
Lucas berdiri di depan jendela, sebatang rokok beberapa kali dihisapnya, setelah penolakan Jingga, pikirannya seakan kacau entah kemana, rasa amarah dan kecewa berkecamuk dihatinya, beberapa kali terbesit pertanyaan apakah Jingga tidak percaya padanya atau mungkin tidak mencintainya, semua upaya telah dia lakukan untuk membuktikan cintanya, nyatanya masih ada ragu di hati wanita yang dicintainya itu.
Drrtttt .. Ponsel Lucas bergentar, satu panggilan masuk tertulis nama Jimmy pada layar ponsel.
" Ada apa ." Tanya Lucas tanpa basa-basi.
" Ada sedikit masalah tuan." Ucap Jimmy dari seberang sana.
" Saya kesana sekarang." Ucap Lucas singkat, lalu segera bergegas ke tempat Jimmy berada, sejenak Lucas berhenti disela langkahnya ketika hendak masuk kedalam mobilnya, rasa ragu mengusik hatinya, haruskah dia berpamitan pada Jingga. Tapi kali entah kenapa dia ingin berkeras hati pada dirinya sendiri, mencoba menolak untuk bertemu Jingga, karena sejujurnya jika mengingat penolakan Jingga dia masih sangat kecewa. Tanpa rasa ragu lagi pria itu bergegas pergi.
Tak lama Lucas sampai ditempat yang di tuju, Jimmy sudah menunggu dengan perasaan takut, bagaimana tidak, sudah dua kesalahan besar di berbuat malam ini, pertama menjadi penganggu saat tuannya sedang bersama istrinya dan yang kedua masih kesalahan yang sama, dan kali ini lebih lancang lagi meminta tuannya untuk segera menemuinya.
" Maaf tuan, saya benar-benar minta maaf sudah menganggu, tapi ini masalah penting, kita tidak bisa menundanya lagi." Ucap Jimmy.
Tapi Lucas tidak menjawab, ekspresi wajahnya masih dingin, seolah tidak bisa diartikan dengan kata-kata.
Jimmy semakin takut, apakah malam ini malam terakhirnya hidup.
" Pesankan aku makanan." Ucap Lucas. Pria itu sangat lapar, ternyata rasa marah begitu menguras energinya.
" Apakah tuan belum makan ?" Tanya Jimmy ragu, karena aneh baginya, pria itu tahu betul Jingga selalu perhatian tentang jam makan tuannya, bagaimana mungkin jam segini tuannya belum makan, pria itu mulai menyadari ada yang tidak beres dengan tuannya.
" Sekali lagi kamu bertanya, ku lempar dari gedung ini." Ucap Kenzio marah.
" Maaf tuan, baik saya segera pesankan makanan ." Ucsp Jimmy takut, tanpa menunggu lama pria itu bergegas memesan makanan untuk tuannya.
Lucas begitu sibuk dengan setumpuk berkas di mejanya, sesekali pria itu melirik ponsel di sebelahnya, berharap ada panggilan ataupun pesan dari Jingga, tapi sayang sudah hampir 30 menit dia disana, sama sekali tidak ada tanda-tanda Jingga menghubunginya.
Rasa kecewanya bertambah, sejujurnya pria itu berharap Jingga akan membujuknya dan meminta maaf padanya.
__ADS_1
Ah sudahlah, biarkan dia sendiri dulu dan berpikir tentang kesalahannya.
Setelah Lucas memantapkan diri untuk tidak lagi peduli, pria itu segera melanjutkan pekerjaannya.
Rumah
Dan Jingga, gadis itu masih duduk termenung di ruang makan, dia tidak tau harus berkata apa lagi jika Lucas menanyakan tentang kesiapannya, gadis itu ingin sekali meminta maaf.
Dengan langkah berat menuju kamarnya, tempat Lucas berada, membuka pintu dengan pelan dan hati-hati berharap tidak menganggu tidur suaminya itu, tapi begitu kecewa gadis itu, Lucas tidak ada dikamar, entah kemana dia pergi. Jingga mulai menyesali tindakan bodohnya.
Aku harus minta maaf.
Jingga memantapkan hatinya, sejenak dia sadar, apa yang telah dia lakukan pasti membuat Lucas kecewa, terlebih lagi Lucas sekarang sudah menjadi suaminya, wajar jika Lucas meenginginkannya.
Jingga bergegas keluar dari kamarnya, menuju ruang kerja Lucas, karena selain kamar ruang kerja adalah tempat favorit pria itu.
Tiba disana, ruangan itu begitu gelap, Jingga mencoba menyalakan lampu, dan lagi-lagi dia kecewa. Lucas tidak disana.
Jingga bergegas mengambil ponsel di kamarnya, dia harus segera meminta maaf pada Lucas.
Tapi lagi-lagi dia dibuat Kecewa ponsel Lucas mati, gadis itu duduk meringkuk membenamkan kepalanya pada kedua lututnya, tanpa dia sadari air matanya turun.
Maafkan aku Lucas.
Kantor Lucas.
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 12 malam, tapi pekerjaan masih belum selesai.
" Sudah malam tuan, saya akan melanjutkan pekerjaan ini, tuan silahkan pulang, nyonya Jingga pasti sudah menunggu." Ucap Jimmy mengingatkan.
__ADS_1
Menunggu ? Apakah dia menungguku, dia saja tidak menghubungiku.
Lucas mengambil ponsel di sebelahnya, tidak banyak berharap ada notifikasi panggilan atau pesan disana. Dan betapa kagetnya dia, ponselnya mati.
" Apa kamu punya charger ? Tanya Lucas pada Jimmy.
" Charger , maaf tuan sepertinya tidak ada." Ucap Jimmy .
" Apa Jingga menghubungimu ?" Tanya Lucas, pria itu berpikir Jika Jingga tidak bisa menghubunginya, gadsi itu pasti akan bertanya pada Jimmy.
" Nyonya Jingga ? Tanya Jimmy ragu .
Kenapa Nyonya menghubungiku ?
" iya, apa dia menghungimu ?" Tanya Lucas bersemangat.
" Tidak tuan."
Tidak ? Bagaimana bisa dia tidak bertanya pada Jimmy, saat tidak bisa menghubungiku.
Amarah berkecamuk di hati Lucas, mengepalkan tangannya dengan keras untuk meredamkan kekesalannya.
" Apa perlu saya hubungi nyonya tuan ?" Tanya Jimmy, dugaannya benar ada yang tidak beres dengan tuan dan istrinya.
" Tidak perlu, aku malam ini akan tidur disini." ucap Lucas kesal.
" Tidur disini, bagaimana kalau nyonya menunggu tuan ?'
" Tidak, dia saja tidak peduli denganku."
__ADS_1
Apa tuan sedang bertengkar dengan nyonya ? ah sudahlah, bukan urusanku, tidak dilempar dari sini aja sudah sangat bagus untukku.
" Baik tuan."