
"Nggak Lucu." Ucap Jingga kesal,gadis itu pura-pura tidur membelakangi Lucas.
Gadis itu masih kesal, Lucas tidak menjelaskan dengan jelas kenapa Tsania memeluknya.Dia pura-pura tidur saat dia sadar Lucas mulai mendekatinya dan memeluknya dari belakang.
"Apa kamu masih marah ?" Tanya Lucas manja, pria itu membenamkan kepalanya dipunggung istrinya, sangat nyaman.
"Tidak." Jawab Jingga cuek.
"Apa kamu tau bagaimana perjuanganku hari ini untuk pulang, aku rela duduk di mobil selama 5 jam hanya untuk menemui mu, Di kota Y cuaca sedang buruk dan semua jadwal penerbangan dibatalkan. Dan untuk bekas lipstik di bajuku, tadi saat aku mau pulang ke sini, Tsania menahan ku dan tiba-tiba dia memelukku."
"Dan kamu diam saja ?" Tanya Jingga sedikit menekan.
"Tidak, aku langsung mendorongnya untuk menjauh dariku." Jawab Lucas dengan polosnya.
" Benarkah ?" Tanya Jingga penasaran, dan gadis itu membalikan tubuhnya menghadap Lucas.
Dengan polosnya Lucas hanya menganggukkan kepalanya.
"Bukan kah menyenangkan di peluk wanita cantik seperti Tsania ?" Jingga masih tidak percaya.
" Aku hanya menganggap dia seperti adikku, walaupun dulu aku pernah menaruh rasa padanya, tapi setelah dia mempunyai hubungan dengan kakakku, aku sudah membuang jauh rasa itu."
__ADS_1
"Jadi kamu pernah menyukainya ?" Jingga sedikit cemburu mendengar penjelasan Lucas.
" Dulu sayangku, sekarang di hatiku, hidupku hanya kamu.Mungkin aku terlalu memanjakannya karena memang kami dekat dari kecil, apalagi setalah kakakku meninggal, melihat Tsania begitu terpuruk aku merasa kasihan, dan sebisa mungkin aku mencoba merawatnya, karena aku sadar dia wanita yang dicintai kakakku. Aku tidak mau kakakku di atas sana sedih melihat wanita yang dicintainya terpuruk, karena itu aku sebisa mungkin untuk merawatnya.
"Emang orang tua Tsania kemana ?"
"Orang tuanya meninggal sejak dia umur 8 tahun, orang tuanya sahabat keluargaku, sehingga kami juga menganggap Tsania anggota keluargaku, kami dari kecil tumbuh bersama."
"Kamu beneran sudah nggak ada rasa sama Tsania ?" Jingga coba memastikan
"Beneran, di hatiku, di hidupku hanya kamu."
"Beneran, kalau tidak percaya belah aja dadaku."
" Jangan sok puitis deh."
"udah ya, jangan marah lagi."Bujuk Lucas.
Jingga mulai lega mendengar menjelaskan Lucas, gadis itu tersenyum sambil menganggukkan kepala.
"Terima kasih, sayangku.Ayo kita tidur hari ini aku capek banget." Lucas memeluk istrinya dengan sangat erat.
__ADS_1
"Kamu beneran mau tidur cm pakai celana pendek kayak gitu ?" Tanya Jingga karena Lucas dari tadi belum memakai baju.
" Niatnya mau aku lepas tadi dan nggak pakai apa-apa, tapi hari ini aku badanku tidak mendukung."
"Emang mau ngapain ?" Tanya Jingga dengan polosnya.
"Transfer kecebong." jawab Lucas.
"Transfer kecebong" Jingga masih berpikir keras mencoba mengartikan kata-kata transfer kecebong.setelah beberapa saat gadis itu baru mengerti maksud dari kata kata itu, wajahnya langsung memerah karena malu.Dengan kesal dia memukul dada bidang Lucas.
"Aw, sakit." Rintih Lucas.
"Kamu ya," muka Jingga masih memerah karena malu.
Melihat wajah istrinya yang memerah, Lucas semakin ingin menggodanya.
"Bagaimana kalau transfer kecebong nya sekarang aja ?" Lucas memasang wajah nakalnya, sambil tangannya bermain di pundak jingga.
"Jangan macem-macem ya, Udah sekarang waktunya tidur." Jingga membalik badannya dan memunggungi Lucas.
Dan Lucas tersenyum puas setelah menggoda istrinya.Pria itu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh jingga.Perlahan memeluk erat istrinya dan tak lama mereka berdua terlelap.
__ADS_1