CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
maaf


__ADS_3

Lucas


Terlihat senyum manis dibibir Jingga.Entah karena gadis itu sedang memikirkan Lucas atau sangat merindukan suaminya itu hingga mengaggap sosok laki-laki yang berlari kearahnya dikiranya Lucas.


Hingga sosok pria yang berlari semakin mendekat padanya,tapi senyum Jingga tiba-tiba menghilang saat dia sadar pria itu bukan Lucas.


Gilang


"Jingga." Gilang mencoba menyapa Jingga.Tapi Jingga tidak menjawab gadis itu malah memalingkan wajahnya.


" Dimana Bella ?" Tanya Gilang tidak peduli saat dia sadar Jingga seakan tidak ingin melihat wajahnya.


" Dia di dalam.kamu sebaiknya segera masuk, kondisi Bella sedang tidak baik."Jawab Jingga cuek.


" Tunggu disini sebentar, aku ingin bicara denganmu." Ucap Gilang.


" Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi."


" Cuma sebentar, setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi." Ucap Gilang dengan nada memohon.


Tanpa menunggu jawaban Jingga.Gilang masuk ke dalam ruangan tempat Bella dirawat.Dilihatnya Bella sedang tertidur pulas dengan wajah pucat dan tangan yang terluka karena sayatan.


Maafkan aku Bella


Diraihnya tangan Bella dan digenggam erat tangan gadis yang sedang tertidur pulas itu sejenak.Lalu pergi keluar ruangan tersebut untuk menemui Jingga.

__ADS_1


Dilihatnya Jingga sedang duduk, terlihat lelah dari wajahnya.


" Terima kasih." Ucap Gilang sambil duduk disebelah Jingga.


Jingga yang merasa tidak nyaman bergeser sedikit menjauh dari posisi duduknya agar tidak terlalu dekat dengan Gilang.


"Untuk apa ?"


"Terima kasih untuk semua,aku juga mau minta maaf."


Tiba-tiba Jingga memotong pembicaraan Gilang,seakan Jingga tau Gilang akan membahas masa lalu.Dan Jingga tidak suka itu.


"Aku mau pulang.Jaga Bella baik-baik, dia sedang hamil.Dan jadilah laki laki gantleman yang akan bertanggung jawab atas semua yang kamu perbuat.Jangan pernah lari." Jingga seolah tau kalau Gilang ayah dari janin yang di kandung Bella.


"Tunggu."Gilang menahan lengan Jingga mencoba menghentikan Jingga yang akan beranjak pergi.


"Lepaskan." Jingga yang merasa tidak nyaman langsung menepis tangan gilang dari lengannya.


"Maaf,untuk terakhir kalinya aku mau minta maaf dengan benar,aku tau aku salah,Jujur aku menyesal."


"Ngak ada yang perlu disesali,semua udah terjadi.Dan satu lagi aku ngak mau berhubungan dengan kamu lagi."Jingga beranjak pergi meninggalkan Gilang yang masih berdiri dengan raut wajah sedih penuh penyesalan.


Jingga menyusuri lorong rumah sakit dengan beruarai air mata,kenangan pahit dan luka lama teringat kembali,hatinya masih sakit setelah mengetahui perselingkuhan kekasih dan sahabatnya itu.


"Jingga." Terdengar suara teriakan memanggil namanya dan membuatnya berhenti lalu menoleh kesumber suara.

__ADS_1


Terlihat sosok pria yang sedang dia rindukan berlari kearahnya.Masih tidak percaya gadis itu masih diam dan melihat pria itu semakin mendekat padanya dan memeluknya.


Lucas,gue ngak lagi mimpikan.


Lucas masih memeluk erat Jingga,di wajahnya terlihat penuh khawatir.


"Kau ingin membunuhku ?kenapa kamu matikan ponselmu?"Tanya Lucas dengan sedikit penekanan.


Jingga diam tidak menjawab gadis itu masih tidak percaya pria yang sedang memeluknya adalah Lucas.


Menyadari Jingga yang diam tidak menjawab dengan perlahan Lucas melepas pelukannya.


Dilihatnya dalam-dalam gadis yang sedang bediri didepannya diam sambil memandangnya tanpa berkedip.Rasa heran terlintas dibenaknya.


"Aku ngak lagi mimpikan ?" Tanya Jingga polos sambil mencubit pipi Lucas.


"Awh, sakit." teriak Lucas pelan.


Melihat respon Lucas yang kesakitan,sontak Jingga menutup.mulutnya dengan dua tangannya.


Gue,ngak mimpi,ini beneran Lucas.


"Kamu sudah gila ." Ucap Lucas kesal karena cubitan Jingga di pipinya cukup keras.


"Kok kamu ada di sini, bukannya kamu lagi di kota Y sama Tsania ?" Tanya Jingga sedikit kesal.

__ADS_1


__ADS_2