CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Liburan 5


__ADS_3

Dua mobil BMW Keluaran terbaru sudah terparkir di depan hotel, siap mengatarkan mereka berempat untuk jalan-jalan mengelilingi Bali.


Ya 2 mobil itu untuk dua pasangan suami istri dan sepasang manusia jomblo yang bersiap-siap menjadi debu pantai, karena mereka pasti akan muak dan bosan melihat kemesraan Jingga dan Lucas.


Ya Jimmy dan Riva sudah menyiapkan mental untuk itu.


Tapi entah kenapa Jimmy merasa ada konspirasi disini, Pria itu sudah menaruh curiga kenapa tuannya begitu memaksanya untuk ikut berlibur kebali, padahal dia tahu betul tuannya tidak ingin ada pengganggu saat bersama istri tercinta.


Mereka sampai di sebuah cafe yang cukup hits di Bali dengan view pantai yang indah dan tentu banyak pengunjung dari luar negeri mendominasi disana, wajah-wajah tampan serasa menjadi pengobat mata untuk Riva dan Jingga, setelah kamarin di kurung, hari ini mata mereka serasa segar dengan pemandangan di depan mata, sebisa mungkin Jingga bersikap biasa, menutupi gejolak hati yang begitu gembira mengagumi setiap pria tanpam produk luat negeri yang begitu menggodanya.


Tapi rasanya dia wanita itu mulai menyadari sosok Lucas yang menjadi pusat perhatian. Reaksi pengunjung yang lain, terutama wanita, melihat Lucas dengan tatapan penuh kagum. itu cukup membuat Jingga merasa risih.


Jingga akui, Lucas memang luar biasa tampan, denagn wajah dan tubuh atletisnya, menjadi pusat perhatian bukanlah hal yang sulit ia lakukan. Di tambah dengan reputasi sebagai pengusaha sukses nan kaya raya, wanita mana yang bisa menolak ? Tunggu, dulu Jingga pernah menolaknya !


Di sela duduk santai mereka, Jingga memperhatikan dengan saksama dari arah jam dua belas, sekelompok wanita usia awal dua puluhan, berpakain sexy nan menggoda, secara terang-terangan menggoda dengan mencuri-curi pandang, mengedipkan mata, bermain maja dengan rambut mereka mencoba menarik perhatian Lucas. Bahkan ada yang terang-terangan melambaikan tangan kepada Lucas.


Jingga sudah menatap tajam ke arah gadis-gadis pengoda itu, tapi rasanya percuma, mereka malah semakin nakal dengan goda-godaannya.


Riva dan Jimmy yang sedari tadi menjadi saksi hanya diam, memperhatikan pemandangan yang cukup menarik, Istri yang cemburu, suami yang berlagak tiadak peduli.


Wah... Ternyata suliy juga punya suami tampan dan kaya ! Ok Jingga selamat menikmati !


Riva mencoba menyembunyikan senyumannya di balik tangannya.


Kemudian tepat di sebelah meja, seorang wanta yang Jingga tebak usianya sepantaran dengannya, duduk sendirian. Wanita itu pun sudah menjadi bahan perhatian sejak tadi karena Jingga bisa merasakan tatapan para pengunjung, khususnya pria yang terus-terusan terarah ke wanita tersebut.


Wanita cantik itu sepertinya model, badan yang tinggi dan bagus. wanita tersebut mulai melakukan pergerakan, berkali-kali, Jingga melihat wanita itu terus mengibaskan rambutnya panjangnya, bahkan dengan berani sedikit menaikkan rok mininya. Dan jangan lupa tatapan serta lemparan menggoda yang ditunjukkan ke arah Lucas. Ternyata Lucas sangat populer. Lagi dan lagi, Jingga hanya bisa membuang nafas berat, menyadari ternyata resiko punya suami tampan itu berat.


Tapi lagi dan lagi Lucas masih bersikap santai, dan biasa saja, entah dia menyadari atau tidak atau mungkin dia tidak peduli.

