
Kenapa sekarang aku disini ? aku tadi ,siapa yang pakein baju ini.
dilihatnya lucas.dia masih menerka nerka apakah Lucas yang memakekan baju untuknya.
"bukan gue, tadi pelayan yang makein lo baju." ucap Lucas mencoba menjelaskan .Dia seakan tau pikiran jingga saat jingga bergantian melihat dirinya dan tubuhnya.dengan tatapan penasaran.
"Aku gag mau lihatmu. Aku benci kamu !," teriak Jingga dengan tatapan marah dan takut.
"Keluar keluar Aku benci kamu !," teriakan Jingga diringi dengan tangisan yang pecah seakan menggema diruangan itu.
Jingga seolah tidak peduli siapa pemilik kamar itu, dulu mungkin dia tidak akan berani mengusir lucas keluar dari kamar tapi saat ini dia tidak peduli mengingat kejadian itu membuat hatinya dipenuhi rasa takut dan marah saat ini dia ingin sendiri tidak ingin melihat Lucas.
__ADS_1
Dan lucas hanya diam dia sendiri sadar akan apa yang dia perbuat.l dia pantas menerima semua ini dia pantas dibenci.Lucas berjalan pergi meninggalkan Jingga sendiri tanpa berkata apa apa.
Maaf maaf ....maafin aku *J*ingga.