
Seperti yang sudah Lucas dijanjikan , seharian ini dia menami istrinya kemanapun dia mau, mulai dari belanja, kulineran di sekitar pantai, hingga ke kebun binatang pun Lucas turuti. Karena yang terpenting baginya saat ini adalah kebahagian wanita yang sangat dicintainya itu.
Dan tepat pukul enam sore, mereka berdua kembali ke hotel, Pandangan Jingga tertuju pada sosok Lucas yang sudah berbaring di atas kasur.
Jingga cukup menyadari, suaminya itu pasti sangat lelah. Seharian mengikutinya.
" Mandi dulu kalau mau tidur." Ucap Jingga, seraya berjalan mendekati suaminya itu.
" Mandiin." Ucap Lucas dengan manja.
" Jangan macem-macem deh, udah sana mandi."
" Mandi bareng yuk ?" Ajak Lucas.
" No !"
" Ayolah, kita nggak pernahkan mandi bareng ?"
" Lucas, udah jangan berfantasi yang aneh-aneh."
Nanti bukannya mandi ... Malah...
Jingga beranjak menuju sofa yang diatasnya sudah berjajar tas tas belanjaannya.
" Kamu seneng banget ya ke Bali ?" Tanya Lucas.
" Ys jelas dong, ini itu pertama kalinya aku ke Bali, dan aku se-excited itu."
" Aku malah udah bosan ke sini, hampir tiap bulan ke sini."
Wah... sombong sekali dia !
" Banyak juga belanjaan kamu ?" Tanya Lucas menghampiri, Jingga yang sedang duduk di sofa sibuk membuka belanjaannya.
" Jelas dong, mumpung ke sini."
Lucas memperhatikan satu per satu isi belanjaan Jingga, ada tas, sepatu baju hingga aksesoris.
" Oh ya ini buat kamu." Jingga tiba-tiba menyodorkan sebuah kemeja kepada Lucas, Kemeja dengan corak batik Bali. Lucas tersenyum di belikan sesuatu oleh Jingga.
" Aku coba, ya." Lucas langsung melepaskan kaosnya, seketika, membuat Jingga melotot.
" Kamu itu ya, kebiasaan ngelepas baju seenaknya, harus banget ya di depan aku."
" Emang kenapa ? Setiap jengkal tubuhku kamu sudah menyentuhnya bahkan merasakannya."
__ADS_1
" Lucas, bisa nggak sih nggak usah bicara mesum kayak gitu ?!"
" Aku cuma mesum sama kamu sayang."
" Ih...Lebay !"
Jingga langsung memalingkan wajah. Kalau dipikir-pikir, terakhir melihat Lucas polos saat mereka making out kemarin sebelum berangkat ke Bali. Jingga tiba-tiba kembali mengingat bagaimana nakalnya dia, dan agresifnya dia, semua sudut tubuh Lucas sudah ia sentuh, Kalau di ingat-ingat dia juga heran sendiri, kenapa dia bisa sebegitu nakal dan agresifnya.
Dengan segera Jingga menepuk kedua pipinya, mencoba menyadarkan dirinya, membuang bayangan-banyanan vulgar itu.
" Wah, pas lo ini, kok kamu tahu ukuran bajuku ?"
Jingga menoleh, di lihatnya, kemeja yang dibelinya sangat cocok dengan Lucas. Terlihat tampan.
" Felling aja."
" Felling atau emang udah hapal ?"
" Maksudnya ?"
" Ya kamu udah sering pegang tubuh aku, nanti aku tes ya, bisa gak kamu nebak ukuran yang lain ?" Ucap Lucas sembari menaik turunkan alisnya.
" Aku aja udah hapal ukuran kamu, Dada, pinggul, bahu, paha, lengan , udah di luar kepala sayang.... Aw.." Lucas mengaduh saat perutnya dicubit oleh Jingga.
Jingga mencari-cari remote Tv, dan menghidupkannya, dari pada mendengar ocehan Lucas, lebih baik mendengar suara TV saja, setelah menekan tombol ON, pada remote, Jingga kembali mengurus belanjaannya.
Wah, pantes dia anteng !
Jingga buru-buru mematikan Tv tersebut, tayangan tadi cukup membuatnya shock, Terlihat Lucas sudah menatapnya dengan tatapan nakal. Wah rasanya dia menyesal telah menyalakan Tv tadi.
" Kamu sengaja ya ?" Tanya Lucas.
" Sengaja apa ?"
" Sengaja, nyalain Tv yang menyangkan hal itu kan ?"
Jingga yang mendengar itu hanya bisa mengelengkan kepalanya, rasanya tuduhan Lucas itu tidak masuk akal !
" Bagaimana kalau kita juga buat ?"
" Buat apa an ?"
" Vidio kayak di Tv tadi ?"
" Lucas !"
__ADS_1
" Kenapa ?"
" Kamu milih meja apa kursi ?'
" Buat apa ?"
" Buat ngelempar ke kepala kamu, supaya cepat sadar !"
Tapi bukannya marah, atau apa, Lucas malah bertingkah aneh, menempel ke Jingga dengan manja, mengikuti setiap gerak gerik Jingga, mengekor bak anak ayam yang mengikuti tindak tanduk induknya.
" Jingga."
" Apa ?"
" Tanggung jawab."
" Emang aku ngapain ?"
" Sesek, sayang. Tanggung jawab pokoknya." Ucap Lucas seraya menunjukkan bagian bawahnya.
" No ! Kamu aja yang mesum !"
" Kok mesum sih ?"
" Ya siapa suruh kamu lihat begituan ?"
" Kamu yang nyalain Tv."
" Ya kamu matiin dong."
" Tanggung, udah terlanjur dilihat juga!"
Tanggung ?
" Udah mandi sana, biar kepala kamu itu dingin, nggak mikir mesum terus."
" Ayolah mandi bareng, nolak ajakan suami dosa loh ?"
Kenapa jadi bawa-bawa dosa segala !
" Ayolah sayang." Ucap Lucas merengek.
Ya Lucas saat berada di luar dengan saat bersama Jingga, sangat jauh berbeda, berbanding terbalik 360 derajat, Lucas yang diluar terlihat dingin dan angkuh, ketika dihadapkan dengan Jingga, tingkahnya begitu manja dan manis.
Dan Jingga yang sedari tadi mencoba menahan setiap rengekkan Lucas, akhirnya goyah juga, Karena dia tahu betul, setiap apa yang Lucas mau dia akan terus merengek sampai mendapatkannya.
__ADS_1
Rasanya di Bali ini dia harus menyiapkan tenaga dan mentalnya menghadapi setiapn fantasi suaminya itu.