__ADS_1


" Lihat deh, cewek sebelah, cantik ya ? Tanya Jingga mencoba mengetes apakah Remi tergoda apa tidak.


Lucas yang mendengar pertanyaan itu, hanya melirik tanpa menoleh.


" Biasa aja." Jawab Lucas santai.


Biasa aja ? Aku sebagai perempuan aja, bisa naksir loh, wajah cantik, badan bagus, apalagi yang kurang ? Beda jauh denganku ?


Jingga merasa insecure, rasanya dia terlalu biasa untuk Lucas yang luar biasa.


" Jingga ayo kesana ?" Ajak Riva mencoba memecah keheningan, karena dia tahu bagaimana suasana hati sahabatnya itu.


Tiba-tiba tangannya ditahan Lucas saat mau beranjak berdiri.


" Duduk di sini atau kita pulang sekarang !" Ucap Lucas dingin, sontak membuat Riva dan Jingga saling bertatapan.


Apa-apa an dia ?


Jingga hanya dapat menahan kekesalannya dengan terpaksa ia menuruti perintah suaminya itu.


Dan Riva lebih kesal dibuatnya, rasanya liburan kali ini percuma tidak berguna. Semua rencana mereka berdua berantakan gara-gara Lucas !


Dan lagi-lagi Jimmy sebagai penonton, hanya bisa menahan tawa.


Kalian harus terbiasa dengan sikap manusia dingin ini !


" Kenapa kamu senyum-senyum ?" Tanya Riva pada Jimmy, ia bertambah kesal saat Jimmy mempertawakannya.


" Nggak apa-apa." Ucap Jimmy mengelak.

__ADS_1


" Udah ayo ikut aku." Ajak Riva pada Jimmy, di tariknya pria itu tanpa menunggu persetujuaan.


" Kemana ?"


" Udah ikut aja." Ucap Riva bersikeras. Jimmy yang merasa bingung, menoleh kearah Lucas berharap Lucas menolongnya, karena dia tidak mau pergi . Tapi sayangnya Lucas malah memberi tanda dengan tangannya, ya itu mengartikan Ikutlah dia !


Jimmy hanya bisa pasrah, saat tuannya sudah memberi instruksi itu. Dengan langkah berat dan malas pria itu mengikuti Riva, wanita yang baru dua kali bertemu dengannya.


" Kami nggak capek jadi asistennya manusia triplek itu ? Tanya Riva di sela mereka jalan menyusuri pantai kuta.


" Manusia triplek ?


" Ya , tuanmu itu, manusia dingin dan lempeng itu ?"


" Nggak ."


" Ternyata lo sabar juga, kalau aku jadi asistennya udah botak ini kepala, karena selalu berasap."


Mendengar itu Jimmy tersenyum, ucapan wanita yabg berjalan disampinya ini, ada benarnya, dia sendiri heran kenapa bisa sesabar itu ? Tapi yang jelas dia akan selalu setia bersama Lucas, karena dia sudah berjanji pada ayahnya.


" Kamu udah punya pacar ?" Tanya Riva to the point, tanpa basa-basi. Gadis itu cukup penasaran.


" Pacar ? Tidak."


" Bagus !"


" Bagus ? Iya, jadi aku nggak perlu sungkan lagi buat deket sama kamu." Ucap Riva terus terang, Riva sosok perempuan yang tidak suka basa-basi ketika menyikai pria, baginya tidak ada yang namanya, Pria yang harus mengejar, prinsipnya wanita bisa mengejar, selagi tidak menggunakan cara murahan.


Mendengar itu Jimmy cukup kaget, sosok sahabat istri tuannya ini cukup berani dan berterus terang. Entah kenapa dia merasa mulai sekarang harus menjaga jarak. Baginya saat ini Wanita belum masuk prioritasnya.

__ADS_1


__ADS_2