
Pagi ini Jingga tidak berangkat kuliah perutnya terasa sakit karena sedang nyeri haid, sudah menjadi kebiasaannya saat haid perutnya akan terasa nyeri.Lucas tidak mengetahui bahwa Jingga sedang sakit karena gadis itu pura pura baik baik saja saat didepannya dia sudah teramat malu karena kejadian kemaren bahkan saat sarapan Lucas bertanya apakah dia ada jadwal kuliah dia memilih berbohong kalau dia tidak ada kelas hari ini.
Jingga berbaring di atas ranjang sambil memegangi perutnya wajahnya terlihat pucat dia menahan sakit, entah kenapa nyeri haid yang dia rasakan saat ini terasa amat menyakitkan biasanya saat dia merasakan nyeri haid dia akan meminum obat pereda nyeri haid tapi dia tidak menemukan obat itu didalam tasnya.
Dia ingin meminta pelayan untuk membelikan obat itu tapi tubuhnya terlalu lemas hingga dia tidak bisa bangun.
Jingga mencoba memejamkan mata untuk tidur berharap setelah bangun sakit yang dirasakan akan hilang.
Baru 10 menit dia memejamkan matanya ponselnya berbunyi Riva menelfon membuatnya kesal.
"Hallo."
"Kamu kemana ngak masuk kuliah ? "
"Sakit." jawab Jingga cuek
"Serius ? Kamu sekarang dimana ? Kamu udah makan ? udah
minum obat ?" tanya Riva khawatir
Udah aku mau tidur ,dah." Jingga hendak menutup terlfonnya seketika dihentikan oleh teriakan Reva
"Tunggu..."
__ADS_1
Jingga tag menggubris dengan cepat dia menutup telfonya dan menonaktifkan ponselnya dia ingin istirahat dan tidak ingin diganggu siapapun.
Jingga mencoba memejankan mata untuk sekian kali mencoba tidur tapi percuma rasa sakit yang dia rasakan sekarang sungguh tidak tertahankan dia terus melihat pintu, berharap ada seseorang yang akan mengetuk pintunya dan membantunya.
dan sepertinya harapan gadis itu tidak sia sia.
"Tok tok."
"Masuk ,"jawab Jingga senang walaupun wajahnya masih terlihat pucat.
"Nisa ." ucap Jingga senang karena pelayan itu nisa yang dia kenal.
"Apa nona mau saya siapkan makan siang ?" ucap Nisa sambil menundukan kepalanya.
"Boleh, nona mau minta tolong apa ?"
" Bisa aku minta obat anti nyeri haid ?"
Mendengar pertanyaan Jingga sontak Nisa mengangkat kepalanya dilihatnya nona Jingga yang terbaring diatas ranjang wajahnya sangat pucat.
"Apa nona baik baik saja ?" tanya Nisa kawatir
"Iya, aku gak papa.bisa aku minta obat itu ?
__ADS_1
"Iya.nanti saya belikan dulu nona soalnya disini gag ada obat itu."
"Baiklah tolong cepat ya."
"Apa nona mau saya telfon tuan Lucas ? Nisa merasa kawatir wajah Jingga terlihat pucat.
"Tidak" Jingga berteriak.
"Udah aku gak papa gag usah terlfon dia."
"Baik nona kalau begitu saya keluar dulu untuk membelikan obat."
"Iya."
Nisa keluar dari kamar itu melihat nona Jingga seperti itu dai merasa kawatir dengan cepat dia menuju telfon rumah yang berada diruang bawah dan melapor kepada Jimmy mengenai keadaan nona Jingga sekarang.
Dikantor lucas
Jimmy masih sibuk dengan pekerjaannya tiba tiba ponselnya berbunyi salah satu pelayan dirumah Lucas melaporkan kalau nona Jingga sedang sakit. mendengar berita itu sontak membuat Lucas kaget dengan cepat dia menelfon dokter untuk segera menuju kerumah Lucas.
Jimmy berjalan cepat menuju ruangan Lucas dilihatnya Lucas sedang sibuk dengan pekerjaannya.tanpa menunggu lama Jimmy melaporkan kalau nona Jingga sedang sakit.
Mendengar itu sontak raut wajah Lucas berubah marah dan kawatir dia marah kenapa dia bisa tidak tahu kalau Jingga sedang sakit padahal dia satu rumah denga gadis itu.
__ADS_1
Dengan cepat Lucas keluar ruangan setengah berlari dia ingin secepatnya menuju rumahnya dan melihat keadaan Jingga saat ini.