CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Dika dan Lucas


__ADS_3

Dika, melipat kedua tangan di perutnya, kini, dirinya sedang berada di sofa, duduk diam, tenang dan tanpa suara. tetapi matanya tidak putus-putus menatap ke arah pria yang juga tengah duduk di hadapannya. Sejak tadi, Dika terus mengamati Lucas dari ujung kepala hingga ujung kaki, namun, yang menjadi objek pengamatan olehnya itu malah asyik dengan layar tabletnya.


Sesekali, Lucas menoleh karena merasa diperhatikan, tetapi pria tanpa di tanya langsung menjawab jika ia sedang sibuk mengurusi pekerjaannya. Lucas hanya berpesan jangan terlalu kaku anggap saja rumahnya sendiri.


Dika masih penasaran, bagaimana sepupunya itu, bisa menikah dan mempunyai suami yang kaya raya.


Wajah Jinggadi bilang cantik ya cantik sih, banyak pria pasti terpikat. Tapi apa ini pria tidak tahu soal masalah keluarga Jingga ?


Banyak pria di luar sana bakal mikir seribu kali buat nikahin Jingga, gadis yang di tinggal orang tuanya dengan banyak hutang.


Dika sangat menyayangi sepupunya itu, dia tidak ingin Jingga berbuat nekat untuk bertahan hidup.


Dika, makin menganga, dari tadi, Lucas terus-menerus bersikap biasa, tidak seperti tadi saat pertama bertemu.


" Ehem !" Dika berdehem satu kali, ia butuh bicara dengan pria ini.


Ini pria bener suamin Jingga ? Kok mau sih sama Jingga ? Jingga nggak mungkin melet pria kaya ini kan ?


" Kamu ..., beneran suaminya Jingga ?"


Mendengar Dika bersuara, Lucas mengangkat wajahnya dari layar tabletnya.


" Iya."


" Kok bisa sih ? Kamu nggak sakit kan ?"


" Maksudnya ?"


" Ya aneh aja, Jingga pasti yang ngejar-ngejar atau Jingga jebak kayak di novel-novel ?"


Mendengar itu Lucas tertawa kecil.


" Benar kan ? Dasar sepupu nggak tahu diri, bisa-bisa nya dia melakukan cara kotor buat dapetin suami kaya." Ucap Dika.


Pria itu tidak menyangka, sepupunya itu melakukan hal rendah seperti itu.


" Malah aku yang ngejar dia buat nikah denganku ." Ucap Lucas sambil tertawa kecil.


" Kamu, ngejar dia ?" Tanya Dika memperjelas.


" Iya."

__ADS_1


" Kamu cuma mau mainin Jingga ?" Tanya Dika serius, sorot matanya tajam melihat kearah Lucas. Dia tidak akan membiarkan sepupunya itu, dipermainkan pria, terlebih pria kaya yang doyan mempermainkan wanita.


Lucas meletakkan tabletnya di meja.


" Siapa yang main-main ?"


" Kamu serius ? Aku nggak bakal tinggal diam jika ada pria yang nyakitin Jingga !" Ucap Dika mempertegas.


" Aku akan menghancurkan siapa saja yang berani nyakitin Jingga." Ucap Lucas percaya diri.


Dika bisa merasakan keseriusan dari tatapan dan ucapa pria yang saat ini berstatus sebai suami sepupunya ini.


" Kamu yakin, nggak bakal mempermainkan apalagi menyakiti dia kan ?"


" Pegang omanganku, jika aku menyakiti Jingga, kamu boleh membunuhku."


Ih, ini pria serem juga.


Bulu kuduk Dika, serasa berdiri mendengar ucapa Lucas, setiap ucapannya begitu percaya diri. Dika bisa merasakan ketulusan di sana.


" Seumur hidup, hanya Jingga yang ada di hati dan hidupku."


Dika mengangguk.


" Jingga, bukan gadis biasa."


" Maksudnya ?"


" Dia itu wanita luar biasa, dia bisa menjadi wanita pemberani, bisa melakukan apa saja jika dia di usik, dan lagi Jingga itu orangnya serem ?"


" Serem gimana ?"


" Dulu, pas SMA, aku pernah di bully, Dia ngelabrak dan melawan itu para pria yang membullyku, bisa bayangin, cewek SMA, nyamperin pria berandalan sendiri ? Dan kamu tahu dia ngelempar ketua kelompoknya pakai batu. Batunya gede banget, langsung KO itu orang, dan yang terpenting dia akan membalas jika ada seseorang ngusik dia, bagaimanapun caranya."


Lucas mengangga, dia tidak percaya ternyata istrinya sekeren itu.


Dan Dika tersenyum tipis penuh misteri.


Kaget kan ? Masih mau sama Jingga ?


" Aku setuju sama cerita mu yang ini."

__ADS_1


" Nah, kamu percayakan, Jingga itu serem, aku bukannya nakutin-nakutin ya."


" Nggak, lo nggak nakut-nakutin, aku percaya kok, Jingga memang bukan tipe orang yang bisa tinggal diam, jika ada seseorang yang meremehkannya."


Dika lagi-lagi mengernyit. Eh, maksudnya bukan kesana, poin yang sedang ia coba angkat bukan itu.


Dan Lucas hanya tersenyum, pria itu ingat betul bagamana Jingga membalas perbuatan Tsania, dia juga tidak heran lagi Jingga bisa berbuat nekat seperti itu. Karena baginya ada yang lebih nekat, Jingga dengan entengnya mempertontonkan adegan ranjangnya pada Tsania, hanya untuk membuktikan kalau aku, sangat puas dengan Jingga.


Seketika Dika, menggeser duduknya menjauhi Lucas, Dika menggeleng, ia kembali merinding, orang ini sudah tidak tertolong lagi. Lucas tidak sekedar mencintai Jingga. Lucas sudah dalam tahap buta, orang ini sudah tergila-gila dengan sepupunya itu.


Jingga, lo apain ini orang, sampai bisa sebucin ini !


" Kalian ngobrolin apa ?" Tanya Jingga yang tiba-tiba datang sambil membawa sepiring buah yang sudah di potongnya di atas piring.


" Kamu pakai dukun mana, sampai ini manusia bisa sebucin ini ?" Tunjuk Dika pada Lucas.


Mendengar itu Jingga hanya tersenyum.


" Dukun dari gunung kawi." Jawab Jingga asal. Sontak membuat Lucas tersenyum.


" Kamu kapan pulang ?"


" Pulang, kemana ?" Tanya Dika balik.


" Ya pulang ke rumahmu lah, emang kemana ?"


" Nggak, aku mau disini dulu, nememanimu ." Jawab Dika dengan entengnya, sambil sibuk memasukkan buah kedalam mulutnya.


" Ngapain ? Nggak, udah sana pulang."


" Boleh kan mas ?" Tanya Dika pada Lucas, sontak membuat Lucas tersedak. Kerena Dika memanggilnya mas.


" Mas ?"


" Iya, dia kan, kakak iparku. Ya dipanggil mas."


" Ok boleh." Ucap Lucas cepat. Entah kenapa dia senang dinpanggil mas oleh keluarga Jingga.


Jingga menatap tajam kearah Lucas, dan Dika menatap Jingga dengan tatapan meledek.


Apa Lucas, tidak tahu, betapa usilnya si Dika ini ?

__ADS_1


Jingga merasa, mulai saat ini, hidupnya tidak akan tenang.


__ADS_2