CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Kau telan itu !


__ADS_3

Akhirnya, rombongan mereka tiba juga di Jogja. Ya rombongan. Jingga sudah tertipu. Lucas bilang perjalanan dinasnya cuma dia, Jimmy dan Tsania. Tapi ternyata tidak, hampir 10 orang yang ikut serta dalam perjalanan dinas itu. Awalnya Jingga marah, tapi jika mengingat tentang Tsania, niatnya tidak kendur sedikitpun, Dia harus menjaga suaminya dari wanita ular itu.


Di tempatnya, Jingga memperhatikan dengan serius bagaimana situasi berjalan, sejak dari bandara sampai di hotel, Tsania sengaja mencuri celahnya, untuk bisa mendekati Lucas. Dan Jingga tidak membiarkan itu terjadi, Jingga menjaga betul suami itu, matanya menyorot tajam saat wanita mendekati suaminya itu, mungkin terlihat kekanak-kanakan, tapi dia tidak peduli, cinta, harga dirinya dan rumah tangganya, siap di terpa badai jika dia tidak menjaganya. Dan anehnya Lucas sama sekali tidak keberatan apalagi risih saat Jingga mengikutinya.


Ia malah merasa senang, melihat tingkah istrinya itu.


Mata jingga bagai elang, yang selalu memantau mangsa dari kejauhan, siap menerkam kapan saja, tangannya sedari tadi sudah mengepal keras, saat melihat Tsania mulai bertingkah, mulai dari sengaja menjatuhkan berkas di paha Lucas, hingga sengaja menggoda Lucas dengan tingkah nakalnya, dengan mengibaskan rambutnya dengan manja, seolah ingin memperlihatkan kemolekan tubuhnya.


Itu wanita uler ngapain pakai ngibas-ngibasin rambut ? Dia pikir lagi iklan sampo. Dan lagi itu leher ngapain miring-miring . Panuan dia !! Ih dasar wanita ular.


Jingga menatap tajam kearah Tsnaia dan Lucas. dan Lucas sendiri menyadari Tingkah Tsania mulai kurang ajar, dan untuk itu sebisa mungkin dia bersikap tidak penduli dan sedikit menjauhkan kursinya agar bisa menjauh dari Tsania.


Dan sering menoleh kearah istrinya seraya melempar senyumnya.


Jingga melihat itu mulai tenang, karena dia tahu Lucas sendiri tidak peduli pada rayuan murah wanita ular itu.

__ADS_1


Sebenarnya Jingga cukup membosankan di sana, bagaiamana tidak, ia hanya bisa duduk menunggu pekerjaan Lucas selesai. Untuk sesaat dia menyesali ikut perjalanan dinas ini. Dan sesekali ia jalan-jalan di sekita hotel tersebut sambil bersua foto.


Tapi ingat ? Menunggu itu lelahkan, dan itu yang saat ini dirasakan Jingga, duduk dari kejauhan sambil mengawasi kerja suaminya cukup melelahkan saat ini.


Lima jam enam jam, ia menunggu, Dan sepertinya pekerjaan Lucas selesai juga, karena dia melihat suaminya itu berjalan menghampirinya dengan senyum sumringahnya.


" Udah selesai ?" Tanya Jingga.


" Udah, kamu capek ya, ayo istirahat ." Ajak Lucas, di gandengnya tangan istrinya itu menuju kamar hotel tempat mereka menginap, karena kebetulan kerja Lucas hari sengaja menyewa ruang metting di hotel tersebut.


" Sayang kamu nggak mandi ?" Tanya Jingga, tapi ia tidak mendapatkan jawaban. kemudian di liriknya Lucas yang berbaring di sampingnya sudah tertidur pulas, masih memakai kemeja dan dasi yang sudah di kendurkannya dari lehernya.


Jingga menatap lekat-lekat suaminya itu dan membelai lembut rambutnya.


Lucas terlihat sangat pulas, terlihat lelah, bagaimana tidak, dia saja yang hanya diam menunggu lelah, apalgi Lucas yang hampir seharian berkutat dengan setumpuk berkas.

__ADS_1


Hingga suara ponsel Lucas menarik perhatian Jingga, di ambilnya ponsel suaminya itu di atas nakas yang tidak jauh dari ranjang, di panjangkannya tanganya, dengan hati-hati mengambil ponsel itu, ia tidak ingin membangunkan Lucas.


Di lihatnya ponsel tersebut, ada sebuah pesan. Matanya langsung melotot saat melihat pesan itu. Tsania. mengirimkan foto sexy nya pada Lucas. Bukan hanya satu foto tapi banyak foto, terhitung sepuluh foto yang tidak pantas di kirim Tsania.


Wah.. Benar-benar ular dia, bisa-bisanya dia ngirim foto kayak gini.


Dengan cepat Jingga menghapus foto tersebut, Lucas tidak boleh melihatnya, dia harus menjaga mata suaminya dari foto haram seperti itu.


Jingga masih tidak habis fikir, sebenarnya apa yang ada di pikiran Tsania, bagaimana bisa dia mengirimkan foto sexy seperti itu pada lelaki yang sudah beristri.


Jingga di landa emosi, dia harus memberi pelajaran pada wanita ular itu. Seketika ide nakal muncul di kepalanya.


Dengan segera melepas kemeja Lucas dengan hati-hati, jangan sampai Lucas terbangun, kemudian memeluk suaminya itu, dan langsung mengambil foto yang hanya memperlihatkan punggung dan kepala Lucas dari belakang yang sedang di dekap di dadanya, dan tak lupa Jingga tersenyum nakal di sana. Foto yang sangat sempurna.


Dan segera ia mengirimkannya pada Tsania. Senyum liciknya seketika tercipta, mengahadapi wanita nakal kita harus lebih nakal juga.

__ADS_1


Kau telan itu foto !!! Kamu salah nyari musuh wanita ular !!!


__ADS_2